Mulai hari ini, Rabu (15/8/2018) obor Asian Games 2018 tiba di Jakarta. Sebelum dibawa ke acara pembukaan di GBK, obor akan dikirab keliling kota.

Kirab obor Asian Games 2018 di Jakarta akan berlangsung selama empat hari dengan melewati lima wilayah Kota Jakarta plus Kabupaten Kepulauan Seribu. Titik start kirab ini adalah di Lippo Mall Kramat Jati pada pukul 07.00 WIB, untuk diarak menuju TMII hingga menyusuri Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Selama di Jakarta, obor akan meninap di Balai Kota DKI Jakarta dan Monumen Nasional (Monas). Di hari Jumat obor Asian Games tersebut akan diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, di sana Jokowi akan berkesempatan membawa obor tersebut.

Di hari Sabtu (18 /8/2018), kirab obor akan menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang merupakan venue pembukaan Asian Games 2018, yang sekaligus sebagai tempat pemberhentian terakhir.

Kirab obor Asian Games 2018 ini akan membuat beberapa ruas jalan di Jakarta akan ditutup. Namun warga diharapkan antusias menyambutnya.

Berikut rute kirab obor Asian Games di Jakarta tanggal 15-18 Agustus:

15 Agustus:

- Lippo Mal Kramat Jati-Gedung Sasono Abdi Guna TMII
- Gedung Sasono Langgeng Budoyo TMII-Lapangan terbuka Gedong
- Lapangan Terbuka-Halte Rawa Bambu Jaksel
- Kolong Flyover Jagakarsa-Pintu Utama Kebon Binatang Ragunan
- Halte Rawa Bambu-Pintu Utama Kebon Binatang Ragunan
- Kebon Binatang Ragunan-Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan-Walikota Jakarta Selatan
- Wali Kota Jakarta Selatan-Balai Kota DKI Jakarta

16 Agustus:

- Balai Kota DKI Jakarta-Jalan Garuda
- Jalan Benyamin Sueb-Jalan Mangga Dua
- Jalan Mangga Dua-Kelurahan Tanah Sereal
- Kelurahan Tanah Sereal-Jalan Pintu Besar Utara
- Jalan Puntu Besar Timur-Taman Kalijodo
- Jalan Taman Kaijodo-Jalan Yos Sudarso
- Jalan Yos Sudarso-Danau Sunter

17 Agustus 2018:

- Danau Sunter- Waduk Sunter
- Waduk Sunter-Marina Ancol
- Marina Ancol-Pulau Seribu
- Pulau Seribu-Marina Ancol
- Marina Ancol-Istana

18 Agustus:

- Setelah diinapkan di Istana Negara api abadi dibawa ke Patung Kuda
- Selanjutnya dari Patung Kuda, api abadi berakhir di Gelora Bung Karno.
(Detik.com)

Jembatan tol Morandi di Genoa, Italia diduga memiliki masalah konstruksi sejak awal pembangunannya pada 1960-an silam hingga memicu kritik keras dari para ahli konstruksi. Jembatan itu akhirnya ambruk di tengah guyuran hujan badai, Selasa (14/8) siang.

Sedikitnya 35 orang tewas, dan puluhan luka-luka dalam insiden runtuhnya jembatan jalan tol yang disebut sebagai 'tragedi besar' tersebut.

Melalui laporan terbarunya, situs spesialis bidang teknik Ingegneri.info mengatakan struktural jembatan jalan tol Genoa sepanjang 1 kilometer tersebut selalu menghadirkan "keraguan" dan menyebut insiden robohnya jembatan "hanya menunggu waktu saja untuk terjadi."


Ingegneri.info mengatakan jembatan Morandi seharusnya mampu bertahan setidaknya untuk satu abad. Namun, struktur jembatan yang tak proporsional telah lama menjadi beban pemeliharaan selama ini khususnya dalam hal memperbaiki retakan dan degradasi beton.

Seorang profesor bidang konstruksi Universitas Genoa, Antonio Brencich, mendukung laporan Ingegneri.info tersebut. Dia juga menyoroti masalah pemeliharaan jembatan tersebut yang dianggap tidak memadai.

"Insiden itu dipengaruhi oleh masalah korosi yang sangat serius terkait dengan teknologi yang digunakan dalam konstruksi jembatan. Riccardo Morandi [desainer jembatan] ingin menggunakan teknologi yang telah dipatenkan namun tidak lagi digunakan dan ini menunjukkan kegagalannya," kata Brencich kepada Radio Capitale seperti dikutip AFP, Rabu (15/8).

Brencich telah lama mengkritik pembangunan jembatan tersebut. Pada 2016 lalu, ia juga menyoroti masalah pembangunan jembatan tersebut yang melampaui anggaran dan masalah perhitungan yang buruk terkait konstruksinya.

Hingga kini, otoritas Italia melaporkan sedikitnya 35 orang tewas akibat insiden robohnya sebagian jembatan Morandi. Namun, jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah lantaran petugas darurat masih berusaha mencari korban yang mungkin masih terjebak puing reruntuhan.

Di bawah jembatan tersebut terdapat pusat perbelanjaan, pabrik, beberapa rumah, serta jalan raya yang menghubungkan Genoa-Milan dan Sungai Polcevera.

Dikutip The Guardian, lalu lintas jembatan tersebut diperkirakan lebih ramai dari biasanya saat peristiwa terjadi lantaran banyak warga Italia dan turis yang ingin berlibur di pantai dan gunung menjelang libur nasional Ferragosto. (CNN Indonesia)

Laporan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebutkan bahwa gempa Lombok pada awal Agustus dengan berkekuatan tujuh pada skala Richter menyebabkan kenaikan daratan pulau tersebut setinggi 25 sentimenter.

"Berdasarkan pola deformasi pada peta, para ilmuwan menyimpulkan pergeseran bidang patahan akibat gempa terjadi pada patahan di bawah bagian barat laut Pulau Lombok dan menyebabkan kenaikan permukaan daratan sampai 10 inci (25 sentimeter)," demikian dimuat pada situs NASA.

Data baru satelit digunakan NASA untuk membuat peta perubahan bentuk daratan Lombok setelah gempa yang telah menewaskan 436 orang dan jumlah pengungsi mencapai 352.793 orang sampai hari Senin (13/08).

Mengapa perubahan permukaan daratan terjadi?
Gempa di Lombok ini terjadi disebabkan oleh pelepasan energi setelah terakumulasi selama ratusan tahun. Gejala alam seperti gempa memang dapat menyebabkan penurunan, selain juga kenaikan daratan.

"Kulit kerak permukaan bumi terbagi dalam beberapa blok lempeng. Kalau dia saling bertumbuk satu sama lain akibat dibawa sama cairan di bawahnya itu, nah itu saling nabrak. Ada yang naik, ada yang turun," kata Agustan, peneliti geodesi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Di daerah Lombok, Flores, Bali ada semacam tektonik lempeng kecil, bagian blok permukaan yang kecil. Ini saling tubrukan. Sumbernya berasal dari patahan Flores," Agustan menjelaskan.

Data satelit yang digunakan NASA ini dipandang mewakili dengan baik apa yang terjadi pada Gempa Lombok karena menjelaskan secara visual perubahan bentuk yang terjadi akibat gempa.

"Terdapat perubahan bentuk, terdapat perubahan dimensi dari bagian utara Pulau Lombok. Jadi yang dimaksud dengan deformasi adalah perubahan bentuk yang berlangsung secara tiba-tiba akibat gempa," kata Irwan Meilano, dosen geodesi Institut Teknologi Bandung.

"Ada dua bagian lapisan yang berlainan, lempeng tektonik yang berbeda, yang berada di utara Pulau Lombok dan di Pulau Lombok. Tiba-tiba bagian yang atas dari kedua lapisan tersebut, tiba-tiba naik dengan sangat cepat. Tiba-tiba ada sebuah lapisan tanah yang bergeser tiba-tiba naik ke atas dan juga bergerak horizontal.

Nah pergerakan yang tiba-tiba, yang vertikal dan horizontal ini, kemudian menghasilkan guncangan yang keras," Irwan menerangkan.

Apa arti naik 25 cm?
Salah satu hal yang terungkap dari peta satelit NASA ini adalah kenaikan daratan Pulau Lombok sampai 25 cm. Apakah ini suatu hal yang luar biasa?

"Kalau di gempa itu suatu hal yang sangat biasa. Karena mekanisme gempa ada beberapa macam. Ada yang namanya subduksi, ada yang namanya patahan strike slip. Semua mekanisme gempa itu, jenis-jenis tabrakan itu akan menyebabkan perbedaan permukaan. Kadang dia naik, kadang dia turun," kata Agustan.

Pada berbagai gempa lain di Indonesia, seperti di Aceh, Mentawai atau Nias misalnya terjadi kenaikan dan juga penurunan yang lebih besar, tidak hanya puluhan centimeter seperti di Lombok.

"Jenis gempa yang modelnya thrusting atau kemudian sesar naik, itu akan menyebabkan kenaikan uplift dan juga akan menyebabkan penurunan atau subsidence. Kita telah menemukan beberapa fakta yang sama di beberapa kejadian gempa.

Ketika Gempa Aceh yang kita adalah juga uplift di sekitar Pulau Simeuleu, tetapi kita menemukan subsidence yang sampai ratusan senti, sampai 1,2 meter di sepanjang garis pantai di Aceh," kata Irwan Meilano.

Dampaknya ke penduduk
Kenaikan daratan setinggi 25 cm dipandang tidak terlalu menyebabkan pengaruh kepada penduduk yang hidup di Lombok. Sebagian besar warga menjadi korban bencana lebih karena rubuhnya bangunan.

"Kalau kita lihat dari citra satelit, memang luas daerahnya. Pusat utamanya di pesisir utara, pantai. Dia tidak kembali ke keadaan sebelumnya, Jadi begitu dia patah dan naik, dia akan begitu terus. Kalau sudah terjadi deformasi permukaan nggak ada yang bisa dilakukan, paling cuma bisa adaptasi," kata Agustan dari BPPT.

"Tapi 25 cm sih nggak begitu ini sih yah. Kalaupun ada jejaknya, rupture di daerah batas mana naik mana turunnya itu mungkin yang tanahnya akan kelihatan retak," Agustan menjelaskan lebih jauh.

Salah satu contoh ekstrem adalah penurunan sebagian daratan akibat Gempa Aceh tahun 2004 yang menyebabkan penduduk kehilangan tanah terganti laut.

Sementara kenaikan daratan bisa menyebabkan garis pantai menjadi maju, seperti yang terjadi di Gempa Nias tahun 2005 yang menyebabkan kenaikan 2-3 meter.

Tetapi kenaikan 25 cm dipandang tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari penduduk karena terjadi secara bersamaan, kata Irwan Meilano dari ITB.

"Apakah kemudian ini berdampak pada proses rekonstruksi, menurut saya tidak terlalu berdampak. Skala dari kenaikannya bersifat massive. Jadi kenaikannya tidak satu rumah, satu rumah tidak naik. Tetapi kemudian naik bersama-sama."

"Yang harus diperhatikan adalah apabila kemudian rumah yang akan kita bangun kembali dekat dengan tebing yang kemudian bisa longsor," kata Irwan Meilano. (BBC Indonesia)

Harapan Jordan Clarkson tampil di Asian Games 2018 dipastikan musnah. Sebab pebasket Cleveland Cavaliers itu dilarang tampil untuk timnas Filipina oleh NBA.

Mantan pemain Los Angeles Lakers ini memang memiliki darah Filipina dari neneknya. Meski begitu, dia belum sekalipun tampil membela Filipina dan berniat untuk menjalani debut timnas pada Asian Games ini.

Sebelumnya, Clarkson sebenarnya sudah mendapat izin dari Cavaliers maupun Olympic Council of Asia untuk bermain bersama Filipina di ajang ini.

Namun, NBA menolak hal tersebut menilik dari kesepakatan FIBA yang menetapkan bahwa para pemain di NBA hanya bisa berpartisipasi pada Olimpiade, Piala Dunia FIBA, dan kompetisi Piala Kontinental.

"Kesepakatan NBA dengan FIBA adalah mengizinkan para pemain NBA berpartisipasi di Olimpiade, kejuaraan dunia FIBA, kejuaraan kontinental, dan kualifikasi turnamen di setiap asosiasi," ujar juru bicara NBA, Tim Frank, seperti dikutip NBS.

"Karena Asian Games bukan salah satu dari kompetisi itu, maka pemain NBA tidak bisa berpartisipasi. Berdasarkan kesepakatan NBA dengan FIBA, Jordan baru diperbolehkan membela Filipina di kompetisi yang sudah disepakati."

Wajar saja Clarkson mengungkapkan kekecewaannya akan hal itu. Ia mengunggah foto jersey Filipina miliknya yang siap dipakai untuk Asian Games 2018 sambil menulis curhatannya.

"Untuk saudara-saudaraku di Filipina, aku benar-benar kecewa karena tidak diperbolehkan bermain di Asian Games bersama timnas (Filipina). Terlepas dari aku tak ada di sana, aku tetap akan bersama rekan-rekan (Filipina) dalam hati dan semangat," ungkapnya pada akun Facebook.

"Meskipun demikian, hasrat dan ambisiku untuk bermain dengan rekan-rekan senegara masih tetap ada. Aku punya keyakinan bahwa mimpi ini harus segera menjadi kenyataan," lanjut dia.

Banyak fans yang kecewa dengan keputusan NBA ini. Pasalnya, dua pemain China di NBA, Zhou Qi (Houston Rockets) dan Ding Yanyunhang (Dallas Mavericks) bisa tampil di Asian Games 2018. (DETIK.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM