Music



Diva pop asal Indonesia, Anggun, mempertegas sosoknya sebagai penyanyi internasional andal berkat prestasi yang disabet oleh single barunya, ‘What We Remember’.

Anggun memang tidak asing dengan chart Billboard, karena ia telah beberapa kali masuk ke dalamnya. Dan kini koleksi Billboardnya bertambah berkat single ‘What We Remember’ yang menghuni posisi tertingginya di chart Dance Club Songs, yaitu #50. Posisi Anggun ini terdapat dalam chart untuk periode tanggal 6 Januari 2018.

‘What We Remember’ merupakan single utama Anggun untuk album barunya, “8”, yang dirilis 8 Desember 2017 lalu oleh Universal Music. ‘What We Remember’ sendiri dirilis sebagai single pada tanggal 13 Oktober lalu, dengan sebuah video musik kreasi sutradara Roy Raz menyertai sebagai promosi.

Anggun pertama kali masuk ke Billboard berkat single internasional pertamanya, ‘Snow On The Sahara’ yang duduk di posisi #22 sebagai posisi tertingginya di chart Adult Top 40 pada tanggal 5 September 1998. Lagu juga menempati posisi Top 15 pada Dance Chart dan posisi Top 20 pada Pop Chart. Sebelumnya ia juga membantu Enigma di track ‘Sadness (Part II)” yang terdapat dalam album “The Fall of a Rebel Angel” yang sukses menjuarai chart Top Dance/Electronic Albums di bulan November 2016. (creativedisc.com)

Di Indonesia sudah begitu banyak perguruan tinggi negeri yang berprestasi. Sebut saja Universitas Gadjah Mada (UGM) atau Universitas Indonesia yang prestasinya tak perlu dipertanyakan lagi. Sebuah perguruan tinggi dapat dikatakan sebagai yang terbaik, memerlukan riset dan observasi mendalam dalam berbagai bidang, salah satunya adalah alumnus dari perguruan tinggi itu. Apakah ia memiliki daya saing dan diakui oleh profesionalis atau tidak.

Salah satunya survei yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings terhadap ratusan perguruan tinggi seni yang ada di seluruh dunia. Dalam surveinya yang dikeluarkan pada 24 Maret 2016 menyimpulkan peringkat ke-seratus perguruan tinggi seni di dunia seperti yang tercantum pada link di bawah ini:

Survei dilakukan oleh QS World University Rankings yang tercantum dalam situs TopUniversities.com bahwa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berada pada 50 besar perguruan tinggi seni terbaik di dunia. Tepatnya berada di peringkat 43 dari 100 perguruan tinggi seni yang masuk dalam survei tersebut.

Indonesia memasukkan 3 perguruan tinggi seni terbaiknya, antara lain Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ( Provinsi D.I.Y.) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar (Provinsi Bali).

ISI Surakarta merupakan salah satu perguruan tinggi negeri seni di Indonesia yang beralamat di Jl. Ki Hadjar Dewantara No.19, Kentingan-Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. ISI Surakarta walnya bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) di Kota Surakarta (Solo), kini bertengger di peringkat 43 besar dunia berdasarkan subyek klasifikasi ‘seni pertunjukan’ yang diwakili oleh Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta. Bisa dikatakan, bahwa ISI Surakarta merupakan perguruan tinggi seni nomor 1 di Indonesia dan peringkat 43 di dunia lewat Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) versi QS World University Rankings. Sedangkan perwakilan Indonesia yang lain ada di posisi 100 besar, yaitu ISI Jogja di posisi 64 dan ISI Denpasar di posisi 65. Hal ini merupakan prestasi yang perlu untuk dicermati.

Peringkat 10 besar sendiri dihuni oleh 4 negara. Amerika Serikat menempati 3 tempat dengan Juilliard School (1), University of California, Berkeley (8), Indiana University Bloomington (10). Austria menyumbangkan 1 tempat lewat University of Music and Performing Arts Vienna (2). Finlandia menempatkan 1 organisasi Sibelius Academy (7) sedang Inggris menempatkan 5 pendidikan tinggi dalam peringkat ini: Royal College of Music dan University of Oxford (seri posisi 3), Royal Academy of Music (5), Royal Conservatoire of Scotland (6) dan Guildhall School of Music and Drama (9). Menarik apabila melihat bagaimana Royal College of Music dan Royal Academy of Music yang spesialis di bidang musik mampu menyeruak masuk ke organisasi yang mengandalkan kedua studi musik dan drama untuk mencapai peringkat ini.

Namun pemeringkatan universitas seperti ini menimbulkan banyak kontroversi dan juga perdebatan berbagai kalangan. Meskipun begitu, hal ini harus menjadi tolak ukur awal bagaimana mengembangkan lebih jauh pendidikan seni di Indonesia. (goodnewsfromindonesia.org)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM