Sport

Tanpa Cristiano Ronaldo, Real Madrid Terasa Lebih Bahagia & Komplet




Ada kemurungan namun juga harapan baru yang mengiringi Real Madrid dalam kehidupan mereka sepeninggal Cristiano Ronaldo.

Ada sebuah guyonan di kalangan fans Real Madrid. Kini Cristiano Ronaldo telah pergi, mereka akhirnya bisa berkata jujur bahwa Lionel Messi adalah pemain terbaik di dunia.

Itulah salah satu anekdot yang mengiringi kepergian CR7 ke Juventus, namun guyonan tersebut bukannya tanpa dasar. Tentu saja Cristiano tetaplah nomor satu bagi fans Los Blancos. Titik. Tapi berhubung sekarang ia telah pergi, maka skenarionya juga berubah.

Untuk memahami apa yang telah dan akan terjadi di Real Madrid sepeninggal Ronaldo, kita harus mundur ke belakang untuk menengok situasi di klub ibu kota Spanyol itu saat sang megabintang masih dalam masa edarnya.

Lima tahun lalu, seorang legenda Real Madrid -- saya tidak perlu menyebut namanya -- menceritakan kepada saya, bahwa tidak akan ada air mata yang menetes ketika suatu hari nanti dia pergi. Ketika itu, Ronaldo berada dalam puncak performanya.

Faktanya adalah, ada semacam kesan bahwa Cristiano adalah prajurit upahan yang cuma bertugas mencetak gol. Yang mengkhawatirkan, Cristiano juga memberi impresi bahwa dirinya sama besarnya dengan klub. Pandangan semacam ini tentu saja tidak dapat diterima oleh semua pihak.

Di era Jose Mourinho (2010-2013), banyak rekan setim Ronaldo yang diminta untuk memujinya di depan publik. Tuntutan semacam ini tidak pernah menciptakan ruang ganti yang harmonis, karena hanya menekankan pentingnya kontribusi seorang pemain.

Satu-satunya momen yang membuat Ronaldo mendapat respek dari rekannya adalah saat ia berani menentang otoritas Mourinho. Ia mulai dipandang sebagai salah satu sosok pemimpin di dalam tim, seperti Sergio Ramos.

Celakanya, perilaku Ronaldo yang bak diva ini justru sering dimaklumi dengan kalimat seperti, "Well, Anda tahu sendiri seperti apa dirinya." Madrid seperti telah membuat pakta Faustian (Faustian bargain), yang mengizinkan seorang pemain bersikap individualistis asalkan tetap tampil luar biasa.

Fakta bahwa rekan-rekannya menerima tingkah lakunya bukan berarti mereka menyukainya. Ronaldo bukanlah sosok paling populer di ruang ganti Madrid, meski ia bersahabat dengan Marcelo. Dengan pemain lain, yang terjadi hanylaha seperti sebuah hubungan bisnis.

ABOUT US   |   CONTACT US  |   FOR ADVERTISEMENT  |   CAREER
Jakarta 99.1FM   |   Bandung 94.4FM  |   Surabaya 100.5FM  |   Makassar 99.2FM  |   Manado 99.3FM  |   Medan 105.8FM  |   Semarang 96.1FM  |   Yogyakarta 103.7FM   

ABOUT US   |   CONTACT US  |   FOR ADVERTISEMENT  |   CAREER
Jakarta 99.1FM   |   Surabaya 100.5FM  |   Medan 105.8FM  |   Semarang 100.5FM  |   Yogyakarta 103.9FM    Bandung 94.4FM  |   Makassar 99.2FM  |   Manado 99.3FM  |