JAKARTA, 16 Maret 2018 - Berhasil dengan penyelenggaraan Prodia Healthy Fun Festival 2017, Prodia kembali gelar event Prodia Healthy Fun Festival 2018 (HFF). Prodia HFF akan digelar di lima kota besar di antaranya Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Pembukaan Prodia Healthy Fun Festival secara resmi dilakukan oleh Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk dalam press conference yang digelar pada 16Maret2018 di Jakarta.

Selain dibukanya Prodia HFF 2018, Prodia juga memberikan hasil donasi para peserta yang bergabung dalam program #Letscheckup yang diadakan sebagai rangkaian pre-event Prodia HFF pada 2017 lalu. Prodia HFF 2017 telah mengumpulkan 795 kawula muda yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan berhasil memberikan donasi mereka. Donasi ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Indriyanti kepada Yayasan Lupus Indonesia yang diwakili oleh Nur Husna.

Indriyanti menyatakan bahwa pemberian donasi Prodia HFF 2017 kepada Yayasan Lupus Indonesia ini dikarenakan Prodia menyadari bahwa lupus yang dikenal sebagai penyakit 1000 wajah merupakan salah satu dari penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya produksi antibodi terhadap tubuh secara berlebih sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan tubuh. Dimana gejala umum lupus tidak spesifik sehingga perlu edukasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, donasi ini diberikan sebagai dukungan dari Laboratorium Klinik Prodia kepada Yayasan Lupus Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat luas akan pentingnya menyadari gejala umum lupus dan peranannya dalam membantu pengelolaan gaya hidup Odapus (Orang Dengan Lupus).
“Bukan nilai yang ingin kami berikan kepada mereka yang berada di Yayasan Lupus Indonesia, tetapi perhatian kami kepada mereka. Semoga dukungan ini membawa kebaikan bagi kita semua. Bersama-sama kita terus mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup sehat.” tutup Indriyanti.
Nur Husna dari Yayasan Lupus Indonesia mengapresiasi apa yang berikan Prodia kepada mereka. “Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan Prodia kepada kami. Semoga dana ini dapat bermanfaat bagi odapus (orang dengan lupus) yang ada di Yayasan Lupus Indonesia.” tuturnya.

Di Indonesia, populasi anak muda menurut data Kemenkes pada 2016 mencapai 62.977.392 atau sekitar 24,3% dari total penduduk. Namun, dari jumlah tersebut seberapakah dari mereka yang memiliki gaya hidup sehat, hal ini masih menjadi pertanyaan. Sebuah perusahaan kesehatan di Inggris menemukan bawah lebih dari 60.000 prosedur medis pada 2015 yang secara tradisional diberikan kepada lansia justru semakin dicari oleh orang muda berusia 25-45 tahun. Berdasarkan latar belakang tersebut, sejak tahun 2010 Prodia telah menyelenggarakan event yang menyasar para anak muda untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kesehatan, salah satunya adalah Prodia Healthy Fun Festival (HFF).
Di tengah gaya hidup yang serba instan, melalui event HFF Prodia ingin mengingatkan para kawula muda untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mulai melakukan tindakan preventif. Gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan yang sehat, rajin berolah raga, istirahat yang cukup, dan manajemen stress yang baik dapat menjadi langkah agar hidup tetap sehat. Namun, semua itu perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah skrining kemungkinan adanya penyakit.

“Kami berharap melalui event Healthy Fun Festival ini dapat menumbuhkan kesadaran anak muda agar sejak dini menerapkan gaya hidup sehat sehingga dapat terhindar dari penyakit yang dapat menimbulkan risiko buruk dalam tubuh mereka. Pencegahan risiko ini juga dapat mereka lengkapi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan bahwa risiko terhadap penyakit benar-benar tidak mereka miliki. Generasi muda menjadi sasaran Prodia, karena mereka merupakan generasi masa depan yang akan memimpin bangsa ini. Oleh karena itu, Prodia merasa penting untuk mengedukasi dan mengingatkan para generasi muda untuk mulai menyadari pentingnya check up dan bergaya hidup sehat.” jelas Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk.

Wujud dukungan kepada generasi muda ini tidak hanya direalisasikan Prodia melalui event yang secara langsung mengajak para kawula muda untuk bergaya hidup sehat. Prodia telah secara khusus membuat panel pemeriksaan yang dirancang khusus untuk para anak muda dengan melihat kebutuhan serta gaya hidup mereka, yaitu panel Young Generations.

Rangkaian Prodia Healthy Fun Festival 2018 akan berlangsung pertama kali di kota Yogyakarta pada 24 Maret 2018 dan akan disusul kota Medan pada 8 April 2018, kemudian kota Surabaya pada 21 April 2018, Bandung pada 28 April 2018 dan terakhir akan ditutup di kota Jakarta pada 5 Mei 2018.

Keberadaan partikel plastik dalam air mineral kemasan, seperti tertuang dalam hasil investigasi ogranisasi jurnalis Orb Media belum banyak diketahui publik.

Dan pedagang minuman kemasan mengaku tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Namun ada konsumen yang mengaku khawatir partikel plastik dalam kemasan dapat mempengaruhi kesehatan mereka dan meminta otoritas terkait melakukan penelitian lebih lanjut.

"Selama ini saya dan mayoritas masyarakat yakin minuman mineral itu sehat," kata Wening, salah satu konsumen rutin air minuman dalam kemasan, kepada BBC Indonesia, Minggu (18/03).

Wening mengatakan pemerintah terutama Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM, seharusnya menjelaskan hal tersebut kepada masyarakat luas: "Perlu penelitian terkait kabar air mineral mengandung plastik itu."

Bagaimanapun Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir karena air mineral yang beredar sudah sesuai dengan standar yang berlaku.

Dia menambahkan keberadaan mikroplastik belum ada dalam aturan soal kelayakan pangan: "Perlu ditetapkan oleh lembaga berwenang seperti WHO, FAO, atau Kementerian Kesehatan."

Sementara itu Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia menyatakan komitmennya untuk memberikan produk air yang berkualitas.

"Kami selalu mengikuti apa yang diisyaratkan pihak berwenang," kata Ketua ASPADIN, Rachmat Hidayat, kepada BBC Indonesia.

Banyak yang belum mengetahui adanya partikel plastik dalam air mineral
Wening sebagai konsumen air mineral juga mengaku belum mengetahui tetang penelitian terbaru soal partikel plastik dalam air kemasan itu.

"Baru tahu," kata pria 40 tahun tersebut ketika ditanyai BBC

Ketidaktahuan tentang penelitian yang diberitakan sejumlah media dunia itu juga diakui Iwan, seorang pedagang dan agen pengedar minuman mineral dalam kemasan di Jakarta.

Iwan menjelaskan bahwa sejauh ini jumlah pelanggannya tidak menurun dan tidak tahu harus berbuat apa terkait hasil penelitian itu: "Saya kurang paham soal itu."

Pedagang air dalam kemasan lainnya, Didin, juga mengaku tidak tahu menahu soal kandungan mikroplastik di air kemasan.

"Baru kali ini ada yang nanya," kata Didin yang menambahkan penjualan air mineral dalam kemasannya juga tak terpengaruh oleh pemberitaan soal kandungan partikel plastik.

Partikel plastik dalam air kemasan adalah hal wajar
Menurut Penny Lukito, keberadaan mikroplastik dalam air mineral kemasan adalah hal yang wajar dengan kemungkinan bersumber dari pencemaran, air baku, hingga plastik kemasannya.

Untuk melarang keberadaan mikroplastik dalam air mineral dibutuhkan kajian lebih lanjut soal kadar plastik, seperti perngaruhnya pada kesehatan manusia.

"Dari situ akan menjadi tolak ukur kami menentukan standar kualitas air dalam kemasan yang harus ditegakkan pelaku usaha, dan jadi pegangan BPOM melakukan pengawasan," kata Penny kepada BBC Indonesia.

Selama ini, lanjut Penny, belum ada aturan, termasuk di dunia internasional, menyangkut kadar mikroplastik yang diperbolehkan dalam makanan dan minuman.

"Codex sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO dan WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pangan," kata Penny. "Yang beredar sekarang sudah sesuai standar yang ada."

Untuk menentukan standar aman tersebut, lanjut Penny, dibutuhkan penelitian dan kajian oleh lembaga berwenang: "Termasuk efek mikroplastik terhadap tubuh."

Asosiasi Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) menegaskan kesehatan dan keselamatan konsumen merupakan prioritas utama.

Ketua ASPADIN, Rachmat Hidayat, mengatakan pihaknya sudah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah: "Antara lain memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI) dan ketentuan BPOM."

Air minum dalam kemasan, kata Rachmat, adalah salah satu dari sedikit bahan pangan olahan yang membutuhkan SNI yang tergolog amat ketat untuk produksi air minum dalam kemasan.

Soal hasil penelitian yang menyebut adanya mikroplastik dalam air mineral kemasan, lanjut Rachmat, belum ada dalam aturan soal air mineral kemasan.

"Belum ada konsesus ilmiah dan negara di dunia yang mengatur mikroplastik dalam pangan," kata Rachmat. Hal itu dikonfirmasi setelah berkoodinasi dengan jaringan internasional yang dimiliki ASPADIN.

"Ini dikonfirmasi oleh BPOM dan Kementerian Perindustrian juga," tambahnya.

Sebagai produsen air minum dalam kemasan, ASPADIN tetap mengamati perkembangan isu mikroplastik dan akan tetap mengikuti setiap aturan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Untuk itu, ASPADIN mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap tenang karena produk mereka sudah sesuai dengan standar yang ada: "Semua yang beredar sudah memenuhi SNI dan ijin edar dari BPOM."

Hasil penelitian Orb Media
Sebelumnya diberitakan, investigasi terhadap berbagai merk minuman kemasan mengungkap bahwa air di dalam botol Aqua Danone dan Nestle Pure Life mengandung partikel plastik, termasuk 11 merek minuman kemasan dunia.

"Kami menemukan (plastik) di dalam botol demi botol dan merk demi merk," kata Sherri Mason, profesor kimia dari State University of New York yang dilibatkan dalam investigasi.

Nestle menyatakan telah memulai uji mikroplastik secara internal sejak dua tahun lalu dan hasilnya adalah plastik tidak dideteksi "di atas level pendeteksian".

Seorang juru bicara Nestle menambahkan bahwa kajian Profesor Mason meluputkan beberapa langkah kunci untuk menghindari "hasil positif yang salah". Dia juga mengatakan pihaknya mengundang Orb Media untuk membandingkan metodenya.

Secara terpisah, Danone mengatakan tidak bisa mengomentari kajian tersebut karena "metodologi yang digunakan tidak jelas" dan menegaskan botol yang mereka gunakan untuk menampung air masuk kategori "kemasan yang sesuai untuk makanan".

Perusahaan itu menambahkan bahwa tidak ada aturan pasti mengenai mikroplastik atau konsensus dalam sains untuk mengujinya. (bbcindonesia.com)

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mempertahankan gelar juara di ganda putra turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, All England.

Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu petang (18/03) atau Senin dini hari WIB, Kevin/Marcus menang dua set langsung atas pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan 21-18 dan 21-17.

"Senang rasanya bisa merebut gelar bergengsi. Luar biasa bisa juara lagi," kata Kevin kepada BBC Indonesia setelah pertandingan.

Kevin menambahkan kunci kemenangan di babak final adalah fokus untuk meraih poin demi poin dan meminimalkan kesalahan: "Jangan banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu saja sih."

Hal senada disampaikan Marcus, bahwa dia dan Kevin mencoba untuk tampil tanpa beban meski diakui tidak mudah karena datang sebagai juara bertahan.

"Menikmati pertandingan, jangan ada tekanan. Fokus satu demi satu dan melakukan yang terbaik," kata Marcus.

Boe/Mogensen memberikan perlawanan gigih, terutama di set kedua, dengan terus menempel ketat perolehan poin Kevin/Marcus, namun ternyata belum cukup untuk menahan laju pasangan Indonesia itu.

Boe menyebut Kevin punya 'pukulan ajaib'.

"Ada bola yang mestinya tak bisa dikembalikan, tapi Kevin bisa mengembalikan. Itu ajaib," kata Boe.

Memang beberapa kali dalam turnamen ini Kevin membuat lawan terperangah.

Dikira sudah mati dan tak bisa mengembalikan bola, tapi bola justru tiba-tiba kembali, yang membuat pemain Inggris Gaby Adcock menjulukinya 'pemain ajaib'.

Kevin menjelaskan tidak ada yang istimewa dari pukulannya: "Itu reflek saja."

