News

You are here:Home News Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat

Rate this item
(0 votes)
in News

Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat

By Published July 14, 2017

Cina menghadapi berbagai kritik dari dunia internasional atas perlakuan terhadap Liu Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia pada usia 61 tahun akibat kanker liver.
Komite Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung jawab besar' atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada 2010.
Di samping menyebut kematian Liu "terlalu dini", Komite Nobel juga menyatakan sikap Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri "sangat mengganggu".

Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa berobat ke luar negeri.
"Cina kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara cepat, transparan, dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui jauh sebelumnya," kata Gabriel.

Pernyataan senada dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.
"Liu Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar negeri, yang berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah dan kini saya mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda Liu," kata Johnson.
Pemerintah Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani perawatan. Larangan itu disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan bahwa dia sudah terlalu sakit untuk melakukan perjalanan.
Namun seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa waktu lalu mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih mampu melakukan perjalanan.
Setelah Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis meminta kepada Cina untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar negeri.
Permintaan ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid Ra'ad Al Hussein, yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu Xia."

'Kekuatan Barat' mempolitisasi
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Cina menanggapi kematian Liu Xiaobo. Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial yang menuding 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.
Sejumlah koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina sangat sepi. Kantor berita Xinhua dan CCTV hanya merilis pernyataan singkat pada situs berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal dunia.
Harian Global Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina menerbitkan editorial berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban penyesatan" Barat.
"Pihak Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa kekuatan Barat selalu mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan perawatannya sebagai isu 'hak asasi'."
Di media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah disensor. Sejumlah komentar dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji lilin. (bbcindonesia.com)

Read 276 times

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM