Register
android FB twiter

apple

BB

 

instagram

 

 

youtube

 

Jakarta
PDF
Print
E-mail
Wow! Rumah Syahrini Nyaris Disegel

Written by Nisa anjani

Penyanyi Rini Fatimah Jaelani atau Syahrini kesandung masalah. Rumahnya di komplek Haur Jaya, Jalan Bitung I, nomor 12, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, nyaris disegel Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor, Rabu (29/7).

 

Itu lantaran aktris yang juga akrab disapa Princess tersebut belum membayar Pajak bumi dan bangunan (PBB) selama lima tahun.

   

Kabarnya, Dispenda bahkan sudah menyiapkan papan segel yang akan dipasang di depan kediaman sang Princess. Namun itu urung dilakukan, lantaran di hari itu juga, mantan pasangan duet Anang Hermansyah tersebut langsung melunasi semua tanggungannya.

   

“Tidak sampai disegel, kami hanya berikan surat teguran saja. Tapi sudah langsung dilunasi kemarin sore, Rabu (29/7),” kata Kepala Dispenda Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh kepada Radar Bogor (grup JPNN).

   

Rencana penyegelan kediaman Syahrini itu berbarengan dengan ratusan rumah dan hotel yang belum melunasi PBB hingga akhir Juli 2015. Daud menjelaskan, sedikitnya ada 43 hotel, restoran dan tempat hiburan yang tengah dibidik Dispenda. Seluruhnya sudah ditempeli stiker 'Wajib Pajak dalam Pengawasan Dispenda'.

   

“Sudah kami layangkan juga surat teguran kepada mereka yang tidak membayarkan PBB di atas lima tahun dengan nominal minimal Rp30 juta. Jika tetap tetap menunggak, akan diproses melalui kejaksaan negeri sebagai bagian dari advokasi pemerintah,” jelasnya.

   

Itu mengacu pada Perda nomor 21 tahun 2011 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah. Jika surat teguran sudah dilayangkan sebanyak tiga kali, maka akan diproses melalui Kejaksaan Negeri. Ancaman sanksi bagi para pengemplang pajak adalah hingga pencabutan izin usaha, dan menjadi daftar hitam Pemkot Bogor.

   

Daud menambahkan, saat ini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor yakni Rp617 miliar. Sementara hingga akhir semester awal 2015 baru tercapai Rp224 miliar. (jpnn.com)

 
PDF
Print
E-mail
Selain Raline Shah, 2 Artis Ini Selfie Bareng Personel Big Bang

Written by Nisa anjani

Raline Shah mendadak menjadi perbincangan lantaran mengunggah foto selfienya bareng G-Dragon. Bukan hanya itu, Raline juga memperlihatkan videonya bersama Seungri menyanyikan Fantastic Baby.

 

Dalam sekejap nama Raline Shah pun membuat heboh media sosial. Selain bersama G-Dragon dan Seungri, aktris cantik ini juga berpose dengan Daesung serta Taeyang. Terang saja, VIP, sebutan fans Big Bang, merasa iri dengan Raline Shah.

 

Raline Shah berpose bersama G-Dragon saat Big Bang konser di Indonesia. (foto: instagram.com/raline_shah)

 

Ternyata bukan hanya Raline Shah yang berhasil selfie bareng para personel Big Bang. Ada dua artis lainnya yang juga mengabadikan foto berdua dengan beberapa personel Big Bang. Siapa sajakah mereka? Mari kita lihat!

 

Selain Raline Shah, transgender Dena Rachman juga menjadi artis yang berhasil foto bersama personel Big Bang yakni Seungri. Pasalnya tak sembarang orang bisa berpose dengan anggota boyband asal Korea tersebut lantaran pengamanan yang begitu ketat.

 

Rupanya Dena Rachman yang lebih dulu mengunggah foto bertemu dengan Seungri pada Sabtu (1/8/2015). Mereka kompak mengenakan atasan putih di foto tersebut. "Annyeong, @seungriseyo! Selamat datang di Jakarta!" begitu tulis Dena sebagai keterangan fotonya.

 

Dena Rachman juga berhasil selfie bersama Seungri Big Bang. (foto: instagram.com/denarachman)

 

Bukan cuma bersama Seungri, Dena Rachman juga berpose dengan Taeyang. Foto ini diambil di belakang panggung konser Big Bang di ICE BSD, Tangerang, tadi malam.

 

"Terima kasih untuk waktunya dan juga handuknya! Hahaha! Kami sangat bersenang-senang semalam. Sampai berjumpa kembali!" kata Dena Rachman dalam Bahasa Inggris sebagai keterangan foto.

 

Bukan cuma Raline Shah dan Dena Rachman saja, Dimas Beck pun mendapat kesempatan selfie bersama Seungri Big Bang. Hal ini terlihat di akun Instagram Dimas Beck yang diunggahnya Minggu (2/8/2015).

 

Dimas Beck dan Seungri Big Bang tersenyum bersama di foto tersebut. Gambar ini pun juga ikut membuat heboh media sosial Dimas Beck. Keterangan foto yang ditulis personel Bukan Bintang Biasa (BBB) itu tampak menggelitik tawa.

 

Dimas Beck juga beruntung bisa selfie bersama Seungri Big Bang. (foto: instagram.com/dimasbeck)

 

"Gimana kalau #BBB kolaborasi sama #BigBang yaa? Kayaknya oke juga nih," ujar Dimas Beck.

 

Kedatangan Big Bang dalam rangka tur konsernya bertajuk Made Tour Concert in Indonesia 2015. Daesung, Taeyang, Seungri, G-Dragon, dan T.O.P sukses menghibur para VIP selama 2,5 jam dengan membawakan 20 lagu. (LIputan6.com)

 
PDF
Print
E-mail
Benda Misterius Itu Hampir Dipastikan Puing MH370

Written by Nisa anjani

SECERCAH asa baru pencarian boeing 777 MH370 muncul usai ditemukannya benda yang diduga puing pesawat di Pulau Reunion, Samudra Hindia, Prancis. Pakar ilmu kelautan Australia menyatakan model arus laut konsisten dengan temuan potensi puing pesawat boeing 777.

 

Model arus laut konsisten dengan penemuan potensi puing-puing di daerah tropis, yang kira-kira berjarak 3.700 kilometer di utara-barat, kata para ahli oseanografi. Arus besar, yang bergerak berlawanan dengan arah jarum jam yang disebut pilin, mencakup sebagian besar bagian selatan dari 70,5 juta kilometer persegi Samudra Hindia.

 

Arus besar ini bergerak ke Timur Samudera Hindia di dekat Antartika, ke pantai Australia Barat dan ke arah barat di bawah khatulistiwa ke arah La Reunion dan Madagaskar, sebelum akhirnya berbelok ke selatan.

 

"Hasil dari model arus yang kami lakukan tahun lalu memprediksikan kemunculan puing pesawat ini dalam waktu 18-24 bulan setelah kecelakaan, itu merupakan kemungkinan puing pesawat itu akan berakhir di sekitar kawasan itu," kata Charitha Pattiaratchi, profesor ilmu kelautan pesisir dari Universitas Australia Barat.

 

Titik asal puing itu "pasti akan berada di belahan bumi selatan, akan bergerak menuju ke timur, itu pasti akan mencakup area pencarian fisik yang dilakukan saat ini,” tambahnya.

 

Pencarian fisik pesawat MH370 yang saat ini baru rampung setengah dan telah mencakup 120.000 kilometer persegi dasar laut. Pemodelan yang dilakukan Pattiaratchi menunjukan puing-puing pesawat itu bisa tersapu jauh hingga ke barat Madagaskar dalam waktu dua tahun, atau juga tersapu jauh ke arah Timur hingga pesisir Tasmania atau lebih jauh lagi.

 

Dave Gallo, yang juga ikut memimpin pencarian untuk penerbangan Air France 447 yang jatuh itu di Samudera Atlantik pada tahun 2009 memperingatkan menelusuri kembali puing-puing yang tersapu ke daratan melalui model laut dapat menyesatkan peneliti.

Retro-drifting dari reruntuhan yang ditemukan hanya lima hari setelah Air France mengalami kecelakaan saja tidak menghasilkan terobosan apapun katanya.

 

"Kami menghabiskan dua bulan di daerah itu dan tidak menemukan apa-apa. Kondisi itu melahirkan ketidakpercayaan dari industri," kata Gallo, Direktur Proyek Khusus dari Institutsi Kelautan Woods Hole.

 

Jika berhasil dipastikan puing itu berasal dari MH370, maka puing tersebut dapat memberikan lompatan penting bagi upaya pencarian pesawat MH370. Temuan ini juga dapat membantu menyingkirkan beberapa teori konspirasi yang lebih aneh serta meningkatkan prospek penemuan lebih banyak puing-puing di daerah yang sama.

 

"Ketika kami pertama kali memulai pencarian tidak ada sedikit pun bukti nyata kalau disana memang ada pesawat yang jatuh sama sekali,” kata Gallo.

 

Bagian dari serpihan pesawat sepanjang 2 meter itu ditemukan oleh orang yang sedang membersihkan pantai di sebelah Timur Madagascar yang jaraknya ribuan kilometer dari lokasi MH370 diperkirakan jatuh.

 

Perkembangan baru itu muncul setelah ahli kelautan mengatakan sangat masuk akal jika puing-puing dari pesawat yang hilang bisa tersapu hingga ke dekat Afrika oleh arus laut.

 

Badan investigasi kecelakaan udara Prancis sedang mempelajari puing-puing itu untuk menentukan apakah puing pesawat yang ditemukan memang berasal dari pesawat MH370. Pesawat Boeing 777 milik maskapai Malaysia Airline ini  menghilang tanpa jejak pada 8 Maret 2014  atau 16 bulan yang lalu dalam rute perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan membawa 239 penumpang dan awak. (jpnn.com)

 
PDF
Print
E-mail
Dirjen Daglu Kemendag Non-aktif Dijerat Pasal Pencucian Uang

Written by Nisa anjani

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan non aktif, Partogi Pangaribuan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap dalam dwelling time peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Oleh polisi, dia dikenai Pasal pencucian uang.

 

"Saudara PP dikenai Pasal 3 dan 6 Undang Undang Nomor 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M Iqbal kepada wartawan di kantor Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/7/2015).

 

Setelah diperiksa lebih dari 12 jam, hingga menjelang dini hari, Partogi yang didampingi kuasa hukumnya masih diperiksa oleh penyidik.

 

"Terhadap Dirjen Perdagangan Luar Negeri Nonaktif, masih terus kita lakukan pemeriksaan secara maraton dan kita masih ada waktu sampai besok pagi," kata Iqbal.

 

Hingga saat ini sudah ada 12 orang saksi yang diperiksa untuk kasus ini.

 

"Total sudah 12 orang saksi yang diperiksan" jelasnya. (Detik.com)

 
PDF
Print
E-mail
Penjahat Terbesar Sydney Tahun 80-an Akhirnya Tertangkap

Written by Nisa anjani

Setelah tiga dekade, kepolisian Sydney, Australia, akhirnya berhasil menangkap pelaku kejahatan terbesar yang tidak terungkap yakni pengeboman pengadilan keluarga dan pembunuhan di kota itu tahun 1980-an.

 

Serangan itu terjadi antara tahun 1980 dan 1985, dan sasarannya adalah hakim Pengadilan Keluarga Australia dan keluarganya, pengacara serta anggota komunitas. Kepolisian menyebut total korban sebanyak 4 orang.

 

Hakim Pengadilan Keluarga, David Opas ditembak di luar rumahnya, hakim Richard Gee terluka akibat bom yang diledakan di rumahnya dan bom lainnya menewaskan isteri hakim Ray Watson.

 

Korban lainnya adalah Stephen Blanchard, yang tewas ditembak dan Menteri Saksi Jehovah, Graham Wykes tewas dalam serangan bom di aula gereja.

 

Tiga tahun lalu, detektif yang berdinas di unit penyelidikan kasus pembunuhan memulai penyelidikan terhadap kasus tersebut.

 

Pada Rabu (29/7/2015) pagi Pasukan Penyelidik tersebut dibantu oleh personel dari Unit Taktis menangkap pria berusia 68 tahun di Campbelltown.

 

Penelusuran ABC menyebutkan pria itu bernama Leonard John Warwick, yang merupakan orang yang dicari-cari dalam penyelidikan itu.

 

Dia dibawa ke Kantor Polisi Narellan dimana akhirnya didakwa dengan sejumlah dugaan pelanggaran termasuk 4 kasus pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

 

"Bukti-bukti yang berhasil kami kumpulkan termasuk bukti baru sangat signifikan, barang-barang bukti yang ada sebelumnya kami tingkatkan penelitiannya dengan menggunakan teknologi yang tidak tersedia 30 tahun yang lalu,” kata Wakil Komisaris Nick Kaldas.

 

"Kegigihan para detektif yang terlibat, profesionalisme dan komitmen yang telah ditunjukan oleh tim yang dipimpin oleh Inspektur Detektif Pam Young, sangat luar biasa,”

 

Detektif Inspektur Mick Willing mengatakan penangkapan pria itu adalah puncak dari kerja keras timnya selama tiga tahun.

 

"Tiga tahun merupakan waktu yang lama, tapi kasus ini sudah berlangsung selama 30 tahun, dan pesannya adalah kami tidak pernah menyerah dan akan terus menginvestigasi kasus ini,” tegasnya.

 

Menurut Mick Willing, keluarga korban dalam kasus itu diinformasikan mengenai penangkapan pelaku pada Rabu pagi dan mengaku terkejut sekaligus merasa lega.

 

Sue Chapman, anak dari Hakim Watson, yang isterinya Pearl juga ikut tewas dalam serangan bom di rumah mereka, mengatakan penangkapan itu memberikan ketenangan.

 

"Saya sangat berterima kasih karena akhirnya polisi bisa menangkap seseorang,” katanya.

 

Ketua Mahkamah Keluarga, Diana Bryant, mengatakan dalam sebuah pernyataan dirinya berterima kasih kepada polisi karena akhirnya bisa menangkap pelaku setelah begitu lama kasus kejahatan itu tidak memiliki kejelasan,”

 

Dia menolak untuk membuat komentar lebih lanjut sampai proses peradilan selesai.

 

Puluhan petugas telah melakukan pencarian besar-besaran hingga ke rumah pelaku Leonard John Warwick di wilayah pedesaan di Douglas Park, dan telah mengobrak abrik seluruh isi rumah, garasi dan gudang besar. Di antara barang yang diperiksa oleh polisi adalah sebuah perahu, sedikitnya satu buah kendaraan dan kotak yang berserakan di halaman rumput rumah itu.

 

Pada tahun 1984, polisi menawarkan hadiah 500.000 dollar Australia untuk informasi tentang serangan di Mahkamah Keluarga itu. (Kompas.com)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 211

JOIN ON FACEBOOK

FOLLOW ON TWITTER

CALENDAR EVENT

S5 Box

Login



Register

*
*
*
*
*

Fields marked with an asterisk (*) are required.