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, mengatakan keberhasilan Kevin/Marcus mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa keduanya memang istimewa, baik dari aspek fisik maupun mental.

Ia mengatakan gelar juara yang diraih tahun lalu di turnamen ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri Kevin/Marcus, yang mendorong keduanya panen gelar sepanjang 2017.

"Ujian pemain itu di antaranya adalah All England. Yang lain adalah Olimpiade dan kejuaraan dunia. Kalau sudah juara All England, tingkat kepercayaan diri pasti meningkat pesat," kata Herry.

Kevin/Marcus menjadi ganda putra pertama sejak tahun 1996 yang berhasil mempertahankan gelar juara.

Prestasi ini ditorehkan oleh ganda putra legendaris Indonesia, Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Rexy kepada BBC Indonesia mengatakan sejak awal dirinya sudah yakin Kevin/Marcus akan bisa mengikuti jejak dirinya.

Kelebihan Kevin/Marcus, menurut Rexy, adalah tingkat konsentrasi yang sangat tinggi di lapangan: "Secara mental mereka juga tahu apa yang dilakukan di lapangan. Mereka stabil, tak mudah goyah."

Prestasi Kevin/Marcus meroket sejak juara di All England pada 2017.

Selain sukses di Birmingham, duo ini tampil di 11 turnamen superseries dan sembilan kali masuk babak final.

Dari sembilan final, Kevin/Marcus menyabet tujuh gelar juara, yaitu di Birmingham, India, Malaysia, Jepang, Cina, Hong Kong, dan di Dubai.

Prestasi ini memecahkan rekor yang dicatat pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong pada 2015.

Tak mengherankan jika badan bulutangkis dunia, BWF, menobatkan Kevin/Marcus sebagai pemain terbaik 2017, yang membuat keduanya kaget karena gelar itu biasanya selalu diraih oleh pemain tunggal.

Hasil lain All England 2018: Shi Yuqi merebut gelar juara di tunggal putra setelah mengalahkan seniornya, Lin Dan, 21-19, 16-21, dan 21-9.

Dan Tai Tzu Ying asal Taiwan membuktikan diri yang terbaik di nomor tunggal putri, dengan mengalahkan pemain Jepang, Akane Yamaguchi, dengan angka 22-20 dan 21-13.

Gelar di ganda putri diraih pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, yang di final menundukkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, 21-19 dan 21-18.

Dan di ganda campuran, Yuta Watanabe/Arisa Higashino keluar sebagai juara dengan mengalahkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, 15-21, 22-20, dan 21-16. (bbcindonesia.com)

Rusia memutuskan untuk mengusir 23 diplomat Inggris dari Moskow sebagai langkah balasan atas tindakan pemerintah Inggris yang mengusir 23 diplomat Rusia.

Pengusiran tersebut ditempuh Inggris terkait insiden penyerangan mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, yang berusia 66 tahun, dan putrinya, Yulia, 33 tahun, di Salisbury, 4 Maret lalu.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan "amat mungkin" Inggris berada di balik kejadian itu.

Namun, lepas dari kasus Skripal, mengapa sebuah negara mengusir diplomat asing? Dan apa yang terjadi ketika seorang diplomat asing diminta meninggalkan sebuah negara?

Mengapa sebuah negara mengusir diplomat asing?
Segenap diplomat di seluruh dunia menyandang kekebalan di negara yang mereka kunjungi. Artinya, mereka tidak bisa dihukum di negara tersebut.

Akan tetapi, hak mereka untuk menetap di negara yang dikunjungi bisa dicabut jika mereka melanggar hukum, membuat berang negara tersebut, atau dalam krisis diplomatik seperti terjadi antara Inggris dan Rusia saat ini.

Konvensi Wina mengenai hubungan diplomatik mengatur bagaimana negara-negara berinteraksi. Berdasarkan Pasal 9 Konvensi tersebut, negara yang menampung diplomat asing bisa "kapanpun dan atas alasan apapun" menyatakan seorang diplomat asing 'persona non grata' atau tak dikehendaki di wilayah mereka.

Siapa yang memutuskan hengkangnya diplomat asing?
Pemerintah yang dikunjungi diplomat asing berhak menentukan diplomat mana yang hengkang dan yang menetap.

Pada Sabtu (17/3), Duta Besar Inggris, Laurie Bristow, dipanggil Kementerian Luar Negeri Rusia untuk memberi tahu mengenai pengusiran terhadap 23 diplomat Inggris.

Sebelumnya, langkah serupa ditempuh Kementerian Luar Negeri Inggris saat memanggil duta besar Rusia.

Akan tetapi, menurut John Everard selaku mantan duta besar Inggris untuk Korea Utara "tiada cara baku untuk memberi tahu diplomat" mana yang diminta hengkang atau menetap.

Sebuah negar, meurut Everard, bisa memanggil duta besar yang bersangkutan atau merilis nota diplomatik secara resmi. Tiada aturan baku mengenai cara melakukannya.

Contohnya, seperti yang terjadi pada Patric Duddy, mantan duta besar AS untuk Venezuela. Pada 2008, saat dia sedang berada di Washington DC, Kementerian Luar Negeri AS menelponnya dan memberitahu bahwa dia tidak bisa kembali ke Venezuela.

Pasalnya, Hugo Chavez, yang merupakan presiden Venezuela kala itu, mengumumkan pengusiran Duddy melalui media massa.

Apa yang terjadi saat seorang diplomat diminta hengkang?

Diplomat asing harus hengkang tatkala negara yang dikunjungi meminta dia pergi. Menolak pergi sama saja melanggar traktat internasional dan bisa memicu krisis besar.

"Tidak bisa berkelit. Mereka harus memenuhi tenggat waktu yang kami berikan, dan sebaliknya kami harus memenuhi tenggat waktu mereka," ujar Sir Christopher Meyer, mantan duta besar Inggris untuk AS.

Dalam kasus saat ini, Rusia memberikan waktu seminggu kepada 23 diplomat Inggris untuk pergi. Namun, dalam kasus lain, bisa saja waktu yang diberikan mencapai 72 jam atau bahkan 24 jam.

Pada 1960-an, sebuah perusahaan asuransi menawarkan polis untuk melindungi para diplomat dalam menghadapi kemungkinan diusir tiba-tiba oleh Moskow.

Everard, yang tidak pernah diusir dari sebuah negara, mengibaratkannya dengan disuruh hengkang oleh perusahaan transnasional besar.

"Anda tidak akan melakukan pekerjaan apapun pada pekan tersebut," ujarnya, sembari menambahkan tantangan terbesar adalah menangani urusan sekolah anak-anak.

"Anda ucapkan perpisahan kepada setiap teman dan kolega sebanyak-banyaknya. Dan jika beruntung, Anda bisa menggelar pesta perpisahan."

Kedutaan Rusia di London tampaknya punya waktu soal ini. Mereka merilis foto perpisahan kepada 23 diplomat yang diusir pemerintah Inggris.

Lagi-lagi, tiada aturan baku mengenai apa yang harus dilakukan diplomat ketika diusir mendadak.

Bagaimanapun, Menlu Inggris, Boris Johnson, mencuit bahwa prioritasnya sekarang adalah "mendukung para staf yang kembali ke Inggris."

Apakah diplomat yang diusir bisa kembali?
Sir Christopher, yang pernah bertugas di Uni Soviet, mengatakan "sangat jarang" bagi seorang diplomat untuk kembali ke sebuah negara yang pernah mengusirnya.

Meski demikian, dia mengenal seseorang yang bisa kembali ke Rusia setelah diusir. Yang bersangkutan, mengajukan permohonan dan bisa kembali bertugas di Rusia beberapa tahun mendatang.

"Tidak ada periode tetap. Namun, itu bukanlah sesuatu yang jamak," ujarnya.

Apa yang terjadi terhadap diplomat yang kembali ke negaranya?
Diplomat yang baru diusir tidak menunggu kesempatan kembali ke negara tersebut.

Mereka, kata Sir Christopher, ditugaskan di bidang lain yang ditetapkan pejabat Kemenlu walau diplomat yang bersangkutan punya keahlian di suatu bahasa tertentu.

"Sebagian besar diplomat punya kekhususan di 'bahasa yang susah'. Namun, mereka toh punya pengetahuan luas."

"Bukan berarti seorag diplomat tidak bisa membawa keahlian lainnya ke Kementerian Luar Negeri." (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM