Music



Band rock Radiohead menggugat penyanyi Lana Del Rey atas tuduhan pelanggaran hak cipta. Band asal Inggris itu mengklaim bahwa lagu Get Free milik Rey mirip dengan hit mereka pada 1992, Creep.

Seorang sumber mengatakan kepada The Sun bahwa kini keduanya tengah berusaha menyelesaikan perkara itu agar tak perlu dibawa ke pengadilan.

Sumber tersebut menambahkan bahwa tim Radiohead berharap para personel dapat menerima kompensasi atau diberi kredit dalam daftar penulis lagu untuk menerima royalti.

Sementara Radiohead belum mengomentari rumor tersebut, Rey mengonfirmasi kebenarannya melalui Twitter. Dia mengklaim bahwa Radiohead dalam proses menuntutnya dan menyebut perkara itu kemungkinan akan berakhir di pengadilan.

"Memang benar tentang tuntutan hukum tersebut," cuitnya mengawali.

Lebih lanjut, dalam cuitan itu Rey menampik dirinya menjiplak lagu Creep dan menyebut telah berusaha menyelesaikannya dengan mengajukan sebuah kesepakatan. Sayang, keduanya tak mencapai titik temu hingga kemungkinan berlanjut ke meja hijau.

"Meskipun saya tahu lagu saya tidak terinspirasi oleh Creep, Radiohead merasakannya dan menginginkan 100 persen royalti. Saya menawarkannya hingga 40 persen beberapa bulan ini, tapi mereka hanya mau menerima 100 persen. Pengacara mereka keras hati, jadi kami menghadapinya di pengadilan," tambahnya.

Menurut laporan AceShowbiz, ini bukanlah kali pertama Radiohead mengalami beberapa urusan hukum dengan lagu Creep. Setelah merilis lagunya pada September 1992, band ini digugat atas kemiripan lagu milik Hollies, The Air That I Breathe yang dirilis pada 1974.

Setelah Radiohead mengakui kesamaan antara dua melodi lagu dan struktur akord, gugatan tersebut diselesaikan di luar pengadilan. Penulis lagu tahun 1974, Albert Hammond dan Mike Hazlewood pun akhirnya terdaftar sebagai penulis lagu Creep.

"Karena mereka jujur, mereka tidak dituntut. Jadi akhirnya kami mendapat bagian kecil," kata Hammond kala itu. (cnnindonesia.com)

Gitaris Radiohead, Ed O'Brien tidak lama lagi akan meluncurkan gitar Fender tipe 'EOB Sustainer Stratocaster', yang dirancang khusus oleh dirinya sendiri.

Di laman resmi Fender, Stratocaster EOB Sustainer digambarkan sebagai "Sistem elektronik unik yang dirancang, yang memungkinkan mengontrol sustain dari satu atau banyak nada dalam tingkat nada suara gitar," tulisnya di website tersebut.

Di laman yang sama, pihak Fender juga membeberkan alasanannya memilih O'Brien untuk kerjasama ini. Menurutnya, gitaris Radiohead ini memiliki gaya permainan khas yang bisa diaplikasikan lewat gitar Fender.

"Gaya gitar ambient, permainan halus dan orchestral Ed O'Brien adalah bagian penting dari identitas Radiohead. Untuk itu, Fender bermitra dengan pemain gitar tersebut untuk menciptakan Stratocaster EOB Sustainer - instrumen yang unik, seperti suara khas permainan gitarnya," tulisnya di situs tersebut.

Gitar rancangan Ed O'Brien ini akan mulai resmi dipasarkan pada 14 November 2017 mendatang. Kabarnya, untuk bisa memiliki gitar tersebut, diperlukan biaya sebesar US$1,1 juta.

Gitaris Radiohead ini mengikuti daftar panjang artis yang telah berkolaborasi dengan Fender untuk mendapatkan karya cipta mereka.

Tahun lalu, Fender menciptakan desain bass baru yang berkolaborasi dengan bassis Red Hot Chili Peppers, Flea. (liputan6.com)

Radiohead baru saja mengungkap rencana mereka untuk merilis salah satu album penting mereka, “OK Computer”, sebagai perayaan 20 tahun semenjak album diungkap ke publik. Pengumuman ini menyusul serangkaian poster misterius yang hadir di berbagai kota di berbagai belahan dunia dan sebuah video teaser pendek yang dilepas Radiohead.

Album akan dirilis ulang dalam versi deluxe dengan kualitas remastered tentu saja, dengan tambahan b-sides serta 3 lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis. Lagu-lagu tersebut adalah ‘I Promise’, ‘Lift’ dan ‘Man Of War’, yang sebelumnya dikenal dengan ‘Big Boots’. Radiohead sendiri sudah pernah mencoba mengerjakan ulang ‘Lift’ untuk album rilisan 2016 mereka, “A Moon Shaped Pool”.

Album akan dirilis tanggal 23 Juni, bertepatan dengan jadwal manggung mereka di Glastonburry di mana mereka tercatat sebagai salah satu headliner. Tidak heran jika kemudian muncul rumor jika Radiohead akan menghadirkan tribut kepada album tersebut sebagai bagian setlist Glastonburry-nya.

Jika berniat, maka bisa melakukan pre-order albumnya di sini dengan pengiriman dilakukan di bulan Juli.

Berikut tracklist untuk “OK Computer” edisi deluxe:

CD1
Airbag (Remastered)
Paranoid Android (Remastered)
Subterranean Homesick Alien (Remastered)
Exit Music (For A Film) (Remastered)
Let Down (Remastered)
Karma Police (Remastered)
Fitter Happier (Remastered)
Electioneering (Remastered)
Climbing Up The Walls (Remastered)
No Surprises (Remastered)
Lucky (Remastered)
The Tourist (Remastered)

CD2
I Promise
Man Of War
Lift
Lull (Remastered)
Meeting In The Aisle (Remastered)
Melatonin (Remastered)
A Reminder (Remastered)
Polyethylene (Parts 1 & 2) (Remastered)
Pearly* (Remastered)
Palo Alto (Remastered)
How I Made My Millions (Remastered)

Sedang berikut ini adalah tracklist untuk edisi vinyl:

A
Airbag
Paranoid Android
Subterranean Homesick Alien

B
Exit Music (For A Film)
Let Down
Karma Police

C
Fitter Happier
Electioneering
Climbing Up The Walls
No Surprises

D
Lucky
The Tourist

E
I Promise
Man Of War
Lift
Lull
Meeting In The Aisle

F
Melatonin
A Reminder
Polyethylene (Parts 1 & 2)
Pearly*
Palo Alto
How I Made My Millions

(creativedisc.com)

Coachella Festival untuk tahun ini memulai perhelatannya di hari Jumat, 14 April lalu. Band rock Radiohead menjadi headliner pertama dan membuka festival. Sayangnya, pertunjukan Thom Yorke dan teman-teman tidak berjalan mulus akibat terjadinya gangguan teknis.

Akibatnya Radiohead harus meninggalkan panggung. Dan tidak hanya sekali, tapi dua kali, karena gangguan teknis terjadi hanya setelah band memainkan 3 buah lagu. Sound tiba-tiba mati dan kemudian terdegar feedback yang menginterupsi lagu-lagu yang dimainkan Radiohead, ‘Full Stop’, ’15 Step’ dan ‘Let Down’. Menurut laporan Pitchfork, Radiohead tetap melanjutkan pertunjukkan mereka. “F**king aliens,” kata Yorke kepada penonton.

Saat di akhir lagu ‘Let Down’, sebuah masalah terjadi dengan speaker utama dan memaksa band untuk turun dari atas panggung untuk kedua kalinya. Saat masalah sudah teratasi, Yorke bertanya kepada penonton, “Bisakah kalian mendengarkanku sekarang? Aku maunya sih menceritakan lelucon untuk meringankan mood. Tapi kami Radiohead, so f**k it.

Rupanya mood band memang sudah ringan kemudian karena Radiohead memainkan salah satu hit klasik mereka, ‘Creep’, yang sungguh di luar dugaan mengingat kabarnya Radiohead membenci lagu yang sudah mengangkat nama mereka tersebut. Oleh karena itu, tidak heran penonton menjadi histeris saat Radiohead membawakan lagunya.

Selepas Coachella, Radiohead akan kembali tampil di festival besar lain, yaitu Glastonburry di Inggris di bulan Juni mendatang. Semoga saat itu konser mereka bisa berjalan mulus tanpa gangguan teknis lagi. (creativedisc.com)

Page 1 of 2

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM