Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan 14 terpidana bakal dieksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pekan ini. Semua terpidana mati itu sudah ditempatkan di sel isolasi.

 

 

Prasetyo memastikan bahwa terpidana kasus narkotika Freddy Budiman masuk daftar terpidana mati itu.

"Freddy masuk, akan kita eksekusi untuk tahap ketiga," kata Prasetyo di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Namun, Prasetyo mengaku tidak hafal nama semua terpidana mati itu. Yang pasti, kata dia, selain warga negara Indonesia, ada juga warga negara Nigeria, Pakistan, dan India.

Belakangan, muncul 14 nama terpidana yang akan dieksekusi mati. Ketika dikonfirmasi, otoritas berwenang yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa daftar nama itulah yang bakal dieksekusi.

Berikut ke-14 nama terpidana mati yang disebut bakal dieksekusi:

1. Ozias Sibanda (Zimbabwe)
Ozias kedapatan menyembunyikan heroin dalam perutnya. Ia pun divonis mati tahun 2001 oleh Pengadilan Negeri Tangerang dan berkekuatan hukum tetap pada 2002.

2. Obina Nwajagu bin Emeuwa (Nigeria)
Nwajagu ditangkap saat hendak membeli 45 pil heroin seberat 400 gram dari seorang warga Thailand. Ia dijatuhi hukuman mati tahun 2002. Setelah dipindahkan ke Nusakambangan, ia ternyata masih mengendalikan peredaran narkoba meski di dalam sel.

3. Fredderik Luttar (Zimbabwe)
Fredderik dihukum mati karena menyelundupkan satu kilogram heroin pada 2006. Ia sempat mengajukan peninjauan kembali, tetapi ditolak.

4. Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria)
Humphrey merupakan otak dari peredaran gelap narkoba oleh sindikat narkoba di Depok, tahun 2003. Ia ditangkap atas kepemilikan dan memperjualbelikan 1,7 kilogram heroin.

5. Seck Osmane (Senegal)
Osmane tertangkap tangan memiliki 2,4 kilogram heroin di sebuah apartemen di Jakarta Selatan. Ia pun divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juli 2004.

6. Freddy Budiman (Indonesia)
Freddy merupakan pengedar narkoba yang cukup gesit. Pasalnya, setelah tertangkap pada 2009 karena kepemilikan 500 gram sabu, ia kembali kedapatan menyimpan ratusan gram sabu tahun 2011. Belum habis masa tahanannya, lagi-lagi ia tersangkut kasus narkoba di Sumatera. Bahkan, di balik jeruji besi, Freddy masih mengatur peredaran narkoba.

7. Agus Hadi (Indonesia)
Agus menyelundupkan 25.499 butir ekstasi dari Malaysia ke Batam pada tahun 2006. Ia kemudian divonis hukuman mati bersama Suryanto alias Ationg dan Pujo Lestari.

8. Pujo Lestari (Indonesia)
Pujo merupakan rekan Agus Hadi yang menyelundupkan 25.499 butir ekstasi dari Malaysia ke Batam pada tahun 2006. Keduanya didalangi oleh Suryanto alias Ationg yang juga divonis hukuman mati.

9. Zulfiqar Ali (Pakistan)
Zulfiqar divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tahun 2005 atas kasus kepemilikan 300 gram heroin. Sebelum diisolasi di Nusakambangan, ia menjalani perawatan di RSUD Cilacap karena komplikasi jantung dan ginjal.

10. Gurdip Singh (India)
Gurdip Singh alias Dishal divonis hukuman mati pada 2005 setelah aparat menangkapnya dalam kasus penyelundupan 300 gram heroin pada Agustus 2004.

11. Merry Utami (Indonesia)
Merry ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena membawa 1,1 kilogram heroin. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan hukuman mati kepadanya tahun 2003.

12. Michael Titus Igweh (Nigeria)
Michael divonis hukuman mati lantaran terlibat dalam jaringan narkotika internasional. Ia kedapatan memiliki heroin seberat 5,8 kilogram dan ditangkap tahun 2002.

13. Okonkwo Nongso Kingsley (Nigeria)
Okonkwo menyimpan belasan kapsul berisi heroin seberat 1,18 kilogram di perutnya. Ia divonis mati oleh Pengadilan Negeri Medan pada Mei 2004.

14. Eugene Ape (Nigeria)
Eugene divonis mati oleh PN Jakarta Pusat pada 2003. Ia ditangkap karena menyimpan heroin seberat 300 gram yang diselipkan di antara baju yang ada dalam tas miliknya. (kompas.com)

Tokyo - Pokemon Go seharusnya bisa membantu Nintendo meningkatkan bisnisnya. Nyatanya, saham Nintendo kini malah terjun bebas setelah sebelumnya sempat melonjak. Padahal Pokemon Go diklaim menjadi salah satu gim terpopuler untuk saat ini, meski belum dirilis ke semua negara.

Saham Nintendo, seperti dilaporkan Reuters pada Kamis (28/7/2016), merosot sebanyak 18 persen. Penurunan angka tersebut disebut-sebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 1990.

Raksasa gim asal Negeri Sakura ini akhirnya buka suara. Pihaknya mengatakan, kesuksesan Pokemon Go rupanya tidak berdampak banyak ke pemasukan perusahaan. 

Diketahui, pemasukan Nintendo dari Pokemon Go berasal dari 32 persen saham di PokemonCompany, perusahaan yang memiliki lisensi Pokemon.

Namun demikian, para pemegang saham Nintendo memandang pernyataan ini sebagai reaksi yang berlebihan. "Reaksi pasar terhadap pernyataan Nintendo saya pikir kelewatan," kata David Gibson, analis senior di Macquarie Securities Group.

Pokemon Go sebetulnya sukses membuat saham Nintendo naik. Saat dirilis pada 6 Juli 2016 lalu di wilayah Amerika Serikat dan Selandia Baru, nilai Nintendo sudah menyentuh angka US$ 12 miliar.

Saham Nintendo juga sempat anjlok 10 persen kala Niantic Labs menunda perilisan Pokemon Go di Jepang. Setelah beberapa hari kemudian, saham kembali normal bersamaan dengan kehadiran Pokemon Go di negeri asalnya. (liputan6.com)

Tugas sebagai First Lady alias Ibu Negara di Amerika Serikat, kini bukan tak mungkin jatuh ke tangan seorang pria.

 

 

Namun, bukan sembarang pria. Dia adalah seorang mantan presiden. Lelaki itu bernama Bill Clinton.

Jika sang istri Hillary Clinton memenangi pemilu dan terpilih menjadi Presiden pertama perempuan di AS, lalu apa sapaan untuk Mantan Presiden Bill Clinton?

Tentu hal ini akan menjadi agak rumit dan juga lucu. Buktinya, beragam guyonan tentang kondisi ini sempat marak muncul di jejaring sosial internet. 

Namun, sejak Hillary Clinton mencatatkan sejarah menjadi wanita pertama yang terpilih menjadi calon presiden di AS, maka guyonan tadi pun harus mulai dipikirkan lebih serius. 

Pada bulan November tahun lalu, pemandu acara televisi Jimmy Kimmel dalam sebuah program siarannya sempat mendiskusikan pilihan sapaan untuk pasangan presiden perempuan bersama Hillary Clinton.  

"First dude, first mate, first gentleman — Saya juga tak yakin dengan itu,” ungkap Hillary Clinton saat itu.  

Bill Clinton pun sempat berbicara dalam acara talk show  yang dipandu Rachel Ray pada bulan Januari 2015 silam, terkait isu ini.

Bill Clinton menyebut dia akan disapa "Adam" – sebagai lelaki pertama di muka bumi.

"Kita bergurau tentang hal ini, tapi sebenarnya ini keputusan yang penting," kata Bill Clinton kala itu.

"Keputusan serius tak hanya untuk Hillary, tapi juga untuk negara ini, dan bahkan dunia," sambung dia.

Tak baku
Selama ini, tak ada aturan baku terkait sapaan untuk pasangan presiden, baik itu perempuan atau pun laki-laki. 

Sebutan "First Lady" di AS, menjadi sapaan umum di kalangan masyarakat ketika mulai dipakai oleh media pada abad 19.

Demikian dikatakan penulis buku dan Sejarawan Gedung Putih William Seale seperti dikutip dari USA Today.

Menurut Seale. awalnya, sebutan "First Lady" ditujukan kepada Mary Todd Lincoln pada 1860-an.

Kemudian, sapaan itu menjadi lebih sering terdengar dan mulai teratur dipakai sejak masa istri Presiden Rutherford Hayes, Lucy, di akhir 1870-an.

"Hal itu menunjukkan kepada kita, betapa sapaan tersebut awalnya memang tidak resmi," ungkap dia.

Pembanding
Mencari pembanding dari negara lain yang memiliki presiden perempuan pun tak terlalu menolong.

Kanselir Jerman Angela Merkel mempunyai suami Joachim Sauer, yang sejak lama telah dikenal sebagai profesor dan merupakan pekerjaan utama dia.  

Presiden pertama perempuan di Korea Selatan, Park Geun-hye, tidak menikah. Begitu pula dengan Presiden pertama perempuan Taiwan Tsai Ing-wen.

Lalu, Perdana Menteri Erna Solberg yang menikah dengan Sindre Finnes, lebih sering disapa dengan sebutan "her husband" atau pasangan perdana menteri.

Hal yang sama terjadi di Indonesia, ketika Presiden pertama perempuan Megawati Soekarnoputri memegang jabatan.

Jika istri presiden RI sebelumnya disebut dengan sapaan Ibu Negara, suami Megawati, Taufik Kiemas tak mendapatkan sebutkan khusus. 

Lantas bagaimana dengan Bill Clinton? Apalagi dia adalah mantan presiden.

“Gelar dia adalah 'Mr. President', dan itu berlaku untuk seumur hidupnya. Tak peduli dengan adanya gelar lain yang terkait dengan adanya posisi baru atau sejenisnya," ungkap Anita McBride, mantan Kepala Staf untuk Laura Bush.

Dengan demikian, bagaimana Negara menyapa keduanya, --terutama jika mereka berada di dalam acara resmi di ruangan yang sama, sepenuhnya menjadi persoalan semantik.

“Itu semata-mata hanya bagaimana kita menuliskannya. Apa yang akan kita sebutkan dalam wawancara, atau saat berbicara kepada media?" ungkap McBride.

Pertanyaan tak kalah penting adalah bagaimana menentukan nama baru untuk "the Office of the First Lady"?  Hal ini tentu menjadi pilihan di sektor administratif.

“Itu tentu bukan hal yang paling krusial, dan mereka pasti bisa dengan segera mengatasi hal itu. Namun, lebih dari itu, isu ini berkaitan dengan bagaimana mereka menata kehidupan di Gedung Putih," ungkap McBride.

Dr. Lauren Wright, penulis "On Behalf of the President: Presidential Spouses and White House Communications Strategy Today", menilai, sebutan "Kantor Mantan Presiden Presiden Bill Clinton" adalah pilihan yang layak.

"Namun Clinton bisa memilih nama yang lebih netral, jika sebutan yang dipilih itu ingin dipakai terus untuk periode pemerintahan presiden selanjutnya," kata dia.

“Jadi kalau misalnya dia ingin memilih sebutan yang lebih standar, mungkin Clinton bisa memakai nama 'Kantor Pasangan Presiden'?" ungkap dia. 

"First gentleman"?
Hingga saat ini tercatat ada enam pria yang menjadi pasangan gubernur perempuan di negara bagian di AS. Mereka semua umumnya disapa dengan sebutan “first gentleman.”

Namun kelihatannya, sebutan itu tidak dapat dibawa dalam tingkat Presiden AS.

"Ini sangat norak dalam konteks Gedung Putih," kata Seale.

“Akan banyak hal lucu yang tertulis, tapi saya rasa untuk urusan formal akan tetap menggunakan sapaan 'Mantan Presiden AS Bill Clinton' atau "Suami Presiden Hillary Clinton, Presiden Bill Clinton'," ungkap Seale. (kompas.com)

Perusahaan digital Yahoo akhirnya secara resmi diumumkan telah diakuisisi oleh Verizon Communication Inc., salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar asal AS. Kesepakatan dengan nilai 4,83 milyar dollar AS (Rp 64 triliun) ini, akan mencakup seluruh bisnis inti meliputi portal media dan berbagai layanan Yahoo untuk berpindah tangan kepada Verizon.

Kabar mengenai pembelian yang dilakukan Verizon ini telah mencuat sejak beberapa waktu lalu. Barulah kemudian pada Senin (25/7) lalu, kedua perusahaan ini mengumumkan kesepakatannya secara resmi, seperti dilansir sebuah pernyataan pers yang juga dimuat dalam tumblr milik Yahoo. Pembelian ini turut menambah jajaran perusahaan yang diakuisisi Verizon, setelah pembelian AOL yang bernilai 4,4 miliar dollar AS (Rp 58 triliun) pada tahun lalu.

 

"Tahun lalu kami mengakuisisi AOL untuk meningkatkan strategi kami dalam menyediakan koneksi lintas layar bagi para konsumen, pencipta dan pengiklan. Akuisisi Yahoo akan menempatkan Verizon dalam posisi teratas sebagai perusahaan media mobile global, dan membantu menumbuhkan pendapatan kami dalam iklan digital," tutur Lowell McAdam, selaku Pimpinan dan CEO Verizon dalam sebuah pernyataan.

Setelah mengalami masa-masa sulit, perusahaan yang muncul di era awal internet ini akhirnya harus menjual sejumlah sahamnya kepada Verizon. Dengan jumlah satu miliar pengguna aktif setiap bulannya, termasuk 600 juta pengguna aktif mobile, Yahoo telah menawarkan sejumlah layanannya sebagai mesin pencarian, media komunikasi, iklan dan produk konten digital lainnya. (rollingstone.co.id)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM