Pertandingan di La Liga 2 belum lama ini sempat mengundang kehebohan di Spanyol. Kehebohan itu lantaran ulah pelatih klub Cultural Leonesa Ruben de La Barrera pada laga melawan tuan rumah Albacete di Stadion Belmonte, Sabtu (24/3).

Barrera yang asal Spanyol itu mencoba menggagalkan serangan balik tim lawan bukan dengan instruksi kepada para pemain Cultural Leonesa di lapangan.

Seolah masih ingin menjadi pemain, Barrera merebut bola dari kaki pemain Albacete Mariano Bittolo yang mencoba melakukan serangan balik di dekat garis lapangan.

Tanpa ragu Barrea menarik bola dengan menggunakan kaki kanannya sehingga bola keluar. Sang pemain lawan itu pun tampak kesal dengan aksi Barrera merebut bola darinya.

Barrera usai melakukan aksi tersebut menunjukkan wajah seolah tak bersalah sembari memberikan instruksi kepada pemainnya di lapangan.

Pengadil lapangan, Jose Lopez, langsung memberikan hukuman terhadap Barrera. Lopez mengusir Barrera dari lapangan pada menit ke-89 karena ulah konyolnya tersebut.

Usai pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol itu, Barrera tetap mencoba berkilah membela aksinya itu. Ia yakin bahwa bola sudah ke luar lapangan sebelum digiring Bittolo untuk melakukan serangan balik.

"Itu merupakan tindakan berdasarkan naluri. Saya percaya bahwa bola sudah bergulir ke luar lapangan," ujar Barrera.

"Saya sempat bicara kepada wasit dan semoga saja ia akan memikirkan kembali apa yang ia interpretasikan di jalan yang sama."

Dikutip dari Marca, Asosiasi Sepak Bola Spanyol [RFEF] menjatuhi hukuman kepada Barrera berupa larangan mendampingi Cultural Leonesa di empat pertandingan.

Dengan demikian Barrera tidak bisa mendampingi Cultural Leonesa saat melawan Real Zaragoza, Barcelona B, Tenerife, dan Granada.

Barrera juga dijatuhi hukuman denda sebesar €3.006 atau setara Rp51 juta. Sementara Cultural Leonesa mendapat hukuman denda €800 atau setara Rp13,5 juta. (cnnindonesia.com)

Sebuah Mural untuk merayakan 110 tahun berdirinya Inter Milan dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab pada hari Kamis (22/03) kemarin.

Mural tersebut dilukis di area Barbieri di kota Milan. Rencananya mural itu akan diresmikan ke publik pada Jumat pagi (23/03) waktu setempat.

Di mural tersebut, tergambar sejumlah legenda Nerrazurri. Di antaranya Giacinto Facchetti, Giuseppe Bergomi, Ronaldo, Diego Milito, hingga wakil persiden Inter saat ini Javier Zanetti.

Dari laporan Calciomercato, kini mural itu ternoda oleh noda-noda merah, khususnya di bagian tengah. Tak cukup sampai di situ, di bawah bagian mural itu juga tertulis sebuah umpatan yang ditujukan untuk La Beneamata.

"Inter merda." Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya kurang lebih "Inter bak (maaf) kotoran."

Calciomercato menambahkan, hal semacam ini bukan kejadian pertama yang pernah dialami oleh Inter. Mereka juga menyebut banyak pihak yang menduga aksi ini dilakukan oleh oknum suporter lawan.

Inter sendiri didirikan pada 9 Maret 1908 silam. Saat ini Nerrazurri mencoba membangkitkan diri dari keterpurukan yang mereka alami dalam beberapa musim belakangan. (bola.net)

Klub asal Turki Besiktas didakwa bersalah oleh UEFA setelah seekor kucing menginvasi lapangan Vodafone Park kala dilangsungkannya pertandingan melawan Bayern Munchen.

Laga antara Besiktas vs Bayern tersebut merupakan laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan itu dimenangi oleh sang tamu dengan skor telak 3-1.

Akan tetapi jalannya pertandingan sempat terhenti beberapa saat. Wasit Michael Oliver menghentikan laga itu di babak kedua setelah melihat ada seekor kucing oranye masuk ke lapangan.

Kucing jantan itu memanjat papan iklan sebelum akhirnya memasuki lapangan pertandingan. Setelah beberapa saat, kucing itu akhirnya kembali berlari keluar lapangan.

Insiden seperti itu sudah cukup jamak terjadi di penjuru dunia. Akan tetapi kali ini insiden itu harus dibayar mahal oleh Besiktas.

Melalu pengumuman resmi, UEFA menyebut Besiktas didakwa bersalah karena "organisasi (panpel) yang tidak cukup bagus" berdasarkan Pasal 16 (1) peraturan disiplinernya karena membiarkan "hewan masuk di lapangan permainan."

Selain itu mereka juga bisa dijatuhi hukuman tambahan. Pasalnya ada fans mereka yang melemparkan benda-benda ke tengah lapangan dan memblokir tangga. Kasus itu nanti akan disidangkan lagi tanggal 31 Mei mendatang.

Si kucing itu sendiri benar-benar menjadi bintang di pertandingan tersebut. Ia bahkan didapuk sebagai 'Man of the Match' melalui akun media sosial resmi Bayern. (bola.net)

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mempertahankan gelar juara di ganda putra turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, All England.

Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu petang (18/03) atau Senin dini hari WIB, Kevin/Marcus menang dua set langsung atas pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan 21-18 dan 21-17.

"Senang rasanya bisa merebut gelar bergengsi. Luar biasa bisa juara lagi," kata Kevin kepada BBC Indonesia setelah pertandingan.

Kevin menambahkan kunci kemenangan di babak final adalah fokus untuk meraih poin demi poin dan meminimalkan kesalahan: "Jangan banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu saja sih."

Hal senada disampaikan Marcus, bahwa dia dan Kevin mencoba untuk tampil tanpa beban meski diakui tidak mudah karena datang sebagai juara bertahan.

"Menikmati pertandingan, jangan ada tekanan. Fokus satu demi satu dan melakukan yang terbaik," kata Marcus.

Boe/Mogensen memberikan perlawanan gigih, terutama di set kedua, dengan terus menempel ketat perolehan poin Kevin/Marcus, namun ternyata belum cukup untuk menahan laju pasangan Indonesia itu.

Boe menyebut Kevin punya 'pukulan ajaib'.

"Ada bola yang mestinya tak bisa dikembalikan, tapi Kevin bisa mengembalikan. Itu ajaib," kata Boe.

Memang beberapa kali dalam turnamen ini Kevin membuat lawan terperangah.

Dikira sudah mati dan tak bisa mengembalikan bola, tapi bola justru tiba-tiba kembali, yang membuat pemain Inggris Gaby Adcock menjulukinya 'pemain ajaib'.

Kevin menjelaskan tidak ada yang istimewa dari pukulannya: "Itu reflek saja."

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, mengatakan keberhasilan Kevin/Marcus mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa keduanya memang istimewa, baik dari aspek fisik maupun mental.

Ia mengatakan gelar juara yang diraih tahun lalu di turnamen ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri Kevin/Marcus, yang mendorong keduanya panen gelar sepanjang 2017.

"Ujian pemain itu di antaranya adalah All England. Yang lain adalah Olimpiade dan kejuaraan dunia. Kalau sudah juara All England, tingkat kepercayaan diri pasti meningkat pesat," kata Herry.

Kevin/Marcus menjadi ganda putra pertama sejak tahun 1996 yang berhasil mempertahankan gelar juara.

Prestasi ini ditorehkan oleh ganda putra legendaris Indonesia, Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Rexy kepada BBC Indonesia mengatakan sejak awal dirinya sudah yakin Kevin/Marcus akan bisa mengikuti jejak dirinya.

Kelebihan Kevin/Marcus, menurut Rexy, adalah tingkat konsentrasi yang sangat tinggi di lapangan: "Secara mental mereka juga tahu apa yang dilakukan di lapangan. Mereka stabil, tak mudah goyah."

Prestasi Kevin/Marcus meroket sejak juara di All England pada 2017.

Selain sukses di Birmingham, duo ini tampil di 11 turnamen superseries dan sembilan kali masuk babak final.

Dari sembilan final, Kevin/Marcus menyabet tujuh gelar juara, yaitu di Birmingham, India, Malaysia, Jepang, Cina, Hong Kong, dan di Dubai.

Prestasi ini memecahkan rekor yang dicatat pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong pada 2015.

Tak mengherankan jika badan bulutangkis dunia, BWF, menobatkan Kevin/Marcus sebagai pemain terbaik 2017, yang membuat keduanya kaget karena gelar itu biasanya selalu diraih oleh pemain tunggal.

Hasil lain All England 2018: Shi Yuqi merebut gelar juara di tunggal putra setelah mengalahkan seniornya, Lin Dan, 21-19, 16-21, dan 21-9.

Dan Tai Tzu Ying asal Taiwan membuktikan diri yang terbaik di nomor tunggal putri, dengan mengalahkan pemain Jepang, Akane Yamaguchi, dengan angka 22-20 dan 21-13.

Gelar di ganda putri diraih pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, yang di final menundukkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 21-19 dan 21-18.

Dan di ganda campuran, Yuta Watanabe/Arisa Higashino keluar sebagai juara dengan mengalahkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, 15-21, 22-20, dan 21-16. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM