Aksi Via Vallen pada upacara pembukaan Asian Games 2018 berhasil menarik perhatian. Meski tampil lip sync saat menyanyikan lagu tema Asian Games bertajuk Meraih Bintang, penampilan Via tetap memukau dengan pilihan gaya busananya.

Via memakai busana putih dengan ornamen bunga dan burung merak rancangan desainer lokal Olivy Aprilia. Perancang yang akrab disapa Olive itu khusus membuat busana untuk Via dengan konsep yang setelan nan sporty.

Agar tetap terkesan Indonesia, busana itu dipadukan dengan batik modern yang terdiri dari aneka warna yang cerah.

"Konsepnya sporty suit. Jadi tetap tampilannya sporty dengan sentuhan batik nuansa pelangi untuk menggambarkan keberagaman," kata Olive -- panggilan Olivy-- saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/8).

Olive menyebut pilihan sentuhan batik ini merupakan permintaan khusus dari panitia Asian Games 2018. Olive lalu menginterpretasikan konsep keberagaman itu dengan menyisipkan desain burung merak besar pada sisi sebelah kanan blazer Via.

Selain burung merak, desainer 36 tahun ini juga menebarkan bunga lotus tiga dimensi dengan aksen benang yang penuh warna.

"Pemilihan bunga lotus karena menggambarkan pencerahan," ujar Olive.

Olive menuangkan desain burung merak dan bunga lotus itu dalam batik tulis, cap dan bordir. Sedangkan setelan untuk Via yang dirancang selama tujuh hari ini terbuat dari bahan denim light stretch agar nyaman saat bergerak.

Saat tampil menyanyikan lagu Meraih Bintang, Via memang dituntut tampil energik menguasai seluruh sisi panggung dan mengajak penonton ikut bernyanyi.

Baju yang dikenakan Via ini menuai reaksi positif dari netizen. Olive mengaku banyak yang menghubunginya untuk membuatkan baju yang serupa.

"Untuk jumlah pastinya (yang menghubungi) belum tahu karena ada ratusan pesan yang belum dibuka," ungkap Olive.

Olive juga menyebut dia belum menerima pesanan karena masih mempunya beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan. Kalaupun diterima, baju yang dibuat itu tak akan bisa sama persis karena batik yang bersifat unik dan otentik.

Olive mengaku sudah langganan membuatkan baju untuk sang penyanyi dangdut. Ia seakan sudah hapal kesukaan dari pelantun lagu hit Sayang itu.

Olive bercerita dia sudah mengenal Via sejak setahun yang lalu. Pada pertemuan pertama, Via langsung memesan lima baju. Kini, Olive sudah merancang puluhan baju untuk Via.

Selain Via, Olive juga menjadi langganan untuk Maia Estianty, Yuni Shara dan Melly Goeslaw. (CNN Indonesia)

Memasuki hari ketiga penyelenggaraan Asian Games 2018, Selasa (21/8/2018), sejumlah cabang olahraga telah memasuki babak lanjutan. Misalnya, cabang olahraga bulu tangkis untuk nomor beregu yang telah memasuki babak semifinal. Bagi Anda yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung, berikut jadwal pertandingan atlet Indonesia pada hari ini, Selasa (21/8/2018), yang dilansir dari situsweb resmi Asian Games 2018, www.asiangames2018.id:

1. Anggar Epee Tunggal Putri 09.00 WIB: Penyisihan A, Kazakhstan vs Indonesia 09.00 WIB: Penyisihan A, China vs Indonesia 09.00 WIB: Penyisihan A, Kyrgyzstan vs Indonesia 09.00 WIB: Penyisihan A, Singapore vs Indonesia 09.00 WIB: Penyisihan A, Malaysia vs Indonesia 09.00 WIB: Penyisihan B, Indonesia vs Jepang 09.00 WIB: Penyisihan B, Indonesia vs Korea 09.00 WIB: Penyisihan B, Indonesia vs Vietnam 09.00 WIB: Penyisihan B, Lebanon vs Indonesia 09.00 WIB: Penyisihan B, India vs Indonesia Foil Tunggal Putra 10.45 WIB: Penyisihan A, Thailand vs Indonesia 10.45 WIB: Penyisihan A, Indonesia vs Vietnam 10.45 WIB: Penyisihan A, Indonesia vs Hong Kong 10.45 WIB: Penyisihan A, Indonesia vs Filipina 10.45 WIB: Penyisihan E, Indonesia vs Korea 10.45 WIB: Penyisihan E, Malaysia vs Indonesia 10.45 WIB: Penyisihan E, Jepang vs Indonesia 10.45 WIB: Penyisihan E, Indonesia vs Qatar 10.45 WIB: Penyisihan E, Nepal vs Indonesia 2. Angkat Besi 11.00 WIB: Putra 62 kg, Grup B 14.00 WIB: Putra 62 kg, Grup A 17.00 WIB: Putri 53 kg, Grup A 3. Balap Sepeda Gunung 10.00 WIB: Lintas Alam Putri, Indonesia berada di Line Up 1, Final 13.30 WIB: Lintas Alam Putra, Indonesia berada di Line Up 1 dan 2, Final 4. Basket 18.30 WIB: Basket 5x5 Putri Penyisihan: Grup A-Pertandingan, Indonesia vs Taipei 5. Berkuda 08.00 WIB: Tunggang Serasi Individual, Kelas Menengah 6. Bisbol 14.00 WIB: Regu Pria Babak 1 Match 1 7. Bola Tangan 09.00 WIB: Bola Tangan Putra Babak Utama: Grup 3-Match 3, Indonesia vs Pakistan 20.00 WIB: Bola Tangan Putri Penyisihan: Grup B-Match 8, Hong Kong vs Indonesia 8. Bola Voli 19.00 WIB: Putri Turnamen Penyisihan: Pool A-Match, Hong Kong vs Indonesia 9. Bridge 10.00 WIB, Men's Team, Kualifikasi Babak 10.00 WIB, Mixed Team, Round Robin 1 10.00 WIB, Supermixed Team, Kualifikasi Babak 10. Bulu tangkis 12.00 WIB: Beregu Putri, Jepang vs Indonesia, Semifinal 18.00 WIB: Beregu Putra, Jepang vs Indonesia, Semifinal 11. Dayung 09.20 WIB: Dayung Tunggal Putri, Indonesia bermain di babak 1 10.10 WIB: Kelas Ringan Empat Dayung Putri, Indonesia bermain di babak 1 12. Gulat 13.00 WIB: Greco-Roman 60 kg Putra Perdelapan Final, Indonesia vs Jepang 13.24 WIB: Freestyle 76 kg Putri Perdelapan Final, Indonesia vs Krrgyzstan 13.30 WIB: Freestyle 68 kg Putri Perempat final, Indonesia vs Taipei 13.36 WIB: Greco-Roman 67 kg Putra Perdelapan Final, DPR Korea vs Indonesia 13. Hoki 18.00 WIB: Turnamen Putri Pool B, Korea vs Indonesia 14. Kabaddi 12.20 WIB: Beregu Putri Grup A-Pertandingan, India vs Indonesia 14.00 WIB: Beregu Putra Grup B-Pertandingan, Indonesia vs Malaysia 19.00 WIB: Beregu Putra Grup B-Pertandingan, Indonesia vs Pakistan 15. Kano/Kayak Slalom 09.30 WIB: Kano Tunggal Putra 10.02 WIB: Kayak Tunggal Putri 13.00 WIB: Kano Tunggal Putri 13.24 WIB: Kayak Tunggal Putra 16. Menembak 09.00 WIB: Rifle 3 Position 50 meter Putra 09.00 WIB: Air Pistol 10 meter Putra 10.30 WIB: Trap Campuran Beregu 17. Panahan 09.00 WIB: Recurve Tunggal Putri 09.00 WIB: Recurve Beregu Putri 09.00 WIB: Recurve Tunggal Putra 09.00 WIB: Recurve Beregu Putra 09.00 WIB: Recurve Regu Campuran 18. Polo Air 14.30 WIB: Turnamen Putri Penyelisihan: Grup A-Match 13, Thailand vs Indonesia 19. Renang 09.00 WIB: Gaya Punggung 50 meter Putri, Indonesia ikut di babak 2 dan babak 3 09.00 WIB: Estafet Gaya Bebas 4x200 meter Putri, Indonesia ikut di babak 2 09.06 WIB: Gaya Bebas 50 meter Putra, Indonesia ikut di babak 5 09.21 WIB: Medley 400 meter Tunggal Putri, Indonesia ikut di babak 1 dan babak 2 09.48 WIB: Kupu-kupu 100 meter Putri, Indonesia ikut di babak 1 dan 2 09.58 WIB: Gaya Bebas 400 meter Putra, Indonesia ikut di babak 2 20. Senam Artistik 18.00 WIB: Kualifikasi Putri, Indonesia ikut di Sub Divisi 3 21. Sepak Bola 18.30 WIB: Putri, Turnamen Penyisihan: Grup A-Match 5, Indonesia vs Korea 22. Sofbal 15.00 WIB: Beregu Putri Babak Penyisihan-Grup A-Pertandingan, Korea vs Indonesia 23. Taekwondo 09.15 WIB: Putri -57 kg Babak 16, Arab Saudi vs Indonesia 10.30 WIB: Putra +80 kg Babak 16, Indoensia vs Taipei 24. Tenis 10.00 WIB: Tunggal Putri Babak 16, Jepang vs Indonesia 10.00 WIB: Ganda Campuran Babak 16 25. Voli Pantai 09.00 WIB: Voli Pantai Putri Penyisihan: Pool C-Match 6, Indoensia vs Jepang 09.50 WIB: Voli Pantai Putra Penyisihan: PoolA-Match 4, Indonesia vs Oman 15.30 WIB: Voli Pantai Putra Penyisihan: Pool G-Match 3, Indonesia vs Palestina 16.30 WIB: Voli Pantai Putri Penyisihan: Pool D-Match 5, Indonesia vs Kazakhstan 26. Wushu 09.00 WIB: Putra Taijiquan 09.00 WIB: Putra Gunshu, Perebutan Medali Emas 09.00 WIB: Putra Nangun, Perebutan Medali Emas 19.00 WIB: Sanda Putri-52kg Perempatfinal, Indonesia vs Filipina 19.00 WIB: Sanda Putri-60 kg Perempatfinal, China vs Indonesia 19.00 WIB: Sanda Putra -70 kg Perempatfinal, India vs Indonesia


(KOMPAS.com)

Jakarta International Velodrome (JIV) yang terletak di Rawamangun, Jakarta, diklaim jadi yang terbaik di Asia Tenggara dan siap digunakan pada Asian Games 2018.

Project Director JIV, Iwan Takwin, mengatakan pembangunan JIV memakan waktu dua tahun mulai dari persiapan, konstruksi, sampai selesai. Proyek arena balap sepeda berkapasitas hingga 5.000 penonton tersebut dimulai pada 2015.

Bila VNM dibuat untuk SEA Games Kuala Lumpur 2017, JIV dibuat untuk Asian Games 2018.

"Dibanding dengan Malaysia, [velodrome] kapasitas kita lebih besar dan bisa mencapai 3.500 penonton. Di sana [VNM], kapasitas penonton hanya 1.000 sampai 1.500. Bangunannya [JIV] juga lebih luas. Di Malaysia, velodromenya tertutup jadi selalu harus menggunakan lampu," kata Iwan kepada CNNIndonesia.com di JIV, belum lama ini.

 

"[Velodrome] kami lebih ramah lingkungan, dari sisi desain juga kami lebih futuristik. Bisa dibilang di Asia Tenggara juga [JIV] yang terbaik, karena yang baru punya velodrome itu Malaysia dan Indonesia. Di Asia, kami bisa bersaing seperti dengan Hong Kong," katanya menambahkan.

Iwan mengatakan salah satu kelebihan velodrome di JIV adalah atap bangunan yang menggunakan membran tembus cahaya. Selama dua bulan, lanjut dia, pesepeda Indonesia menjalani pemusatan latihan nasional tanpa menggunakan lampu.

"Kalau tidak salah di Seoul juga pakai atap membran, ini [velodrome Seoul pakai atap membran] diketahui berdasarkan penuturan delegasi Korea Selatan yang datang ke sini beberapa waktu lalu," ucap Iwan.

 

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, arena JIV dan sekitarnya tampak sudah siap untuk menyelenggarakan Asian Games pada Agustus mendatang. Kendati begitu, pihak JIV menyoroti lahan parkir yang terletak di ruang terbuka.

Selain kapasitas tempat duduk penonton yang dinilai masih kurang karena kendala lahan, Iwan mengakui kapasitas kendaraan di lahan parkir menjadi salah satu kekurangan JIV.

"Sebetulnya [area parkir] sudah mencukupi untuk 275 mobil, 100 motor, dan 10 bus. Akan tetapi, kami perlu antisipasi kalau kegiatan rutin [olahraga/non-olahraga] sudah berjalan di sini. Apalagi sekarang animo masyarakat untuk bersepeda sudah meningkat," ucap Iwan.

"Kami mengharapkan tiap pekan ada kegiatan di sini [JIV]. Kami juga ada fasilitas komersial di lantai dasar seperti kafe atau tempat jual merchandise," ujarnya sambil menyebut biaya pembangunan yang mencapai Rp650 miliar.

Biaya Perawatan Ratusan Juta

 

Bermacam kegiatan olahraga ataupun non-olahraga di JIV sangat diperlukan untuk membantu biaya perawatan yang mencapai ratusan juta rupiah.

Iwan menyampaikan tingginya biaya perawatan terutama berasal dari lintasan balap sepeda yang materialnya menggunakan kayu Siberia. Hal ini menyebabkan kelembaban kayu tersebut harus dijaga dengan ketat di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

"[Biaya perawatan] tentu tinggi terutama di trek ini, karena kami harus jaga kelembabannya. Itu yang utama. Jenis kayu bukan karakteristik tropis, jadi AC harus nyala terus. Maksimal kelembaban itu 70 persen," ujar Iwan.

"Kalau listrik sendiri itu sebulan mencapai 250 sampai 300 juta rupiah, itu tentunya harus didukung dengan kegiatan yang diselenggarakan di sini. Kami tidak bisa terpaku dengan satu kegiatan trek balapan sepeda saja," ujarnya kembali.

Senada dengan Iwan, Arlan Lukman selaku direktur venue dan lingkungan INASGOC membenarkan mahalnya biaya perawatan Velodrome. Kendati begitu, ia merasa bangga dengan aset olahraga Indonesia tersebut.

"Mesin pendingin ruangan harus nyala di velodorme setiap hari agar kelembaban lintasannya terjaga. Dan biaya listriknya itu bisa mencapai 400 juta rupiah per bulan," tutur Arlan.

"Namun, velodrome ini [JIV] itu setara dengan di London. Memang bangsa kita untuk hal bangun fasilitas tidak kalah dengan negara lain, tinggal perawatannya saja untuk masa mendatang," tuturnya kembali. (CNN Indonesia)

Sejumlah pekerja terlihat sedang membangun tenda putih berukuran besar di luar bangunan Wisma Atlet yang letaknya persis bersebelahan dengan Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama dua pekan sejak 18 Agustus mendatang para atlet Asian Games bakal bersantap pagi, siang, dan malam di tenda ini.

Dengan waktu yang tersisa, pendirian tenda diperkirakan bakal rampung sebelum hari-H. Namun, biang masalah yang belum terpecahkan adalah bau tak sedap yang tercium dari sungai yang sedemikian tercemarnya kemudian dijuluki Kali Item oleh penduduk sekitar.

Sekalipun pemerintah DKI sudah menutup kali itu dengan jaring hitam atau waring, bau busuk masih tercium. Hal ini diungkapkan salah satu warga, Joni Sinulingga ketika ditemui BBC News Indonesia di bantaran Kali Item, Selasa (24/07).

"Ya jelaslah. Cuma karena sudah terbiasa ya baunya kaya duren aja. Namanya sudah terbiasa kan," ujar Joni sambil terkekeh.

Namun, Biru Suryanto yang tinggal sejauh lima meter dari sungai itu berujar bahwa bau menyengat sudah lebih berkurang dari sebelumnya. Ditambah lagi, jaring yang membentang sepanjang sekitar 600 meter itu justru 'mempercantik' kali berwarna hitam itu.

"Berkurang sih, menambah keindahan pemandangan juga," cetusnya.

"Memang sebetulnya harusnya sampai keliling sono noh, jadi masyarakat mau buang sampah atau apa, mungkin takut lah," imbuhnya.

Selama bertahun-tahun, sungai itu sangat tercemar dengan limbah domestik yang dibuang masyarakat.

Sekitar dua minggu lalu, pemerintah provinsi DKI Jakarta memutuskan menutupi sungai dengan waring—jaring hitam berbahan nilon yang biasa digunakan untuk tambak ikan—di tengah kekhawatiran pemandangan Kali Item akan merusak pemandangan dan terlalu bau bagi atlet asing selama Asian Games.

"Salah satu caranya adalah dengan mengurangi proses penguapan dari sungai itu adalah dengan diberi kain penutup sehingga tidak terjadi proses evaporasi (penguapan)," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/07).

Pemasangan waring, tutur Anies Baswedan, penting dilakukan untuk mencegah penyebaran bau tak sedap yang dapat mengganggu atlet lantaran area makan di Wisma Atlet berhadapan langsung dengan kali.

"Dengan penguapan dikurangi maka harapannya nanti dari hilir sudah dikurangi potensi polutannya, dicegah, di lokasi yang ada kita kurangi pencahayan panas matahari sehingga mengurangi evaporasi."

"Harapannya tidak tercium. Jadi ini bukan saja soal menutup warna sungai yang hitam, tapi juga lebih banyak pada soal aroma," jelasnya kemudian.

Tiga orang petugas Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sedang menyaring sampah di kali item, tepat di bawah waring dibentangkan. Ketika berada di dalam jaring, udara terasa panas dan bau tak sedap menyengat hidung.

Meski sungai sudah ditutupi waring, petugas kebersihan yang dijuluki pasukan oranye ini tetap bahu membahu membersihkan kali berwarna hitam pekat itu.

Salah satu petugas, Josef Frans, mengatakan bau tak sedap paling parah tercium pada pagi hari.

"Mulai jam-jam 7 tuh sudah mulai sampai jam 12 siang. Apalagi angin besar berhembus aja gitu lah," ungkapnya.

Namun, setelah dipasangi waring, bau tak sedap dari sungai sudah tak menguar dengan bebas ke udara.

"Hawa bau kan naik ke atas kalau kena angin. Kalau ditutup begini kan rada mendingan, nggak begitu bau di atasnya," ujar pria berusia 55 tahun ini.

Namun, ahli pengelolaan udara dan limbah yang juga guru besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Enri Damanhuri, menilai pemasangan waring tak akan efektif mengurangi bau tak sedap di Kali Item.

"Oh saya kira nggak, nggak bisa. Apalagi jaringnya dalam bentuk jaring yang agak terbuka ya. Mungkin kalau terpal bisa, tapi bermasalah kan," ungkapnya.

"Jaring aja sih ya tetap keluar baunya. Tapi paling tidak secara estetika tertutupi," ujarnya kemudian.

Kendati begitu, Pemprov DKI memasang alat bernama nano bubble di Kali Item untuk mengurangi bau tak sedap. Enri memandang langkah ini cukup efektif menghalau aroma menyengat di sungai itu.

"Intinya adalah memasukkan udara ke dalam itu. Itu salah satu cara memang untuk menaikkan karena (warna) hitam dan bau muncul karena kekurangan oksigen itu," jelas Enri.

Adapun saat ini, perangkat bernamaaerator sudah dipasang di Waduk Sunter. Dua buah aerator yang dipasang di Waduk Sunter bekerja selama 24 jam untuk mensterilkan air dan bau tak sedap.

Nano bubble yang dipasang di Kali Item memiliki fungsi serupa dengan aerator. Akibat putaran yang diciptakan kedua alat itu, buih-buih kecil berwarna putih muncul di perairan Kali Item.

Lantas, apa yang menjadi biang kerok bau tak sedap dari Kali Item?

Enri menuturkan bau itu bersumber dari limbah domestik atau limbah rumah tangga dari pembuangan air kotor.

"Bau nggak bisa hilang karena bau sumbernya di airnya itu, ada organiknya banyak. Kemudian panas toh, keluarlah bau itu. Itu ciri-ciri kekurangan oksigen kan," jelas Enri.

Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai. Joni Sinulingga yang tinggal di wilayah itu sejak 2004 mengaku pada sore hari, khususnya pada malam Minggu, banyak anak muda yang bercengkerama di pinggir sungai.

"Orang pacaran dari ujung ke ujung. Yang namanya pacaran, buang aja. 'Emanggue pikirin', katanya. 'Kan ada yang digaji', katanya begitu," ungkap Joni.

Hal ini diakui oleh Josef yang sudah sejak dua bulan lalu bertugas membersihkan Kali Item. Meski sudah ditutup waring, tiap harinya masih saja dia menemukan sampah-sampah domestik di kali itu.

"Banyak di sini. Kadang setelah ngopi main buang. Itu lah yang bikin sampahnya kotor. Kurang kesadaran," ujar dia.

Pembersihan sampah dan pengurangan bau kali yang tercemar tak dibarengi perubahan perilaku masyarakat, upaya untuk mempercantik Kali Item pun menjadi sia-sia. (BBC Indonesia)

Page 1 of 4

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM