News

You are here:Home News

Rusia memperingatkan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat di Suriah bahwa mereka pesawat-pesawat koalisi mungkin akan dijadikan sebagai sasaran.

Peringatan ini disampaikan setelah AS menembak jatuh pesawat Su-22 milik pemerintah Suriah. Menurut pasukan koalisi, pesawat tersebut sengaja ditembak jatuh lantaran mengebom para milisi dukungan AS dalam melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Provinsi Raqqa.

Pemerintah Rusia -yang merupakan sekutu utama Suriah- juga mengatakan menghentikan semua komunikasi dengan AS yang ditujukan untuk mencegah insiden antara kedua pihak.

Suriah mengatakan 'serangan mencolok itu' akan menimbulkan 'akibat yang berbahaya'.

Amerika Serikat mendukung kelompok perlawanan yang sedang berupaya mengusir militan dari kota Raqqa, yang secara de facto merupaka ibu kota 'kekhalifahan' sebagaimana diproklamirkan ISIS pada 2014.

Tidak sampai 'menembak'

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, "Setiap pesawat, termasuk pesawat terbang dan yang tidak berawak milik koalisi internasional yang beroperasi di Sungai Efrata akan dilacak oleh kekuatan antiudara di ruang angkasa serta di lapangan dan diperlakukan sebagai sasaran."

Namun Rusia tidak menyatakan secara gamblang bahwa mereka akan menembak jatuh pasukan koalisi.

Kantor berita Reuters mengutip seorang juru bicara militer AS yang mengatakan melakukan pemosisian ulang pesawat terbangnya di Suriah setelah insiden terbaru ini untuk menjamin keselamatan para awak.

Rusia juga membantah bahwa Amerika Serikat menggunakan saluran komunikasi sebelum pesawat termpur Su-22 tersebut ditembak jatuh dan oleh karena itu menghentikan memorandum kerja sama dengan koalisi untuk mencegah insiden dan menjamin keselamatan penerbangan.

Namun Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Joe Dunford, mengatakan pihaknya berupaya untuk menjalin kembali komunikasi untuk 'mencegah konflik' dengan Rusia dan menambahkan tetap menggunakannya 'selama beberapa jam terakhir'.

Setelah menjatuhkan bom

Bukan pertama kali komunikasi kedua pihak diputus. Bulan April, jalur komunikasi langsung dihentikan setelah AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat milik Suriah sebagai tanggapan atas serangan kimia Suriah ke kawasan yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib.

Namun Washington dan Moskow sepakat untuk menjalin kembali komunikasi bulan lalu.

Dalam insiden terbaru ini, pesawat pengebom Su-22 ditembak oleh pesawat tempur F/A-18E Super Hornet setelah menjatuhkan bom di Provinsi Raqqa, Minggu (15/06) siang waktu setempat.

AS mendukung Pasukan Demokratik Suriah atau SDF -yang merupakan aliansi para pejuang Kurdi dan Arab- dalam melakoni serangan ke Raqqa.

Namun Rusia dan Suriah mengatakan Su-22 ditembak ketika sedang dalam misi melawan ISIS sekitar 40km di sebelah barat daya Raqqa.

Pilot warga Suriah -menurut pernyataan yang dikeluarkan Rusia- melompat ke luar di kawasan yang dikuasai ISIS dan 'nasibnya masih belum diketahui' (bbcindonesia.com)

????❤️ #Ljajic

A post shared by Adem Ljajić (@_ademljajic_) on

???

A post shared by Adem Ljajić (@_ademljajic_) on

Lazio Indonesia ?? ⚪️?

A post shared by Stefan de Vrij (@stefandevrij) on

Last night

A post shared by Stefan de Vrij (@stefandevrij) on

Dua pemain bintang dari Serie A yakni Stefan de Vrij dan Adem Ljajic tengah menghabiskan sebagian waktu liburannya di musim panas ini untuk mengunjungi Indonesia.

De Vrij adalah pilar lini belakang dari klub Lazio. Sementara itu, Ljajic adalah pilar lini tengah klub Torino.

Meski sama-sama ke Indonesia, kedua pemain ini sempat mengunjungi dua destinasi wisata yang berbeda. De Vrij, yang berasal dari Belanda, mengunjungi Lombok dan berlanjut ke Bali. Sementara Ljajic, yang berasal dari Serbia, lebih dahulu berkunjung ke Pulau Dewata tersebut.

Kehadiran keduanya ke Indonesia sendiri terdeteksi setelah mereka mengunggah foto-foto liburannya ke akun Instagram mereka masing-masing.

Dilihat dari tanggal unggahan mereka, Ljajic lebih dahulu datang ke tanah air. Ia datang bersama kekasihnya, Sofija Milo, dan sepertinya menghabiskan waktu lama di Bali.

Di Bali, kabarnya ia sempat berkunjung ke sejumlah tempat seperti Ubud dan Uluwatu. Mereka juga mengunjungi Nusa Lembongan dan melakukan aktivitas snorkeling di sana.

Sementara itu, kehadiran De Vrij terdeteksi baru-baru ini. Bahkan sekitar tiga hari lalu, ia sempat bertemu dengan sejumlah penggemar Lazio asal Indonesia dan berfoto bersama mereka.

Setelah menghabiskan waktu di Lombok dan mengunjungi destinasi wisata seperti Gili Trawangan, ia kemudian melanjutkan liburannya ke Bali.

Indonesia, khususnya Bali, tidak asing di mata para pesepakbola internasional. Sosok seperti David Beckham, David De Gea, Raphael Varane, Sami Khedira hingga Cristiano Ronaldo pernah berlibur di Pulau Dewata. (bola.net)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara soal fotonya yang tengah tidur di bandara. Foto itu belakangan menjadi viral di media sosial dan menjadi pemberitaan berbagai media massa.

Susi mengatakan, foto itu diambil saat ia menunggu pesawat di Bandara John F Kennedy, New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Susi baru saja menghadiri konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai kelautan. Susi mengaku Konferensi Laut PBB pada 5-9 Juni 2017 itu membuatnya kelelahan sehingga ia pun tertidur di Bandara.

"Ya orang ketiduran, capek," kata Susi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Susi mengatakan, pesawat yang akan mengantarnya ke Indonesia baru akan berangkat dalam dua jam ke depan.

Susi merasa waktu tersebut sangat berharga untuk dimanfaatkan beristirahat. Setelah tidur sejenak, Susi merasa staminanya kembali pulih.

Foto Susi tengah tertidur pulas di bandara pertama kali dibagikan oleh akun Facebook atas nama Jim B Aditya, pada Senin (12/6/2017) pukul 00.01 tengah malam.

Akun tersebut memberikan pujian pada Susi. Menurut dia, saat itu Sang Menteri tertidur karena kelelahan setelah menjadi pembicara dalam konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kelautan di New York.

"Perempuan tangguh ini layak diberi gelar Ibu Kelautan Indonesia. Tertidur kelelahan di VIP Lounge Bandara JFK, New York, setelah sehari sebelumnya tampil di acara konferensi PBB mengenai kelautan di New York, Amerika Serikat," tulis Jim melalui akun Facebook-nya.

Sekitar delapan jam setelah diunggah Jim, foto itu telah dibagikan sebanyak 715 kali, dan mendapat respons lebih dari 5.000 netizen. (kompas.com)

Pada saat tahun ajaran baru bulan Juli mendatang, sebagian murid-murid dari SD sampai SMA di Indonesia akan ke sekolah selama lima hari dalam satu minggu dan pulang sore, kebijakan baru yang banyak dipertanyakan terkait anak-anak yang harus kerja untuk membantu orang tua.

Jam sekolah selama 40 jam selama lima hari untuk semua sekolah akan diterapkan secara nasional secara bertahap pada tahun ajaran baru 2017/2018, untuk 'penguatan karakter anak', kata Chatarina Girsang, staff ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Chatarina mengatakan sekolah selama lima hari seminggu tidak akan menambah jam belajar anak.

"(Ini untuk) penguatan karakter anak, jadi bukan menambah jam belajar dan kurikulumnya... bahkan kurikulum akan dimodifikasi... Kegiatan-kegiatan positif akan kita maksimalkan dalam lima hari," kata Chatarina kepada BBC Indonesia.

Saat ini jam sekolah dasar ada yang selesai pukul 12:00 siang ataupun pukul 13:00.

"Jamnya (jam mulai) terserah, yang penting 40 jam satu minggu, per hari delapan jam dengan istirahat setengah jam," tambahnya.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan Kamis (08/06) lalu, bahwa pihaknya sedang menggodok Permendikbud sebagai dasar kebijakan sekolah lima hari dalam satu minggu ini.

Namun banyak pertanyaan yang muncul di seputar penerapan kebijakan ini, terutama terkait anak-anak di pedesaan yang harus membantu orang tua bekerja sejak usia dini.

Di daerah transmigrasi dan banyak daerah pedesaan lain, anak-anak banyak yang membantu orang tua mereka setelah sekolah.

Jam sekolah sekolah dasar di Indonesia pada umumnya selesai pada tengah hari.

"Anak sekecil itu sudah menanggung orang tua"

Banyak netizen, termasuk guru, menyatakan keberatan terkait rencana penerapan sekolah lima hari ini melalui media sosial.

Akun atas nama Djoko Poernomo misalnya, menulis melalui Facebook, "Pak Mentri !!!! muridku 35% anak-anak Transmigrasi, biasanya setelah pulang sekolah membantu pekerjaan orang tua di sawah atau ngarit cari rumput, dan banyak muridku sudah pandai menjual tenaga sebagai penyabit rumput di perkebunan sawit, nah kalau mereka pulang jam 4 sore pasti mereka tidak akan melakukan kegiatan pendidikan karakter yang nyata, saya takut mereka akan rontok dengan sistem pulang sore."

"Salah satu muridku baru kelas 7, anak transmigrasi namun bapaknya sakit sdh nggak (sudah tidak) bisa kerja, jadi dia pulang sekolah sekolah harus berjalan kaki 5 km menuju bekas galian timah, nyari ampas timah, dari sinilah dia membiaya makan keluarganya, dari sekolah sdh (sudah) menggratiskan semua termasuk baju seragam, untuk makan jelas diluar kemampuan sekolah... sedih saya tanya sama dia tiap hari hanya makan 2x cuma lauk tempe tanpa sayur sama sekali... sedih rasanya lihat anak sekecil itu sdh menanggung orangtua dan adik-adiknya," tambahnya.

Pengguna lain atas nama Yosef Agung Prawiro menulis dari sisi kesiapan sekolah, "Fullday Sch (hari penuh sekolah) belum saatnya diberlakukan di seluruh Indonesia (Nasional), hal yang perlu diperhatikan, sarana prasarana tiap sekolah apa mencukupi?"

Chatarina Girsang mengatakan akan ada perkecualian menyangkut sekolah lima hari ini.

"Apabila sekolah belum siap akses transportasi tentu akan kita kecualikan... Kita juga lagi menginventarisir mana daerah kabupaten yang siap... sarana prasarana, fasilitas sekolah dan akses transportasi," kata Chatharina.

"Yang kita utamakan adalah hak anak mendapatkan pendidikan," tambahnya.

Tetap semangat belajar

Seorang guru di Nias Selatan, Indri Rosidah, mengatakan di daerah tempat dia mengajar anak-anak SD biasanya diminta orang tua untuk mengasuh adik, sementara yang sudah di sekolah menengah di minta bekerja di ladang.

Indri bercerita salah seorang muridnya Boisman Gori membawa dan menjaga adiknya sambil sekolah.

"Saat belajar mereka memang tetap semangat, sudah mereka anggap biasa saja (untuk bekerja membantu orang tua)," kata Indri.

Di Desa Ueruru, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, seorang guru lain, Novim Aivianita Hanifi, mengatakan sebagian muridnya juga membantu orang tua mereka.

"Sebagian ada yang membantu orang tua sperti berkebun dan ikut menjala ikan di laut," kata Novim.

Indri dan Novim termasuk di antara sekitar 3.000 guru yang mengikuti Program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang diselenggarakan Kemendikbud.

'Gangguan pencernaan'

Retno Listyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) , mengatakan tidak menyepakati kebijakan ini karena kondisi masyarakat yang berbeda-beda.

"Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan semua kota besar, tipologi dan kondisi masyarkat berbeda-beda, maka perlu persiapan," kata Retno.

Ia mengatakan survei yang dilakukan FSGI terkait sekolah di Jakarta yang menerapkan kebijakan sekolah lima hari menunjukkan banyaknya anak yang mengalami gangguan pencernaan karena jam makan yang terganggu.

"Dalam tiga tahun penerapan (di DKI Jakarta) sakit pencernaan terjadi, karena mereka terlambat makan. Misalnya masuk jam 0630 di kelas, belum sempat sarapan dan mereka sarapan pada istirahat pertama jam 10:00, pada jam makan siang tak makan karena masih kenyang akhirnya makan siang jam 03:00. Ini sebenarnya pelanggaran hak anak," kata Retno.

Ditambahkannya bahwa anggota FSGI yang tersebar di 29 kabupaten dan banyak murid mereka yang membantu 'orang tuanya berlandang, berkebun, jualan, nelayan... sehingga kalau sekolah sampai sore dampaknya akan ke ekonomi keluarga juga'.

Retno juga mengatakan dengan prasarana terbatas dengan situasi sekolah di Indonesia yang halamannya cuma sedikit, sempit maka akan sulit membuat anak betah dan nyaman di sekolah dan di ruang kelas.

Tetapi staff ahli Mendikbud, Catharina Girsang mengatakan penambahan jam di sekolah ini mencakup kegiatan di luar kelas.

"Bukan berarti di kelas selama delapan jam, bisa juga kegiatan di luar seperti mengamati pasar, diberi tugas apa, jadi pelajaran bukan di kelas semua, ada kegiatan kurikuler dan ekstra kurikulernya," kata Chatarina. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 183

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net