Ribuan penerbangan dibatalkan akibat badai salju yang melanda sejumlah wilayah Amerika Serikat, Kamis (4/1).

Mengutip AFP, ada sekitar 3.000 penerbangan yang dibatalkan. Sekitar 75 persen penerbangan yang dibatalkan terjadi di bandara Newark Boston dan New Jersey.

Tak hanya di Newark Boston, bandara John F Kennedy New York bahkan ditutup sementara akibat badai. Salju tebal menutupi landasan pacu dan menyebabkan pesawat tak bisa terbang.

"Bandara John F Kennedy menghentikan kegiatan penerbangan beberapa saat, sebelum pukul 11.00 setempat. Akan dibuka kembali pada pukul 3 siang," kata pejabat FAA seperti dikutip dari Reuters.

Badai salju dan angin kencang juga menyebabkan aktivitas warga terganggu. Sekolah-sekolah terpaksa ditutup, dan pemadaman listrik. Jalur-jalur kereta api juga terputus akibat rel yang tertutup salju. Kondisi itu diperparah dengan penurunan suhu secara ekstrem yang berkisar hingga minus 25 derajat celcius.

Gubernur Georgia Nathan Deal, telah mengumumkan status keadaan darurat terkait badai yang melanda wilayahnya.

Hal sama juga dilakukan, Gubernur Florida Rick Scott, dia mengimbau warga agar bersiap untuk menghadapi kondisi ekstrem.

Badai salju dan angin kencang diperkirakan akan terus terjadi hingga bberapa hari ke depan. Diperkirakan angin kencang dengan kecepatan 55 mil atau 88,5 kilometer per jama akan melanda wilayah Connecticut, Jumat (5/1). (cnnindonesia.com)

Majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan dari sidang perkara korupsi proyek KTP elektronik dengan terdakwa Setya Novanto, termasuk soal beberapa nama politikus dalam surat dakwaan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Hakim Ketua Yanto menjelaskan setelah mempertimbangkan nota keberatan tim penasehat hukum, majelis hakim berpendapat keberatan-keberatan tersebut tidak dapat diterima.

Selain itu, majelis hakim berpendapat surat dakwaan telah memenuhi pasal 143 ayat 2 huruf a dan b UU KUHAP, sehingga seluruh dakwaan tersebut sah menurut hukum dan bisa diterima menjadi dasar dakwaan perkara ini.

"Menimbang bahwa karena keberatan tim penasehat hukum tidak dapat diterima, maka pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan," ujar Yanto dalam sidang putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/1).

Majelis hakim juga memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaaan atas terdakwa Setya Novanto dan menangguhkan biaya perkara hingga putusan akhir.

Terkait dengan nama-nama politikus yang hilang dalam surat dakwaan yang menjadi keberatan tim penasehat Setya Novanto, Hakim Anggota Anwar menegaskan hilangnya nama-nama tersebut tidak menyebabkan dakwaan menjadi batal.

"Karena yang diadili atas nama jaksa bukan atas nama nama-nama yg dihilangkan sehingga keberatan tidak dapat diterima," cetus Agus.

Sebelumnya pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, mempertanyakan hilangnya tiga nama politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari surat dakwaan Setya Novanto.

Ketiga nama politisi itu adalah Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, dan Olly Dondokambey. Saat proyek e-KTP berjalan, Yasonna dan Ganjar duduk di Komisi II DPR, sedangkan Olly merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.

Maqdir menyebut ketiga nama tersebut ada pada surat dakwaan tiga terdakwa terdahulu, yakni dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Usai persidangan, Setya Novanto menuturkan bahwa dirinya tidak keberatan dengan putusan hakim.

"Saya sangat menghormati putusan ini dan saya akan ikuti secara tertib dan saya

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis pekan depan (11/1) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik, KPK menduga Novanto bersama sejumlah pihak menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Bersama sejumlah pihak tersebut, Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp2,3 triliun dari nilai pengadaan sebesar Rp5,9 triliun. (bbcindonesia.com)

Masih ingat dengan patung absurd Cristiano Ronaldo?. Nah, kini ada lagi patung yang tidak kalah absrudnya. Kali ini, giliran sosok Michael Essien yang jadi korban patung yang sama sekali tidak mirip dengannya.

Pada tahun 2017, beberapa pesohor sepak bola dunia memang dibuatkan patung. Selain Ronaldo, ada pula patung Diego Maradona dan Gareth Bale. Lionel Messi pun punya patung yang terdapat di kampung halamannya di Argentina.

Namun, tidak semua patung yang dibuat hasilnya bisa mirip dengan figur aslinya. Patung Ronaldo yang terletak di Madeira, Portugal, misalnya, sama sekali tidak mirip dengan Ronaldo. Hasilnya, patung ini jadi bahan candaan berupa meme-meme kocak.

Nah, kini hal yang sama berlaku bagi patung Michale Essien yang terdapat di kampung halamannya di Kumasi, Ghana. Figur Essien divisualisasi sedang menguasai bola dengan memakai kostum Chelsea. Tapi, figur dalam patung itu sama sekali tak mirip dengan Essien.

Selain wajahnya yang tidak mirip, postur patung itu juga tidak simetris. Tangan dan kaki patung Essien pun tampak aneh. Seperti inilah penampakannya. (bola.net)

Donald Trump "hilang akal" saat dia hampir dipastikan memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat, tidak menikmati upacara pelantikannya, dan takut tinggal di Gedung Putih.

Itu adalah tiga di antara sedikitnya 10 hal yang terungkap dalam buku berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House karya jurnalis Michael Wolff.

Buku tersebut dibuat berdasarkan lebih dari 200 wawancara yang dilakukan Wolff terhadap sumber-sumber yang dekat dengan Trump. Wolff mengaku dirinya seolah mampu "menduduki posisi semi permanen di sofa Sayap Barat" Gedung Putih sesaat setelah Trump dilantik menjadi presiden AS.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan buku tersebut dipenuhi "tulisan salah dan menyesatkan".

Berikut 10 temuan heboh dalam buku tersebut, disertai komentar dari wartawan BBC di Amerika Serikat, Anthony Zurcher.

1. Ada nuansa 'makar' dalam pertemuan putra Trump dengan perwakilan Rusia
Menurut Steve Bannon, yang merupakan mantan kepala strategi Gedung Putih di bawah pemerintahan Trump, pertemuan antara Donald Trump Jr dengan sekelompok perwakilan Rusia bernuansa "makar".

Orang-orang Rusia itu menawarkan kepada Donald Trump Jr beragam informasi yang bisa menjatuhkan Hillary Clinton pada Juni 2016, di tengah kampanye pemilihan presiden AS.

Kepada Wolff, yang dimuat dalam buku tersebut, Bannon berkata:

"Tiga figur senior dalam tim kampanye mengira adalah ide yang bagus untuk bertemu dengan pemerintah asing di ruang konferensi Trump Tower lantai 25, tanpa pengacara. Mereka tidak didampingi satu pengacara pun."

"Kalau Anda berpikir itu bukan tindakan makar, atau tidak patriotik, atau kotoran, saya menilai tindakan itu mencakup semuanya. Mereka seharusnya langsung menghubungi FBI."

Soal penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman untuk menelisik keterkaitan antara tim kampanye Trump dan Moskow akan berfokus pada pencucian uang, Bannon juga angkat bicara.

"Mereka akan meretakkan Don Junior seperti telur di depan TV nasional".

Wartawan BBC Anthony Zurcher (AZ): Hanya dalam beberapa kalimat, Bannon mampu meledakkan bom terhadap upaya Gedung Putih dalam meredam makna pertemuan di Trump Tower pada Juni 2016 dan upaya Gedung Putih dalam menjelekkan penyelidikan dengan menyebutnya sebagai langkah partisan. Pertemuan dengan Rusia, sebagaimana dikatakan Bannon, adalah tindakan buruk dan lebih jauh, langkah bodoh.

2. Trump 'hilang akal' dengan kemenangannya di pilpres
Dalam sebuah artikel NYMag yang mengutip bukunya, jurnalis Michael Wolff menggambarkan betapa terpukaunya dan cemasnya tim kampanye Trump saat mereka hampir dipastikan memenangi pemilihan presiden pada November 2016.

"Sesaat setelah pukul 20.00 pada malam pemilihan, ketika Trump secara tak terduga hampir dipastikan menang, Don Jr mengatakan kepada temannya bahwa ayahnya, atau DJT sebagaimana dia menyebutnya, terlihat seperti baru saja melihat hantu."

"Melania menangis—dan bukan tangis kebahagiaan. Lalu dalam kurun satu jam lebih, seperti disaksikan Steve Bannon, Trump yang hilang akal bertransformasi menjadi Trump yang sangsi dan kemudian Trump yang ketakutan. Namun Trump tiba-tiba menjadi seorang pria yang meyakini dia berhak dan mampu menjadi presiden Amerika Serikat."

AZ: Penjabaran ini berbeda dengan apa yang beberapa kali diutarakan kubu Trump sejak malam pemungutan suara. Walau tim kampanye mungkin bersiap menghadapi kekalahan, Trump dan orang-orang dekatnya mengaku percaya dengan kesuksesan mereka. "Trump yang ketakutan" tidak pernah dinarasikan.

3. Trump 'marah' saat upacara pelantikan
Wolff menulis:

"Trump tidak menikmati upacara pelantikannya. Dia marah orang-orang penting kelas atas memutuskan tidak menghadiri acara tersebut. Dia menggerutu dengan akomodasi di Blair House dan tampak jelas bertengkar dengan istrinya yang tampak bakal menangis."

"Sepanjang hari, dia memasang wajah—yang menurut orang-orang dekatnya—marah dan kesal, bahu membungkuk, lengan mengayun, alis naik, dan memanyunkan bibir."

Namun, kantor ibu negara menepis klaim tersebut.

Direktur komunikasi, Stephanie Grisham, menyatakan: "Nyonya Trump mendukung keputusan suaminya untuk menjadi presiden dan bahkan menyemangatinya. Dia yakin suaminya akan menang dan sangat bahagia ketika hal itu tercapai".

AZ: Penjabaran ini sejalan dengan klip video viral yang memperlihatkan Melania memaksakan senyum ketika presiden menatapnya. Ini juga menjelaskan mengapa Trump berkeras bahwa upacara pelantikannya sukses dan banyak orang yang datang. Dia merasa kesal, murung, dan perilakunya mencerminkan itu.

4. Trump ketakutan tinggal di Gedung Putih
Wolff menulis:

"Faktanya, Trump beranggapan Gedung Putih mengesalkan dan bahkan dia sedikit ketakutan. Dia menetap di kamar tidurnya—pertama kali pasangan presiden dan ibu negara tinggal di kamar yang berbeda sejak era Presiden Kennedy."

"Pada hari-hari pertama, dia memesan dua layar televisi padahal sudah ada satu televisi di kamar itu. Dia kemudian mengunci pintunya dan sempat memicu ketegangan dengan pasukan pengamanan presiden yang berkeras mereka harus bisa mengakses kamarnya."

AZ: Sejak dia menjadi pria dewasa, Trump hidup semaunya sendiri sesuai dengan status konglomerat properti yang kekayaannya membuat semua keinginannya dituruti. Gedung Putih, menurut Bill Clinton adalah "permata dari sistem lembaga pemasyarakatan federal". Adapun Harry Truman menyebutnya "penjara putih yang besar". Trump pasti syok tinggal di sana.

5. Ivanka berharap menjadi presiden
Menurut buku yang ditulis Wolff: Putri Trump, Ivanka, dan suaminya, Jared Kushner, ditengarai menjalin kesepakatan bahwa Ivanka bakal mencalonkan diri sebagai presiden di masa mendatang,

"Setelah menimbang antara risiko dengan hasil yang akan dicapai serta atas saran semua orang yang mereka kenal, Jared dan Ivanka memutuskan untuk menerima peran di Sayap Barat (Gedung Putih). Itu adalah keputusan bersama pasangan tersebut dan, dalam berbagai konteks, pekerjaan bersama."

"Keduanya telah membuat kesepakatan. Jika kesempatan muncul di masa depan, Ivanka akan mencalonkan diri sebagai presiden. Presiden perempuan pertama, bukanlah Hillary Clinton, tapi Ivanka Trump. Bannon, yang memunculkan istilah 'Jarvanka', merasa ngeri ketika kesepakatan pasangan itu dilaporkan kepadanya."

AZ: Perselisihan antara Bannon dan 'Jarvanka' bukanlah rahasia dan tidak mengejutkan. Pasangan itu sejatinya mewakili apa yang ditentang Bannon, yaitu elitisme ala Pesisir Timur AS dan keistimewaan. Karena hubungan darah, mereka didengar Trump dan boleh jadi ada kemungkinan kekuasaan dinasti.

6. Ivanka mencemooh gaya rambut Trump
Putri Trump mencemooh gaya rambut ayahnya yang ditengarai tercipta berkat 'operasi pengurangan kulit kepala', tulis Wolff.

"Ivanka memperlakukan ayahnya seperti orang lain dengan mencemooh gaya rambut ayahnya di depan khalayak. Dia kerap menjelaskan mekanisme di balik gaya rambut ayahnya kepada teman-temannya. Bagian kepala yang botak, setelah mengalami operasi pengurangan kulit kepala, ditutupi rambut dari segala arah lantas disisir ke belakang dan dikeraskan menggunakan semprotan rambut."

"Warna rambutnya, jelas Ivanka, berasal dari produk bernama Just For Men. Semakin lama dibiarkan, warnanya semakin hitam. Namun, karena tidak sabar, warna rambut Trump menjadi oranye-kepirangan."

AZ: Bukan hal mengejutkan jika cemoohan tentang rambutnya membuat Trump kesal. Dia bahkan pernah membiarkan bintang komedi Jimmy Fallon meraba rambutnya untuk membuktikan itu asli. Saat angin bertiup kencang, Trump biasanya memakai topi untuk memastikan tidak ada kejanggalan yang tampak. Rambut Trump sangat dibanggakan pemiliknya sebagaimana hotel-hotelnya dan eskalator emasnya.

7. Gedung Putih tidak punya kepastian prioritas
Katie Walsh, wakil kepala staf Gedung Putih, pernah bertanya kepada Jared Kushner yang menjabat sebagai penasihat senior presiden mengenai target yang ingin dicapai pemerintahan Trump.

Namun, seperti dipaparkan dalam buku ini, Kushner tidak bisa menjawab.

"'Berikan saya tiga hal yang ingin difokuskan oleh presiden', pintanya (Katie Walsh). 'Apa tiga prioritas Gedung Putih?' Itu adalah pertanyaan paling mendasar dan bisa dijawab kandidat presiden berkompeten manapun jauh sebelum dia bermukim di 1600 Pennsylvania Avenue."

"Enam pekan setelah Trump menjabat presiden, Kushner masih belum bisa menjawab. 'Ya', katanya kepada Walsh. 'Kita mungkin harus membicarakan itu'."

AZ: Pemerintahan yang baru kadang perlu waktu untuk menemukan pijakan. Dalam kasus Trump, situasinya akut. Setelah mengampanyekan sejumlah kebijakan, seperti penguatan perbatasan, merundingkan kembali kesepakatan dagang, pemangkasan pajak, dan pencabutan Obamacare, memprioritaskan kebijakan menjadi tantangan bagi Trump. Begitu bermukim di Gedung Putih, Trump membuka pintu bagi reformasi layanan kesehatan dan kesulitan mencapainya terus dirasakan pemerintahannya.

8. Kekaguman Trump pada Rupert Murdoch
Wolff, yang pernah menulis buku biografi Rupert Murdoch, menggambarkan betapa kagumnya Trump terhadap konglomerat pemilik News Corp itu.

"Rupert Murdoch, yang berjanj mengunjungi presiden terpilih, belum kunjung datang. Ketika beberapa tamunya hendak pergi, Trump yang semakin gusar meyakinkan mereka bahwa Rupert sedang dalam perjalanan. 'Dia adalah salah satu tokoh terbaik, yang terakhir dari yang terbaik,' kata Trump. 'Anda harus bertemu dengannya'.

"Tidak menyadari bahwa dia kini adalah pria paling berkuasa di dunia, Trump masih sangat berupaya menyenangkan konglomerat media yang sejak lama menyebutnya orang bodoh dan sok tahu."

AZ: Selama masa kampanye, Trump beberapa kali berselisih degan Fox News—kepunyaan Murdoch. Trump pernah bertengkar dengan pembawa acara Meghan Kelly, memboikot jaringan berita itu, dan tidak menghadiri debat yang digelar Fox. Bagaimanapun, sang presiden adalah fans berat Fox News dan jaringan berita itu telah menjadi pendukung nomor satu sejak dia dilantik.

9. Murdoch menyebut Trump 'idiot'
Kekaguman Trump terhadap Rupert Murdoch tidak berjalan dua arah. Menurut buku yang ditulis Wolff, Murdoch menyebut Trump 'idiot' setelah mereka berbincang melalui telepon mengenai para petinggi di Sillicon Valley.

"'Orang-orang ini benar-benar butuh bantuan saya. Obama sangat tidak disukai mereka, terlalu banyak aturan. Ini benar-benar kesempatan saya menolong mereka', kata Trump. 'Donald,' balas Murdoch, 'selama delapan tahun orang-orang ini mengantongi Obama. Merekalah yang mengelola pemerintahan. Mereka tidak perlu bantuanmu'."

'Angkatlah topik tentang visa H-1B. Mereka benar-benar memerlukan visa H-1B,' usul Murdoch kepada Trump. Visa H-1B membuka pintu Amerika bagi imigran-imigran tertentu. Kebijakan ini merupakan pendekatan liberal yang bertentangan dengan janjinya untuk membangun tembok dan menutup perbatasan. Trump kemudian berkata kepada Murdoch, 'Nanti kita pikirkan'. Murdoch menutup telepon dan berkata sambil mengangkat bahu, 'Idiot benar orang ini'."

AZ: Jelas ada ketidakterkaitan antara retorika anti-imigrasi yang dilancarkan Trump dengan aksinya sebagai pebisnis mengingat perusahaan-perusahaannya kerap mengandalkan tenaga kerja imigran.

10. Flynn paham keterkaitan dengan Rusia bakal 'bermasalah'
Mantan penasihat keamanan nasional AS, Mike Flynn, paham bahwa menerima uang dari Moskow sebagai pembicara bakal bermasalah, menurut buku Wolff.

Wolff menulis bahwa sebelum pemilihan presiden, Flynn "diberitahu sejumlah rekannya bahwa bukanlah ide bagus menerima US$45.000 dari Rusia sebagai pembicara. 'Ya, hanya akan menjadi masalah jika kita menang (pilpres),' kata Flynn kepada teman-temannya.

Kini Flynn diselidiki oleh komite khusus Departemen Kehakiman atas perannya dalam perundingan dengan Rusia sebelum Trump sah terpilih sebagai presiden.

AZ: Seperti Paul Manafort, Flynn adalah anggota lingkaran dalam pada tim kampanye Trump yang bakal bermasalah jika berurusan dengan penyelidikan hukum. Jika Trump kalah, urusan mereka mungkin tidak bermasalah. Namun, seperti film The Producers, kesuksesan justru menjadi kejatuhan mereka. (bbcindonesia.com)

 

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM