Presiden Donald Trump mengatakan Korea Utara telah menyerahkan sedikitnya 200 jasad tentara Amerika Serikat yang tewas selama Perang Korea.

"Kami telah menerima kembali pahlawan besar kami yang gugur. Jenazah telah dipulangkan hari ini. Sudah 200 jasad yang dikirim pulang," kata Trump saat pawai di Duluth, Minnesota, Rabu (20/6).

Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pejabat militer AS soal repatriasi tersebut.

Namun, dilansir Reuters, seorang pejabat AS yang tak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa pihak Korut memang akan menyerahkan "sejumlah" jasad tentara kepada Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah demiliterisasi (DMZ), perbatasan Korut dan Korea Selatan.


Setelah diterima pihak PBB, jasad-jasad tersebut akan dikirimkan ke laboratorium Angkatan Udara Hickam di Hawaii untuk dilakukan identifikasi DNA sebelum diserahkan kepada keluarga.

Pemulangan jasad ini merupakan bagian dari kesepakatan antara Presiden Trump dan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, saat bertemu di Singapura pada 12 Juni lalu.

Korut dilaporkan masih menahan sedikitnya 200 jenazah tentara AS yang tewas dalam Perang Korea 1950-1953 lalu.

Jumlah itu sesuai dalam lembar fakta Kementerian Pertahanan AS mengenai daftar orang hilang selama Perang Korea yang diperbarui awal pekan ini.

Sekitar 350 ribu warga AS diperkirakan tewas dalam perang yang hanya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Dari ratusan ribu angka itu, sedikitnya 7.700 orang dilaporkan masih hilang. Menurut Pentagon, sebanyak 5.300 di antaranya dilaporkan hilang di Korut.

Selama kurun waktu 1990-2005, Pyongyang pernah merepatriasi sekitar 229 tentara AS di bawah perjanjian dengan Washington.

Namun, kesepakatan itu ditangguhkan ketika hubungan kedua negara memburuk terutama karena ambisi program senjata nuklir Korut. (CNN Indonesia)

Delegasi diplomat Amerika Serikat sedang berada di Korea Utara untuk merundingkan kemungkinan pertemuan puncak antara Presiden Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh mantan Duta Besar AS untuk Korea Selatan, Sung Kim, tersebut bertemu dengan delegasi Korea Utara yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Choe Son Hui.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengukuhkan bahwa kedua pihak sudah bertemu di perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Mereka berunding di Desa Panmunjom, di wilayah Korea Utara yang masuk di zona bebas militer antara kedua Korea.

"Kami terus menyiapkan pertemuan antara presiden dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, Minggu (27/05).

Delegasi Amerika Serikat dan tuan rumah Korea Utara diyakini memusatkan perhatian pada rincian kesepakatan denuklirisasi yang dapat dibahas dalam rencana pertemuan puncak di Singapura Juni mendatang.

Tim aju AS ke Singapura
Jika jadi terwujud, pertemuan ini akan menjadi puncak dari segala upaya diplomasi yang dimulai tahun ini untuk mencegah konfrontasi militer antara Korea Utara, yang bersenjatakan nuklir, dan Korea Selatan serta sekutunya, Amerika Serikat.

Sejak Presiden Trump membatalkan pertemuan pekan lalu, kedua pihak tampak berusaha menghidupkan kembali rencana itu. Sedianya pertemuan akan digelar pada tanggal 12 Juni di Singapura, sampai Trump membatalkan rencana pertemuan.

Tidak lama setelah pengumuman pembatalan, Trump kemudian mengutarakan bahwa rencana pertemuan itu "belum berubah" dan dirinya masih berharap pertemuan masih bisa digelar.

Perkembangan tersebut kemudian disusul dengan pertemuan mendadak antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, pada Sabtu (26/05).

Menurut juru bicara Presiden Moon, kedua pemimpin menjalin dialog "terbuka" yang berlangsung sekitar dua jam. Langkah ini dilaporkan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali rencana pertemuan puncak pemimpin AS-Korea Utara.

"Mereka menyatakan akan sering bertemu untuk membuka dialog terkait upaya bersama bagi upaya penghapusan program nuklir di Semenanjung Korea," lapor KCNA.

Dikatakan, Kim Jong-un telah berterima kasih kepada Moon Jae-in karena "telah banyak berusaha" untuk mengatur pertemuan puncak Korea Utara dan Amerika Serikat di Singapura.

Ditambahkannya bahwa pemimpin Korea Utara berkeinginan agar pertemuan dengan Presiden Trump tetap dapat terlaksana.

Dalam perkembangan lain, Gedung Putih mengukuhkan bahwa pihaknya mengirim tim aju ke Singapura akhir pekan ini, sesuai dengan jadwal semula, untuk menyiakan pertemuan puncak. (bbcindonesia.com)

Korea Utara hampir pasti akan memiliki kemampuan untuk menghantam pantai-pantai Inggris dengan rudal balistik antarbenua mereka dalam waktu enam hingga 18 bulan ke depan, kata para anggota parlemen.

Namun, laporan Komite Pertahanan parlemen itu menegaskan, belum ada bukti bahwa Korea Utara dapat mempersenjatai rudal-rudal itu dengan hulu ledak nuklir.

Anggota parlemen yang menyelidiki potensi ancaman Korea Utara itu menambahkan bahwa serangan seperti itu "sangat kecil kemungkinannya".

Mereka menyebut pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, adalah orang yang "kejam tapi rasional".

Dia "kejam, seperti para diktator Komunis lain sebelum dia, tapi dia rasional" dan bisa "diyakinkan untuk tidak menggunakan senjata nuklir, dengan kebijakan penangkalan dan penggentaran", kata laporan itu.

Korea Utara telah enam kali melakukan uji coba nuklir, dan memiliki rudal balistik yang oleh para ahli diyakini dapat mencapai seluruh wilayah AS. Pyongyang mengaku telah mencapai misinya menjadi sebuah negara nuklir.

Namun, bulan lalu, setelah berbulan-bulan ketegangan dan saling ancam, Kim dikatakan telah "berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi" dan bahwa dia dan Presiden AS Donald Trump setuju untuk melakukan pembicaraan dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Betapa pun, laporan parlemen Inggris itu mengatakan bahwa Korea Utara kecil kemungkinan menanggalkan program pengembangan persenjataan mereka dan segera bisa mencapai misi mereka untuk menjadi negara nuklir dan menjadi ancaman bagi lawan-lawannya.

Komite itu mengatakan serangan nuklir Korea Utara terhadap Inggris tampak "sangat tidak mungkin", mengingat fokus mereka terhadap AS.

"Jelaslah bagi Korea Utara bahwa meluncurkan senjata semacam itu akan mengfakibatkan konsekuensi militer yang menghancurkan mereka," tulis laporan itu.

Jika terjadi konflik di wilayah tersebut, Inggris tidak mungkin sekadar berdiam diri dan akan membantu AS, katanya.

Dalam laporan itu para anggota parlemen mengeluarkan peringatan lebih lanjut bahwa Inggris bisa menjadi sasaran serangan siber Korea Utara.

Korea Utara diyakini berada di belakang serangan WannaCry bulan Mei lalu, yang menyasar pada rumah sakit, bisnis, dan bank di seluruh dunia dan menyebabkan kerugian miliaran dolar. (bbcindonesia.com)

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menjamu dua anggota delegasi Korea Selatan, yang merupakan pertemuan pertamanya dengan pejabat Korea Selatan sejak berkuasa tahun 2011 lalu.

Kantor presiden Korea Selatan mengukuhkan pertemuan itu, tak lama setelah delegasinya tiba di ibu kota Korut, Pyongyang, Senin (05/03).

Kepala Dinas Intelijen Nasional, Suh Hoon, dan Kepala Penasihat Keamanan Nasional, Chung Eui-yong, menyeberang ke Korea Utara untuk pembicaraan yang jarang terjadi, antara lain membahas upaya menghidupkan kembali dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Hubungan antara kedua Korea membaik menjelang dan setelah Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang -bulan lalu- yang diramaikan dengan partisipasi atlet serta tim pemandu sorak Korea Utara.

Kedatangan dua pejabat Selatan setingkat menteri ini ke Pyongyang tampaknya semakin memperlihatkan membaiknya hubungan kedua Korea.

Radio Korea Utara melaporkan delegasi diterima oleh Menteri Reunifikasi, Ri Son-gwon, yang memimpin perundingan dengan Korea Selatan sebelum Olimpiade PyeongChang.

Dalam kunjungan dua hari, delegasi Korea Selatan rencananya akan membahas kondisi perundingan yang bertujuan untuk menghentikan program nuklir Korea Utara dan juga dialog antara pemerintah Washington dan Pyongyang.

Sebelumnya, Chung Eui-yong menjelaskan kepada para wartawan bahwa dia akan menyampaikan resolusi Presiden Moon Jae-in untuk memelihara dialog, meningkatkan hubungan Selatan dan Utara, serta denuklirisasi Semenanjung Korea.

"Saya merencanakan menggelar diskusi mendalam tentang berbagai jalan untuk meneruskan perundingan, bukan hanya antara Selatan dan Utara, juga antara Utara dan Amerika Serikat."

Sabtu (03/03) pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap bertemu dengan Korea Utara namun menegaskan kembali bahwa negara itu harus lebih dulu menghentikan program senjata nuklirnya.

Namun Korea Utara -yang mengatakan ingin bertemu dengan Amerika Serikat- berpendapat adalah 'tidak masuk akal' jika Amerika Serikat mendesakkan prasyaratnya.

"Sikap Amerika Serikat yang diperlihatkan, setelah kami mengklarifikasi keingingan kami untuk berdialog, hanya membuat kami berpikir bahwa Amerika Serikat tidak tertarik untuk melakukan dialog," seperti tertulis dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang dilaporkan media pemerintah.

Hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara memanas sebelum Olimpiade PyeongChang, dengan masing-masing pihak berulang kali mengancam akan melakukan serangan yang memusnahkan satu sama lain.

Namun Olimpide Musim Dingin tampaknya meredakan ketegangan tersebut dan masih ditunggu apakah partisipasi Korea Utara di Paralimpiade Musim Dingin akan membawa terobosan lebih lanjut lagi. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 6

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM