Real Madrid gagal menang di kandang Levante pada jornada 22 La Liga 2017/18. Madrid hanya sanggup bermain imbang 2-2.

Bintang Madrid Cristiano Ronaldo diganti oleh pelatih Zinedine Zidane di tengah laga, dan dia tampak kecewa. Menurut Zidane, semua ada alasannya.

Madrid unggul lewat gol Sergio Ramos di menit 11, tapi Levante membalas melalui Emmanuel Boateng di menit 42. Madrid kembali memimpin berkat gol Isco di menit 81. Setelah gol Isco, Zidane mengorbankan Ronaldo dan menggantinya dengan Marco Asensio. Giampaolo Pazzini lalu menyamakan kedudukan di menit 89.

"Saya melakukan pergantian itu karena saya ingin menambah satu pemain di tengah," kata Zidane seperti dikutip Marca.

"Saya butuh tambahan kekuatan di lini tengah. Kami bertahan dengan Marco Asensio dan Karim (Benzema)."

"Lucas (Vazquez) juga harus masuk. Itu pergantian yang diperlukan." (bola.net)

Pierre-Emerick Aubameyang akhirnya resmi menjadi pemain Arsenal. Kedatangan pemain asal Gabon ini membawa angin segar bagi para pendukung The Gunners. Tapi di sisi lain, ia bisa membawa hal negatif dalam skuat asuhan Arsene Wenger.

Arsenal mendatangkan penyerang 28 tahun tersebut dengan harga 56 juta pounds. Ia menjadi pemain Arsenal termahal saat ini. Tidak disebutkan kontrak yang diberikan kepada mantan pemain AC Milan tersebut. Tapi katanya jangka panjang.

Sebagai penyerang, Aubameyang adalah pemain yang amat produktif dalam mencetak gol. Sepanjang kariernya bersama Borussia Dortmund, ia sukses mengumpulkan 141 gol dari 213 penampilan di semua kompetisi. Dan untuk musim ini saja, ia mencetak 21 gol dalam 24 pertandingan.

Tak ada pemain yang ada di Arsenal saat ini melebihi statistiknya. Alexandre Lacazette yang merupakan top skor Arsenal musim ini baru mencetak sembilan gol dari 28 pertandingan. Beda jauh dengan performa Aubameyang dilihat dari statistik.

Selain kemampuan mencetak gol, Aubameyang juga memiliki kecepatan dan kreativitas yang bagus. Atribut seperti ini tentunya semakin menambah daya gedor lini serang klub asal London tersebut.

Namun, tak ada yang sepenuhnya sempurna di dunia ini. Di balik kehebatan Aubameyang, ia menyimpan sisi negatif yang tak layak dilakukan seorang pemain profesional. Ini bisa memberikan pengaruh secara keseluruhan pada Arsenal.

Sebelum gabung dengan Arsenal, Aubameyang sudah dicoret dari daftar skuat Borussia Dortmund. Bukan karena performanya yang mengecewakan, melainkan karena sikapnya yang tidak disiplin. Lalu ketika diberikan kesempatan bermain lagi, Aubameyang tak bisa memberikan kontribusi terbaiknya. Hingga akhirnya, pemain bersangkutan dilepas ke Arsenal pada hari Rabu (31/1) kemarin.

Keuntungan Arsenal Dapatkan Aubameyang

Semoga saja sikap buruk Aubameyang tak berlanjut ketika sudah berada di Arsenal sehingga ia bisa memberi pengaruh positif pada klub yang sudah rindu dengan gelar juara Premier League tersebut. Uang 56 juta pounds yang sudah dikeluarkan Arsenal untuknya tentu bukan barang yang sedikit.

Jika Arsenal bisa menanganinya dengan baik, Aubameyang akan banyak memberikan kontribusi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Aubameyang adalah pemain amat sangat produktif dalam mencetak gol.

Sejak bergabung dengan Dortmund pada musim 2013/2014, Aubameyang tercatat telah mengumpulkan 98 gol di Bundesliga. Ia merupakan pemain asal Afrika paling banyak mencetak gol di Liga Jerman.

Aubameyang memang memiliki kemampuan melakukan penyelesaian akhir dengan baik. Mayoritas gol Aubameyang di Bundesliga terjadi di dalam kotak penalti, dengan kaki kanan sebanyak 64 kali, menggunakan kaki kiri 20 kali dan dengan sundulan 13 kali.

Selebihnya, Aubameyang mencetak gol dari titik putih penalti dan satu kali dengan bagian tubuh lainnya. Hanya satu kali Aubameyang mencetak dari luar kotak penalti. Melihat angka tersebut, pemain yang pernah berseragam Saint Etienne tersebut memang paling pas menjadi penyerang di dalam kotak penalti atau disebut Poacher.

Aubameyang bisa mengulangi produktivitasnya dalam mencetak gol tersebut di Premier League. Jika mendapat pelayanan dengan baik dari rekan-rekannya, ia bahkan bisa lebih baik lagi. Dan dalam hal ini ini, dalam skuat Arsenal terdapat raja assist yang bisa diandalkan. Mereka adalah Mesut Ozil dan Henrikh Mkhitaryan.

Selain bisa ditempatkan di posisi sebagai penyerang di dalam kotak penalti, Aubameyang juga bisa di posisi di posisi sayap. Dengan kecepatannya, Aubameyang bisa menjadi pemain yang sangat mematikan bagi lawan. Pada tahun 2013 lalu, Aubameyang tercatat mampu menempuh jarak 30 meter hanya membutuhkan waktu 3,7 detik. Durasi tersebut lebih cepat dari pelari tercepat dunia, Usain Bolt, ketika memecahkan rekor dunia menempuh jarak 100 meter di Berlin pada tahun 2009. Kecepatan ini sangat penting bagi Arsenal ketika melakukan serangan balik.

Sementara itu, Arsene Wenger jarang salah ketika memberikan penilaian pada pemain yang didatangkan ke dalam timnya. Pelatih asal Prancis tersebut sangat percaya bahwa Aubameyang memang akan sangat membantu timnya di lini serang.

"Kecepatannya, penyelesaian akhir, kualitas permainan dan fisiknya sangat kuat. Dan itu penting di Premier League," ucap Wenger jelang kedatangan Aubameyang ke London.

Kerugian Arsenal Dapatkan Aubameyang

Di balik kelebihan Aubameyang yang telah dipaparkan sebelumnya, Arsenal harus hati-hati dengan tingkah polah pemain tersebut. Di atas lapangan, kualitasnya memang tak perlu diragukan.

Borussia Dortmund sempat dibuat pusing dengan sikap tidak disiplin Aubameyang. Pemain tersebut beberapa kali telat datang latihan. Ini sangat menjengkelkan bagi petinggi klub Jerman tersebut.

"Auba adalah seorang pemain spesial. Kami cuma punya satu masalah, yaitu ketepatan waktunya. Saya harus mengatakannya dengan sangat jelas," ungkap Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc, pada akhir 2017 lalu.

"Ini dimulai tahun lalu ketika dia sering datang terlalu telat. Lalu, sebagai sebuah klub, Anda punya masalah tentang bagaimana untuk menanganinya," jelasnya.

Masalah ini tidak akan jadi masalah jika Arsenal mampu menanganinya dengan baik. Tapi jika tidak, Aubameyang justru bisa merusak atmosfer yang ada di Arsenal.

Selain itu, Arsenal juga harus mencarikan posisi yang tepat bagi Aubameyang. Sepanjang musim ini, Aubameyang berposisi sebagai penyerang tunggal. Jika ini diterapkan, maka di sisi lain Alexandre Lacazette akan tersingkir. Sementara mantan pemain Lyon tersebut baru gabung Arsenal pada musim panas lalu.

Menurut catatan Whoscored, sepanjang musim ini Arsenal paling kerap menerapkan satu penyerang dalam formasi 3-4-2-1. Kehadiran Aubameyang dan keberadaan Lacazette akan menuntut Wenger perlu memikirkan formasi alternatif yang bisa mengakomodasi dua pemain bintangnya tersebut.

Terkadang perubahan formasi di tengah musim bukan sesuatu yang ideal karena bisa menimbulkan sistem yang sudah berjalan sebelumnya tersendat.

Tapi di luar itu semua, secara individu, Aubameyang adalah pemain spesial yang bisa dipercaya akan memberikan dimensi baru bagi lini serang Arsenal. (bola.net)

Megabintang Barcelona, Lionel Messi mengakui bahwa timnya musim ini menjadi lebih seimbang sepeninggal Neymar yang pada musim panas lalu memilih hijrah ke PSG.

Tiga musim ke belakang, Neymar menjadi bagian penting di Barca dengan membentuk tridente maut 'MSN' bersama Messi dan Luis Suarez. Namun kini La Pulga menyadari bahwa Blaugrana menjadi lebih baik tanpa Neymar.

"Tanpa Neymar kami lebih seimbang. Kepergiannya berarti adanya perubahan dalam cara kami bermain, kami kehilangan banyak potensi serangan, tapi itu membantu dari segi pertahanan," ujar Messi kepada World Soccer.

"Kami sekarang memiliki amunisi yang sangat baik di lini tengah, ini membuat kami lebih kuat di pertahanan," lanjutnya.

Barca musim ini tampil superior dengan baru sekali kalah di semua ajang. Selain masih kokoh di puncak klasemen La Liga, tim asuhan Ernesto Valverde juga baru saja melaju ke semifinal Copa del Rey. (bola.net)

Beberapa transfer belakangan ini memiliki kecenderungan untuk memakan waktu yang cukup lama sehingga membuat para fans tidak sabar. Sebut saja kepindahan Alexis Sanchez dan Philippe Coutinho yang terkesan berlarut-larut.

Namun, banyak pula momen-momen mengejutkan yang terjadi dalam sejarah transfer pemain sepakbola. Berikut adalah beberapa contoh transfer yang membuat semua penggemar sepak bola heran seperti dilansir FTB90.

Julien Faubert ke Real Madrid (2009)
Pemain sayap Prancis Julien Faubert tiba di West Ham pada Juli 2007 dengan ekspektasi tinggi. Dia mengesankan di liga Prancis dengan Bordeaux, dan dianggap sebagai pembelian bagus bagi penggemar Hammers.

Cedera ternyata menghambat waktunya di sana, dan pada pertengahan musim 2008-2009 ia masih belum mencetak gol untuk klub tersebut.

Pada tanggal 31 Januari 2009 Faubert, pemain yang tidak bisa masuk tim utama West Ham, secara mengejutkan bergabung dengan Spanyol Real Madrid dengan status pinjaman sampai akhir musim. Bahkan legenda Los Blancos Alfredo Di Stefano tampak bingung saat perkenalannya.

Tidak mengherankan kalau dia tidak sukses di sana. Faubert hanya tampil dua kali untuk Madrid, dan bahkan sempat tertidur saat berada di bangku cadangan saat bermain melawan Villarreal. Dia kembali ke West Ham pada akhir musim, tapi setidaknya bisa menceritakan cucunya kalau dia pernah bermain untuk Real Madrid.

Jay-Jay Okocha ke Bolton Wanderers (2002)
Bolton baru saja bertahan pada musim pertama mereka di kasta tertinggi dengan finis di posisi ke-16 pada musim 2001-2002. Mereka mencari pemain baru, dan mereka beruntung saat mengetahui bahwa gelandang serang PSG Okocha tersedia dengan status bebas transfer.

Okocha adalah pemain bintang Nigeria di Piala Dunia musim panas itu, dan mungkin bisa mendapatkan sejumlah klub besar, namun secara sensasional ia memilih Bolton dengan alasan ingin bermain di Premier League sebagai faktor kunci.

Transfer itu bisa dibilang sukses. Okocha akan selalu dikenang sebagai legenda Bolton, setelah menghibur para penggemar selama empat tahun dengan permainanya, dan mencetak 14 gol dalam 124 penampilan untuk membantu tim lolos ke Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Carlos Tevez dan Javier Mascherano ke West Ham (2006)
Penggemar West Ham dan banyak pihak tidak percaya saat menerima berita pada 31 Agustus 2006 kalau dua bintang muda paling cemerlang di sepak bola datang ke Upton Park.

Pemain internasional Argentina Tevez dan Mascherano, keduanya saat itu 22 tahun dan bermain untuk klub Brasil Corinthians, telah dikaitkan dengan kepindahannya ke klub-klub besar seperti Manchester United dan Real Madrid. Karena status kepemilikan mereka cukup sehingga membuat tim lain mundur, West Ham berhasil menuntaskan transfer kedua pemain tersebut.

Namun, Mascherano gagal tampil mengesankan, hanya bermain lima kali dan bergabung dengan Liverpool pada Januari. Tevez lebih sukses, mencetak tujuh gol dan menyelamatkan West Ham dari degradasi, namun pergi pada musim panas berikutnya untuk bergabung dengan Man United.

Meskipun begitu, West Ham diketahui telah melanggar peraturan transfer, dan didenda sebesar 5,5 juta pounds. Untungnya poin mereka tidak dikurangi karena akan membuat mereka terdegradasi.

Sol Campbell ke Notts County (2009)
Sol Campbell menandatangani kontrak lima tahun dengan klub League Two setelah klub diakuisisi yang juga membuat mantan bos Inggris Sven-Goran Eriksson mengambil alih kursi kepelatihan di Meadow Lane.

Dari kontrak yang seharusnya lima tahun Campbell hanya bertahan dalam satu pertandingan. Baru tiga hari setelah debutnya melawan Morecambe, mantan pemain Arsenal itu memutuskan untuk mengakhiri kontraknya.

Eriksen mengikuti jejak tersebut beberapa bulan kemudian, dan dengan demikian ia mengakhiri salah satu kisah paling aneh dalam sejarah liga yang lebih rendah.

Michael Owen ke Manchester United (2009)
Setelah mencetak 118 gol dalam 216 penampilan untuk Liverpool, penggemar The Reds tidak menginginkan Michael Owen merasa sakit saat meninggalkan klub untuk bergabung ke Real Madrid, atau saat dia pergi ke Newcastle.

Namun, Owen kemudian mencoreng reputasinya di Liverpool saat ia menandatangani kontrak dengan klub rival Manchester United di tahun 2009.

Melihat Owen dalam seragam United pasti butuh waktu, terutama setelah dia bermain dengan nomor punggung tujuh yang sebelumnya seperti dipakai legenda The Red Devils seperti George Best, Eric Cantona dan Cristiano Ronaldo.

Owen punya momen terbaik di United, terutama saat mencetak gol kemenangan di menit akhir saat mengalahkan Manchester City dengan skor 4-3.

Bojan Krkic ke Stoke City (2014)
Setelah bermain untuk Barcelona, AS Roma, AC Milan dan Ajax, Bojan secara mengejutkan melanjutkan karirnya dengan Mark Hughes di Stoke City.

Transfer tersebut membuat fans Stoke sangat gembira karena menganggap pihak klub telah berhasil mendatangkan pemain sempat disebut Lionel Messi baru.

Namun, karirnya di Britania Stadium tidak terlalu sukses dan belakangan ini dipinjamkan ke klub seperti Mainz dan Alaves untuk mencari menit bermain. Sayangnya, Bojan tak punya kesempatan untuk bisa mencapai standar seperti Messi. (bola.net)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM