Lifestyle



Tahukah Anda kalau cara jalan bisa menunjukkan kepribadian seseorang? Pada umumnya, kesan pertama bisa dinilai dari penampilan, ucapan, dan perilaku Anda terhadap orang lain. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Social Psychological and Personality Science menyatakan bahwa cara berjalan seseorang juga bisa mencerminkan kepribadiannya. Benarkah demikian?

Studi baru ini menemukan bahwa orang dengan tipe kepribadian ekstrovert berjalan lebih cepat daripada orang dengan tipe kepribadian introvert. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat dan Perancis ini, menggunakan data dari lebih dari 15.000 orang dewasa berusia 25 sampai 100 tahun untuk melihat apakah ciri kepribadian terkait dengan gaya berjalan atau tidak.

Kepribadian para peserta penelitian dinilai melalui survei dan dinilai berdasarkan lima ciri kepribadian Big Five, yang mencakup ekstraversi, sifat berhati-hati (conscientiousness), keterbukaan (openness), mudah akur atau sepakat (agreableness), dan neurotisme/ neurotik.

Orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung mendapatkan energi, inspirasi, dan motivasi dari interaksi sosial dengan orang lain (eksternal). Kebalikannya, orang dengan kepribadian introvert cenderung lebih fokus dan bisa mendapatkan energi, inspirasi, dan motivasi dari dalam diri sendiri (internal) atau hanya dari orang-orang terdekatnya saja dalam jumlah kecil.

Ternyata, kepribadian ekstrovert lebih sering dikaitkan dengan rata-rata jalan yang lebih cepat, yaitu sekitar 0,06 meter per detik lebih cepat daripada orang dengan kepribadian introvert. (kompas.com)

Banyak orang memiliki resolusi hidup saat memasuki tahun baru. Uniknya, sebagian pekerja Indonesia memiliki resolusi istimewa, yakni mendapatkan pekerjaan baru.

Riset “Global Leadership Study” yang digagas Dale Carnegie memperlihatkan bahwa lebih dari 30 persen tenaga kerja di Indonesia akan mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat -- akumulasi dari 20 persen karyawan yang berencana pindah tempat kerja pada tahun baru, dan 13 persen yang mengaku saat ini sedang mencari pekerjaan baru.

Sementara, hanya 28 persen karyawan di Indonesia yang berniat bertahan dalam jangka waktu cukup panjang di perusahaannya. Apa penyebab dari keinginan para pekerja untuk mencari pekerjaan baru?

“Kepuasan dalam bekerja (job satisfaction) dan keinginan untuk bertahan di suatu perusahaan (intention to stay) dipengaruhi oleh perilaku atasan di tempat karyawan tersebut bekerja,” kata Joshua Siregar selaku Director, National Marketing Dale Carnegie Indonesia.

Data dari studi ini juga menunjukkan bahwa 85 persen karyawan menganggap apresiasi dan pujian dari atasan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sangatlah penting. Namun pada praktiknya hanya 36 persen atasan yang melakukannya.

Digelar di 14 negara termasuk Indonesia, studi ini melibatkan sekitar 3.300 pekerja dengan rentang usia 22–61 tahun, mulai dari level karyawan hingga direktur. Di Indonesia, studi menyertakan 205 pekerja dari perusahaan kecil hingga menengah, dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan yang efektif di tanah air.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa hanya 17 persen karyawan yang mengaku puas dengan pekerjaan mereka -- dan riset memperlihatkan bahwa kepuasan tersebut kuat dipengaruhi perilaku atasan.

Lantas, bagaimana kepemimpinan yang efektif berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan?

Menurut Dale Carnegie, ada beberapa perilaku atasan yang mempengaruhi kepuasan karyawan, seperti kesediaan memberi apresiasi serta pujian yang tulus kepada karyawan, kemauan melihat dari sudut pandang orang lain, menjadi pendengar yang baik, kesediaan mengakui kesalahan, dan mau menghargai kontribusi karyawan.

“Terbukti, atasan yang menunjukkan perilaku tersebut mampu meningkatkan kepuasan karyawan hingga lebih dari dua kali lipat, 36 persen,” katanya.

Selain itu, atasan yang ‘berani mengakui kesalahan’ menjadi faktor yang semakin penting memengaruhi kepuasan karyawan. Terlihat dari hasil studi bahwa 78 persen karyawan mengharapkan kondisi tersebut. Sayangnya hanya 37 persen supervisor yang melakukannya dengan konsisten.

Artinya terjadi gap 41 persen antara ekspektasi dan kenyataan – atau selisih terbesar kedua setelah faktor ‘memberikan penghargaan tulus’ yang sebesar 48 persen.

“Padahal keduanya sangat penting untuk membangun lingkungan yang nyaman bagi karyawan, terutama guna memotivasi mereka agar berani melakukan inovasi serta berkembang,” ujar Joshua. (kompas.com)

Nasihat untuk tidak mementingkan diri sendiri bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Dan hal itu ternyata ada manfaatnya.

Riset dari Inggris menyatakan bahwa orang yang mempedulikan orang lain daripada diri sendiri bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk memberi lebih banyak.

Dalam riset terbaru yang diterbitkan dalam Scientific Reports, periset dari Anglia Ruskin University dan Stockholm University meneliti apakah detak jantung seseorang dapat menentukan apakah ia lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada dirinya.

Dilansir dari urekAlert.org, periset meneliti 20 sukarelawan untuk memainkan sebuah permainan komputer yang memungkinkan mereka berbagi uang dengan orang asing atau menyimpannya sendiri.

Konsep permainan tersebut meniru sebuah realitas kehidupan untuk saling berbagi dalam dunia nyata.

Sepanjang permainan, para peneliti merekam detak jantung para relawan.

Dalam bagian kedua dari penelitian ini, para peserta diminta mendengarkan serangkaian suara dan diminta untuk menilai apakah suara tersebut seirama dengan detak jantung mereka.

Setelah menganalisis hasilnya, para peneliti menemukan bahwa sukarelawan yang memiliki tingkat kepedulian sosial paling baik lebih bisa mengenal detak jantung mereka sendiri lewat suara yang diberikan.

Richard Piech, PhD, dosen senior psikologi di Anglia Ruskin University yang sekaligus periset dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa hasil riset menunjukkan bahwa tindakan tanpa pamrih dapat dipengaruhi oleh sinyal dari tubuh yang mencapai otak.

"Mungkin situasi emosional-seperti memutuskan apakah akan memberikan uang atau tidak - menyebabkan perubahan dalam detak jantung," ucapnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam beberapa hal, orang 'mendengarkan hati (heart atau jantung) mereka' untuk membimbing perilaku tanpa pamrih yang mereka lakukan. (kompas.com)

Mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi adalah impian setiap orang. Apalagi, pekerjaan tersebut adalah bidang yang kita sukai.

Sayangnya, tidak semua bidang pekerjaan menyediakan gaji seperti yang kita harapkan.

Dilansir dari laman CareerCast, sebuah situs yang berisi tentang daftar pekerjaan, lapangan kerja di bidang pelayanan adalah profesi dengan gaji terendah.

Selain itu, CarrerCast juga telah menyusun laporan "Pekerjaan dengan bayaran tertinggi". Bagi Anda yang bekerja di bidang medis, Anda patut berbahagia. Profesi dengan gaji tertinggi tahun ini didominasi oleh bidang medis. CarrerCast mendapatkan data gaji dari berbagai belahan dunia.

Inilah profesi dengan gaji tinggi di dunia pada tahun 2017 ini (nilai gaji adalah per tahun).

1. Ahli bedah dengan gaji rata-rata 409.665 dollar AS atau berskisar Rp 5,5 miliar.
2. Ahli ortodontik dengan gaji rata-rata 208.000 dollar AS atau berkisar Rp 2,8 miliar.
3. Psikiater dengan gaji rata-rata 194.740 dollar AS atau berkisar Rp 2,6 miliar.
4. Dokter praktik umum dengan gaji rata-rata 190.490 dollar AS atau berkisar Rp 2,5 miliar.
5. Senior eksekutif perusahaan dengan gaji rata-rata 181.210 dollar AS atau berkisar Rp 2,4 miliar.
6. Dokter gigi dengan gaji rata-rata 153.900 dollar AS atau berkisar Rp 2 miliar.
7. Insinyur perminyakan dengan gaji rata-rata 128.230 atau berkisar Rp 1,7 miliar.
8. Ahli penyakit kaki dengan gaji rata-rata 124.830 dollar AS atau berkisar Rp 1,7 miliar.
9. Pengontrol lalu lintas udara dengan gaji rata- rata 122.410 dollar AS atau berkisar 1,66 miliar.
10. Apoteker dengan gaji rata-rata 122.230 dollar AS atau dengan gaji rata-rata Rp 1,65 miliar.

Jika salah satu dari daftar profesi di atas telah Anda miliki, maka Anda adalah orang yang beruntung.

Namun apapun profesi Anda, jika kita menjalaninya dengan senang hati maka akan mendatangkan hasil yang memuaskan. Apapun pekerjaan yang sedang Anda lakoni, Anda tetap wajib bersyukur. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM