Music



Berakhirnya hubungan cinta Taylor Swift dengan Calvin Harris diduga ada kaitannya dengan lagu "This Is What You Came For".

Pada kreditnya, lagu yang dibawakan Rihanna itu diproduseri oleh Harris dan ditulis oleh Nils Sjoberg, yang diduga merupakan nama samaran Swift.

Hal itu dibenarkan oleh pihak Swift yang dikutip majalah People, Rabu (13/7/2016). "Taylor Swift menulis 'This Is What You Came For' dengan nama samaran Nils Sjoberg."

Calvin Harris pun angkat bicara soal itu. Ia membenarkan bahwa Swift menulis lagu itu dan mengisi sedikit vokal.

"Dia juga menyumbang sedikit vokal. Penulis lirik yang bagus dan dia melakukannya dengan bagus, seperti biasa," kata Harris melalui sebuah tweet.

"Aku membuat musiknya, menjadi produser lagu itu, dan membuat aransemennya. Awalnya ia ingin itu dirahasiakan, karena itu kami menggunakan nama samaran," lanjut Harris.

Namun pada tweet berikutnya, Harris mengaku tersinggung karena Swift dan timnya melakukan hal-hal yang membuatnya terlihat buruk.

Sebelumnya, situs berita hiburan TMZ melaporkan  Swift menciptakan lagu itu ketika masih berpacaran dengan Harris.

Pelantun "Shake It Off" itu duduk di balik piano dan merekam lagu itu dengan iPhone. Ia kemudian mengirimnya ke Harris, yang ternyata menyukai lagu tersebut.

Mereka lalu masuk studio dan membuat demo utuh dengan Swift pada vokal dan Harris mengerjakan beat-nya.

Mereka yakin lagu itu bakal menjadi hit. Namun Swift menulisnya untuk Harris. Keduanya sependapat menggunakan nama samaran untun Swift.

Alasannya, orang hanya akan berfokus pada nama Harris-Swift, bukan pada lagunya, bila tahu itu hasil kolaborasi mereka.

Namun dalam wawancara dengan Ryan Seacrest, Harris mengaku tidak berencana berkolaborasi dengan pacarnya itu.

"Kami belum bicara soal itu. Sepertinya (kolaborasi) itu tidak akan terjadi," kata Harris ketika mempromosikan lagu itu.

Menurut orang-orang dekat Swift itulah yang membuat pelantun "Shake It Off" itu tersinggung. Saat itulah hubungan mereka memburuk.

Yang jelas, kata TMZ, Taylor Swift adalah pemegang publishing rights lagu itu. Selain menulis liriknya, Swift juga membuat melodi lagu yang videonya sudah ditonton lebih dari 200 juta orang di YouTube tersebut. (kompas.com)

Gitaris Aerosmith Joe Perry jatuh sakit di panggung ketika tampil bersama bandnya, Hollywood Vampires, di Ford Amphitheater, Coney Island, New York, Minggu (10/7/2016) malam.

Sebagai informasi, di luar Aerosmith, Perry membentuk sebuah band rock bersama dua superstar lain, yakni aktor Johnny Depp dan vokalis rock Alice Cooper.

Dalam sebuah video hasil rekaman penonton, Perry tampak  memainkan gitar sambil duduk di panggung drum. Ia kemudan berjalan terhuyung-huyung ke belakang panggung.

Di belakang panggung itulah ia benar-benar ambruk dan pingsan. Ia langsung ditangani tim medis dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

"jika Anda perhatikan, salah satu saudara kami tidak berada di panggung saat ini. Dia sakit sebelum pertunjukan," kata Cooper kepada para penonton.

Hollywood Vampires menyelesaikan konser tanpa Perry. Kepada penonton Alice Cooper mengatakan, mereka berimprovisasi.

Namun mereka tidak menampilkan lagu-lagu yang dibawakan Perry dalam konser sebelumnya. Misalnya dua lagu Aerosmith "Train Kept A-Rollin'" dan "Sweet Emotion".

Usai konser Cooper menyampaikan kondisi Perry melalui sebuah tweet.

"Terima kasih sudah menanyakan kabar saudara kami Joe Perry. Kondisinya sudah stabil dan kini dia bersama keluarga dan berada dalam perawatan terbaik." (kompas.com)

Penyanyi Taylor Swift menjadi pesohor berpenghasilan terbesar sepanjang tahun 2016 dalam daftar 100 selebriti berbayaran terbesar versi majalah Forbes, Senin (11/7/2016).

Dari Juni 2015 hingga Juni 2016, pelantun "Shake It Off" itu menghasilkan 170 dollar AS (Rp 2,2 triliun). Sebagian besar dihasilkan dari tur konser album 1989. Ia juga membintangi iklan Diet Coke, Keds, dan Apple.

Perolehannya ini dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang "hanya" 80 milliar dollar AS (Rp 1,05 triliun).

Penghasilannya jauh di atas penyanyi-penyanyi lain seperti Adele, Bruce Springsteen, Rihanna, dan Madonna.

Ia juga mengalahkan rivalnya, Katy Perry, yang tahun lalu menjadi pesohor berpenghasilan terbesar dengan 135 juta dollar (Rp 1,7 triliun). Tahun ini Perry menduduki peringkat 63 denan penghasilan 41 juta dollar.

Berada di posisi kedua adalah boyband Inggris, One Direction yang menghasilkan 110 juta dollar (Rp 1,4 triliun). Disusul dengan penulis James Patterson yang menghasilkan 95 juta dollar AS.

Sementara itu penyanyi Inggris Adele berada di  posisi 9 dengan 80,5 juta dollar. Mantan pacar Swift, Calvin Harris juga masuk dalam daftar itu. Ia berada di peringkat 21 dengan penghasilan 63 juta dollar AS.

Yang masuk dalam 10 besar daftar tersebut adalah aktor komedi Kevin Hart yang berada di peringkat 6 dengan 87,5 juta dollar, penyiar radio Howard Stern di posisi 7 dengan 85 juta dollar.

"Penghasilan 100 pesohor ini total menghasilkan 5,1 miliar dollar sebelum pajak dalam 12 bulan terakhir. Jumlah itu melebihi gabungan pendapatan nasional Belize, Gambia, dan Bhutan," jelas Forbes.

Editor Forbes Zack O'Malley Greenberg mengatakan pertunjukan dunia hiburan masih menjadi penghasilan uang terbesar.

"Dari pertandingan sepak bola di Spanyol hingga konser di China, para penggemar rela mengeluarkan uang untuk menonton para pesohor. Itulah yang menyebabkan penghasilan para selebriti semakin besar," kata Greenberg. (kompas.com)

Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC),  berhasil menjadi juara umum (Winner of Grand Prix) dalam Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition di kota Venezia, Italia pada tanggal 7-10 July 2016.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (10/7/2016), project manager TRCC Dani Dumadi, mengungkapkan, paduan suara anak itu berkompetisi dalam kategori Children and Youth Choir. Mereka dipimpin konduktor Devi Fransisca.

Dalam final yang digelar pada Sabtu (9/7/2016), TRCC mengenakan busana bernuasa Papua.

"Mereka membawakan dua lagu. Yakni lagu Papua 'Yamko Rambe Yamko' yang diaransemen Agustinus Bambang Jusana, dan lagu 'Táncnóta' karya komposer Hungaria Zoltán Kodály," kata Dian.

Dalam video yang diunggah di Facebook oleh Metta Dharmasaputra, TRCC memang tampil atraktif ketika membawakan lagu "Yamko Rambe Yamko" dengan iringan tifa, alat musik pukul dari Indonesia Timur.

Mengenakan baju serba hijau, mereka tidak hanya menyanyi, tetapi juga menampilkan koreografi yang dinamis. Mereka bergerak memenuhi seluruh area panggung.

Tangan mereka tidak pernah berhenti, sementara kaki mereka menghentak. Badan mereka meliuk mengikuti irama rancak musik khas Papua.

Dalam babak semifinal, mereka membawakan empat lagu yaitu "Der Wassermann" karya Robert Schumann, "Salve Regina" karya Javier Busto, serta dua lagu karya Fero Aldiansya yaitu "137 Hip Street" dan lagu Aceh "Bungong Jeumpa".

“Dengan berbalut kostum bernuansa Aceh, paduan suara berkekuatan 42 anak ini mampu memukau juri serta para hadirin yang memadati ruangan Auditorium Santa Margherita. Hal tersebut nampak dari riuh  tepukan serta standing ovation yang diberikan," tutur Dani.

Para juri pun kemudian meloloskan TRCC ke babak final  melawan keempat finalis dari kategori lainnya yaitu kategori Adult’s Choir dan kategori Sacred Music.

Pada kompetisi ini, TRCC berhasil menjadi Juara Umum (Winner of Grand Prix). Selain itu TRCC juga meraih juara pertama untuk kategori Children’s and Youth Choir, dengan nilai 94.5, dan memperoleh Gold Diploma Level II.

Keikutsertaan pada kompetisi ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan tour concerts & competition bertajuk Musical Journey 2016.

Kegiatan tersebut  diawali dengan konser di Balai Resital Kertanegara, Jakarta pada tanggal 2 dan 3 April, dan dilanjutkan denga tour concertsdi Jeman, yakni di Hannover dan Berlin.

Di kota Hannover, TRCC menggelar konser di Richard Jacoby Saal, Hochschule für Musik, Theater und Medien (HMTM) pada tanggal 29 Juni 2016. Di kota Berlin, TRCC berkonser atas undangan konser bersama dari Mädchenchor der Sing-Akademie zu Berlin pada tanggal 2 Juli 2016.

Paduan suara anak TRCC bernaung dibawah Yayasan The Resonanz Music Studio yang bermarkas di Jalan Kertanegara, Jakarta.

Selain TRCC, sekolah musik pimpinan konduktor Avip Priatna ini, juga menaungi kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers dan kelompok orkestra Jakarta Concert Orchestra.

Dalam waktu dekat sekolah musik tersebut juga akan menyelenggarakan kompetisi solo vokal tingkat nasional, Catharina W. Leimena Singing Competition yang akan diselenggarakan pada tanggal 14-16 September 2016. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM