Sport



Nusa Dua - Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan mengadakan pemilihan pemain terbaik besok. Ada lima pemain Indonesia masuk nominasi. Siapa saja?

Awarding night merupakan kegiatan yang memberikan apresiasi kepada pesepakbola yang memiliki prestasi di Asia Tenggara. Ada lima pemain Indonesia masuk di dalamnya, yaitu Kurnia Mega Hermansyah (Arema FC), Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Stefano Lilipaly (Bali United), Boaz Theofilus Erwin Solossa (Persipura Jayapura), dan Andik Vermansyah (Selangor FA).

Acara penghargaan akan dilaksanakan di sela-sela forum meeting AFF di Nusa Dua Bali pada hari Sabtu (23/9/2017) malam besok.

"Saat kita kita sedang dalam proses membangun kembali kekuatan sepak bola Indonesia. Adanya apresiasi terhadap pemain Indonesia dari komunitas sepak bola internasional, tentu menjadi suntikan motivasi yang bagus buat kita," kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam rilis kepada detikSport.

Selain nominasi permain terbaik, awarding night tersebut juga akan memberikan penghargaan kepada wasit dan pelatih terbaik.

Pada acara malam penganugrahan AFF, PSSI juga mengundang para legenda sepak bola Indonesia dan beberapa pelatih. Beberapa legenda sepak bola nasional yang sudah memastikan hadir. Selain Firman, ada Marzuki Nyakmad, Risdianto, Rully Rudolf Nere, Heri Kiswanto, dan Danurwindo.

Pada pertemuan AFF 12th Council tersebut, tak hanya menggelar awarding night tetapi juga membahas isu-isu sepakbola di Asia Tenggara, termasuk membahas pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2034.

"Yang benar lima, mbak. Itu (dalam pemberitaan sebelumnya) mungkin data lama. Data yang baru diterima hari ini cuma lima pemain," ujar Direktur Media PSSI Gatot Widakdo kepada detikSport. (detiksport.com)

Pebalap veteran MotoGP, Valentino Rossi, hadir di GP Aragon masih menggunakan tongkat pembantu. The Doctor juga terlihat masih dalam kondisi pincang jelang tampil di latihan bebas pertama GP Aragon, Jumat (22/9).

Rossi mengambil keputusan luar biasa. Baru 21 hari setelah mengalami cedera retak tulang fibula dan tibia, Rossi memutuskan untuk tampil di GP Aragon. Pebalap asal Italia itu dinyatakan lolos tes medis oleh Kepala Tim Medis Sirkuit Aragon, Clemente Millan.

Dalam konferensi pers jelang balapan, Kamis (21/9), Rossi terlihat tidak dalam kondisi siap untuk menunggangi sepeda motor di Sirkuit Aragon. Kaki kanannya masih dibalut, dan pebalap 38 tahun itu masih menggunakan tongkat pembantu untuk berjalan.

Ketika naik podium untuk mengikuti konferensi pers, Rossi terlihat berjalan dengan pincang setelah menyerahkan tongkat pembantu kepada salah satu kru Movistar Yamaha.

“Saya senang bisa mencoba untuk menunggangi sepeda motor. Secara umum saya cukup baik, untungnya tidak terlalu sakit dan kondisi kaki saya semakin membaik,” ujar Rossi dikutip dari Crash.net.

“Saya masih merasakan sakit di bagian tulang yang retak ketika di atas motor. Saya sedikit menderita ketika perubahan arah, begitu juga ketika memasuki tikungan kanan, saya merasakan sakit yang lebih buruk,” sambungnya.

Rossi mengaku memutuskan kembali lebih awal dari jadwal yang diberikan tim medis bukan karena dirinya masih berpeluang menjadi juara dunia MotoGP 2017. Rossi mengatakan hanya ingin beradaptasi lebih cepat dengan sepeda motor.

“Tidak, ini bukan untuk gelar juara dunia. Memang semuanya masih terbuka, tapi saya hanya ingin kembali ke kondisi terbaik secepat mungkin. Saya pikir ini cara yang terbaik,” ucap Rossi.

Dengan lima seri tersisa, Rossi berada di posisi keempat klasemen sementara MotoGP 2017 dengan 157 poin, tertinggal 42 poin dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Rossi sendiri belum tentu akan mengikuti balapan GP Aragon yang berlangsung Minggu (24/9). Juara dunia GP sembilan kali itu akan memutuskannya setelah mengikuti latihan bebas pertama sore ini. (cnnindonesia.com)

Edinson Cavani dan Neymar sempat terlibat adu argumen dalam duel Paris Saint-Germain lawan Lyon. Hal itu sendiri bukanlah merupakan hal baru dalam dunia sepak bola karena sebelumnya sudah banyak kejadian serupa.

Cavani dan Neymar merupakan andalan PSG di lini depan. Keduanya punya naluri tinggi dalam mengoyak pertahanan lawan dan mencetak gol.

Setelah dianggap mampu beradaptasi dengan baik di pola permainan PSG, Neymar mulai terlibat perselisihan dengan rekan setimnya, Cavani. Keduanya sempat berebut tendangan bebas dan tendangan penalti.

Perselisihan antara rekan setim seperti yang diperlihatkan oleh Neymar dan Cavani bukan hal baru dalam dunia sepak bola. Sudah banyak perselisihan yang terjadi sebelumnya, dari perang kata hingga tukar pukulan.

Berikut sejumlah perselisihan di antara rekan setim yang pernah terjadi di sepak bola seperti dikutip dari Sportster:

Kevin Mirallas-Leighton Baines (Everton)

Insiden yang terjadi pada tahun 2015 ini mirip dengan apa yang terjadi pada Cavani dan Neymar, yaitu pertengkaran karena berebut jadi eksekutor penalti.

Saat Everton mendapat tendangan penalti beberapa menit jelang babak pertama berakhir, Kevin Mirallas langsung memegang bola dan bersiap menendangnya.

Leighton Baines coba mengingatkan Mirallas karena Baines adalah eksekutor reguler. Namun Mirallas mengabaikan Baines dan juga sejumlah rekan setim lainnya.

Mirallas mengambil penalti tersebut, gagal, dan kemudian diganti di saat jeda pertandingan.

Steve McManaman-Bruce Grobbelaar (Liverpool)

Insiden antara McManaman dengan Grobbelaar terjadi pada tahun 1993 dalam derby lawan Everton. Saat itu Grobbelaar merupakan pemain veteran sedangkan McManaman masih jadi pemain muda Liverpool.

McManaman melakukan kesalahan karena tendangan sapuannya terlalu lemah sehingga Everton bisa mencetak gol.

Grobbelaar menumpahkan kemarahannya pada McManaman dengan berteriak di wajah McManaman bahkan sempat mencekik leher McManaman. McManaman sempat mendorong wajah Grobbelaar sebelum akhirnya pergi meninggalkannya.

Liverpool pun kalah 0-2 di akhir pertandingan.

Arjen Robben-Frank Ribery (Bayern Munich)

Dua sayap mematikan milik Bayern Munich ini pernah bertikai di lapangan saat laga lawan Real Madrid pada semifinal Liga Champions 2012.

Pertikaian terjadi saat Bayern Munich mendapatkan tendangan bebas. Robben dan Ribbery kemudian cekcok yang masih terus berlanjut hingga perjalanan ke ruang ganti hingga para pemain lainnya harus memisahkan mereka.

Bayern Munich menolak berkomentar tentang insiden tersebut dan beruntung 'FC Hollywood' keluar sebagai pemenang di akhir pertandingan.

Jens Lehmann-Marcio Amoroso (Borussia Dortmund)

Dalam duel tensi tinggi melawan Schalke, Jens Lehmann sangat kecewa karena gawangnya kebobolan. Lehmann merasa Amoroso harus bertanggung jawab atas gol tersebut. (cnnindonesia.com)

Pengalaman berkesan didapat oleh pesinetron cantik, Fiona Fachru Nisa di ajang Piala AFF U-18 2017. Fiona berkesempatan mendukung timnas Indonesia U-19 secara langsung di Myanmar.

Runner-up Miss Celebrity 2011 ini mengaku sangat bangga menjadi warga Indonesia yang bisa hadir menyaksikan perjuangan timnas U-19 di stadion. Kesempatan itu sekaligus membuatnya jadi melek soal sepakbola.

Timnas besutan pelatih Indra Sjafri itu baru saja menyelesaikan babak semifinal Piala AFF U-18 melawan Thailand, pada Jumat (15/9/2017). Sayang, skuat Garuda Nusantara harus takluk 2-3 dalam drama adu penalti.

Hingga babak empat besar ini, dukungan terus diberikan oleh suporter Merah Putih. Tak terkecuali Fiona yang bisa menonton langsung salah satu laga penyisihan grup B Piala AFF ini.

"Pengalaman jadi suporter, rasanya bangga banget bisa mendukung dan memberi semangat untuk kemenangan Indonesia secara langsung. Dan saya melihat banyak suporter Indonesia dari berbagai macam daerah, mereka rela terbang ke Myanmar hanya untuk mendukung Indonesia," tutur Fiona kepada Bola.net.

"Walaupun berbeda suku tapi kita semua tetap satu. Itu membuat aku menjadi lebih bangga menjadi warga Indonesia," tambahnya.

Keberadaan Fiona rupanya bukan karena kebetulan. Dia berada di sana untuk menemani perjalanan sang suami, Roni Fauzan yang didapuk sebagai manajer timnas U-19.

"Serunya sekarang saya jadi lebih mengerti tentang bola karena jujur dulu saya buta tentang bola. Seru melihat semangat timnas U19 saat latihan dan bertanding. Dan aku sangat salut mereka tidak pernah lupa berdoa," ucapnya. (bola.net)

Page 1 of 64

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM