Lifestyle



Rumah yang bebas dari bakteri adalah impian dari semua orang. Karena rumah yang higienis tentu akan membuat siapa pun yang tinggal di dalamnya merasa nyaman.

Namun, membuat rumah bersih tidak cukup sekadar mengepel lantai, menyapu, mencuci barang, serta menyeka debu dengan lap basah atau kemoceng.

Ada banyak barang-barang rumah tangga -disadari atau tidak, perlu diganti secara teratur.

Sebab, -misalnya, beberapa barang seperti kasur hingga mesin pencuci piring, dapat dengan cepat mengendapkan bakteri hingga berkembang biak. Laman forum parenting Netmum, seperti dikutip dari The Independent, menyusun panduan daftar barang-barang yang perlu diganti secara berkala.

1. Sikat gigi

Seperti yang diungkapkan dokter gigi, kebersihan gigi sangatlah penting. Gigi yang rusak, bolong atau terinfeksi bakteri dapat berdampak buruk. Nah, selain harus sikat gigi, kita juga harus rutin mengganti sikat gigi, apalagi setelah terserang penyakit. “Kita harus mengganti sikat gigi -setidaknya, setiap tiga bulan sekali, bahkan lebih jika kita lebih sering menggunakannya,” kata dokter gigi Ben Atkins. Contohnya, anak-anak yang sering memakai sikat gigi lebih sering daripada orang dewasa. Sehingga, sikat gigi anak perlu diganti lebih cepat, kurang dari tiga bulan.

2. Sisir

Percaya atau tidak? Kuman menempel pada sisir, terutama sisir yang sudah sejak lama dipakai. Kuman pada sisir tersangkut saat kita menyisir rambut. Kuman-kuman tersebut menempel lebih dulu di kepala dari sumber-sumber paparan saat beraktivitas di luar. Penata rambut para pesohor, Jamie Stevens menyarankan untuk membersihkan sisir ssetidaknya satu kali dalam seminggu, dan membeli yang baru setiap tahun. "Bersihkan sisir dengan air sabun yang hangat dan bersihkan semua rambut yang tersangkut di dalamnya," kata dia. Kemudian semprot dengan semprotan disinfektan untuk menghilangkan kuman yang tersisa.

3. Sandal

Sandal merupakan salah satu barang yang bersentuhan dengan kulit. Perlu diingat, apa pun yang bersentuhan langsung dengan kulit harus diperhatikan dengan seksama. Pasti kita tahu betul, sandal tidaklah higienis karena dipakai dan kerap terpapar kotoran. Karena itu, menurut ahli kebersihan Profesor Sally Bloomfield, kita harus mencuci sandal secara teratur untuk mengurangi risiko infeksi, dan menggantinya setiap enam bulan. "Jika kamu memiliki infeksi jamur, misalnya, kamu dapat menginfeksi kembali diri sendiri," kata Bloomfield.

4. Spons

Kita harus menyadari, spons yang digunakan untuk membersihkan kamar mandi atau dapur harus dibuang setiap minggu. Kamar mandi dan piring kotor mengandung banyak bakteri, dan spons berfungsi menyerap itu semua. Jika terus-menerus dipakai, maka akan mengandung banyak bakteri yang akhirnya membahayakan.

5. Disinfektan rumah tangga

Disinfektan memang tergolong ampuh untuk membersihkan permukaan yang kotor seperti toilet. Namun, kita juga perlu tahu, cairan tersebut harus diganti setiap tiga bulan. Sebab, disinfektan lebih dari waktu tersebut justru tidak akan efektif.

6. Kasur

Berapa banyak waktu yang kita habiskan di atas tempat tidur? Banyak bukan? Oleh karena itu, kalau kita tidak tidur di kasur yang nyaman dan mendukung, justru bisa memiliki efek merugikan yang berdampak pada kesehatan fisik. Menurut The Sleep Council, kita harus membeli kasur baru setiap delapan tahun, sehingga dapat memberikan tubuh kenyamanan.

7. Karpet

Karpet merupakan salah satu barang yang kita injak setiap hari. Karena itu, bakteri atau kuman dalam karpet sudah pasti menumpuk. Selain perlu dibersihkan, karpet juga harus diganti. Setidaknya karpet harus diganti setiap 5-15 tahun sekali. Rentang itu bervariasi karena tergantung pada bahan karpet.

8. Pencuci piring

Kalau kita menggunakan mesin pencuci piring yang sama untuk waktu yang terlalu lama, justru akan kurang efektif dan tidak akan berfungsi normal. Mesin tidak akan membersihkan alat-alat makan yang dimasukkan. Karena itu, membeli mesin pencuci piring baru merupakan investasi yang layak untuk seluruh rumah tangga. Setidaknya penggantian perlu dilakukan setiap 10-15 tahun sekali.

9. Wadah plastik

Membawa makan dengan tempat makan sendiri merupakan salah satu cara efektif untuk sehat serta menghemat. Tapi, perlu hati-hati, kalau kita kerap membawa dengan wadah plastik. Jika wadah plastik yang digunakan untuk menyimpan makanan terdapat goresan, atau sering digunakan untuk memanaskan makanan di microwave, hal tersebut justru membuat makanan jadi berbahaya. Jadi pastikan kita mengganti wadah makanan plastik setidaknya setiap enam bulan.

10. Panci

Memasak makanan dalam panci yang sudah tergores atau terkelupas sangatlah tidak disarankan. Kita harus mengganti panci setidaknya setiap 3-5 tahun sekali, karena memasak dengan panci yang rusak berpotensi melepaskan senyawa berbahaya dan mencemari makanan.

11. Handuk kamar mandi

Handuk merupakan salah satu barang yang wajib digunakan setelah mandi, karena berfungsi mengeringkan tubuh. Tapi ingat, setiap handuk ada masanya. Masa-masa itu terjadi saat handuk tidak bisa menyerap air seperti dulu. Saat itulah bakteri akan tumbuh di permukaan kain. Jadi kita perlu mengganti handuk setiap 1-3 tahun sekali.

12. Bantal

Bantal setidaknya perlu dicuci setiap tiga bulan sekali agar terbebas dari kotoran. Karena kotoran di bantal bisa berdampak buruk bagi wajah atau tubuh. Menurut The Sleep Council, bantal yang tidak dicuci mengandung bakteri seperti tungau, debu dan kotoran yang menyebabkan alergi. Kandungannya bisa mencapai sekitar 10 persen dari berat bantal. Lembaga itu juga merekomendasikan untuk mengganti bantal setiap 2-3 tahun sekali. (kompas.com)

Alanda (32) sedikit terkejut melihat anaknya, Nisa (6), menuangkan bubuk cokelat sampai berlebih hingga banyak yang tumpah dari gelas takaran saat mereka hendak memanggang kue. Namun, ia tak kesal dan malah tertawa karena muka anak semata wayangnya itu jadi ikut belepotan, berlumur coklat bubuk.Tak ketinggalan, baju dan celemeknya juga kotor. “Kalau lebih begini, kuenya nanti terlalu manis, sayang,” ujar Alanda ke Nisa. Sesekali pada akhir pekan, Alanda suka mengajak Nisa untuk memasak bersamanya. Menurutnya, Nisa sangat antusias di dapur karena bisa memegang banyak bahan masakan, baik itu untuk kue atau untuk lauk pauk lainnya. Bagi Anda yang mau meluangkan waktu khusus bersama anak, mengajak anak memasak seperti yang dilakukan Alanda bagus untuk dicoba sebagai proses ia belajar. Jika biasanya Anda menemani anak belajar dengan buku, pensil, dan kertas, ternyata dengan memasak, anak pun bisa belajar banyak hal dan mengasah aneka kemampuan dirinya. Berikut beberapa manfaat yang di dapat anak jika ia mau ikut berkecimpung memasak.

Asah kemampuan berhitung

Memasak merupakan aktivitas yang terorganisir dan membutuhkan perhitungan. Karenanya, memasak jadi cara yang bagus untuk memperkenalkan matematika secara sederhana ke anak-anak. Melansir dari earlylearningfurniture.co.uk, Senin (4/12/2017), menimbang bahan makanan, mengukur takaran tepung, dan juga menghitung jumlah telur yang dibutuhkan menjadi contoh-contoh yang secara tak langsung menjadi pelajaran berhitung bagi anak.

Selain itu, anak pun bisa mengukur waktu terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak suatu makanan. Dengan begitu, anak juga dapat mengerti kalau memasak pun butuh perhitungan yang tepat agar menjadi makanan yang bisa disantap.

Mengenal hal baru

Ketika ikut memasak, anak-anak bisa mengobservasi dan merasakan hal-hal yang sebelumnya ia tidak ketahui. Misalnya, anak bisa mengenal lebih banyak bahan-bahan makanan dan teksturnya. Contoh, anak bisa mengerti bagaimana membedakan daun jeruk dan daun kunyit. Kemudian, saat memasak kue dan menggunakan pencetak makanan, anak juga jadi bisa mengetahui nama-nama bentuk seperti lingkaran, segitiga, atau bentuk ragam binatang. Perubahan makanan yang terjadi saat memasak seperti cokelat yang mencair, kue yang memakai baking soda yang kemudian mengembang saat dipanggang juga dapat menarik perhatian anak. Orangtua pun dapat menjelaskan perubahan-perubahan tersebut sebagai pengetahuan baru untuk anak.

Tingkatkan kepercayaan diri

Memasak pun turut menambah kepercayaan diri anak. Mengutip dari livestrong.com, Selasa (3/03/2017), anak akan merasa berkontribusi karena akan menyajikan makanan untuk keluarganya. Karena itu, dukung anak untuk melakukan tugas-tugas yang sesuai kemampuannya. Perlu diingat, buat aturan dahulu apa yang tak boleh ia lakukan dan alat-alat apa yang bisa berbahaya baginya, seperti hindari memotong dengan pisau tajam, terlalu dekat dengan kompor atau air panas. Orangtua bisa mengarahkan anak mulai dari menyiapkan alat makan, membantu membersihkan bahan makanan, hingga mengaduk adonan kue.

Tingkatkan komunikasi dan interaksi

Kemampuan anak berkomunikasi dengan ayah atau ibu bisa meningkat karena proses memasak membutuhkan banyak interaksi. Orangtua menjelaskan tentang resep masakan dan instruksi memasak, lalu anak bisa mendengarkan dan mengikuti instruksi memasak dari mereka.

Wajar jika anak pun suka ragu dan banyak bertanya, tapi tak mengapa karena itu merupakan proses belajarnya tersendiri. Pengetahuan anak tentang kata-kata atau bahan memasak baru juga bisa bertambah dari proses memasak bersama ini. Ketika memasak, anak dapat menggunakan celemeknya sendiri agar lebih semangat dan terasa serius berkecimpung di dapur. Wajar bila saat memasak anak masih ceroboh dan lebih berantakan sehingga celemek dan bajunya ikut kotor. Untuk itu, orangtua juga harus siap dengan dapur yang lebih kotor dan berantakan karena bantuan anak saat memasak tak selalu rapi. Anggap baju dan celemek anak yang lebih kotor tak menjadi masalah karena berani kotor itu baik. Usai memasak, orangtua pun tidak perlu khawatir noda-noda masakan itu akan sulit hilang, sebab jika dicuci dengan deterjen yang tepat, baju, celemek, dan kain lainnya yang kotor bisa kembali bersih dan wangi. Bahan dasar deterjen, seperti enzim dan alkali merupakan kandungan yang mampu menghilangkan kotoran tersebut. Alkali atau garam laut yang ada dalam formula deterjen seperti Rinso, misalnya, terdiri pula dari kandungan natrium dan kalium yang mampu melunturkan noda lemak dan minyak dengan optimal. (kompas.com)

Pekerjaan rumah tangga memang sebaiknya tidak hanya dibebankan kepada salah satu orang saja. Perlu ada kerja sama dari pasangan untuk menyelesaikannya.

Dan, Laman The Independent melaporkan bahwa ada pekerjaan rumah tangga yang berpotensi besar merusak hubungan antar pasangan. Pekerjaan tersebut adalah mencuci piring.

Hal tersebut didasarkan pada riset tentang dinamika hubungan dan bagaimana pasanga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga bersama - termasuk belanja, cuci piring, mencuci dan setrika, serta membersihkan rumah - yang tercantum dalam laporan the Council of Contemporary Families.

Berdasarkan riset tersebut, wanita yang mencuci sebagian besar piring kotor melaporkan lebih banyak perselisihan dalam hubungan, kepuasan hubungan yang lebih rendah, dan kepuasan seksual lebih sedikit dibanding yang mencuci piring bersama pasangan mereka.

Riset juga melaporkan bahwa berbagi tanggung jawab untuk mencuci piring adalah menjadi sumber kepuasan terbesar bagi wanita di antara semua tugas rumah tangga.

Membersihkan piring kotor terkadang memang melelahkan, terutama ketika itu bukan piring bekas hidangan yang kita makan, atau piring-piring kotor tersebut sudah menumpuk dalam waktu lama.

Tetapi masalahnya bukan hanya itu. Dan Carlson, asisten profesor sosiologi dari University of Utah dan pemimpin riset ini mengatakan bahwa mencuci piring dianggap pekerjaan yang tidak dihargai.

"Tugas ini juga secara tradisional disediakan untuk wanita - yang melihat diri mereka seolah dijadikan pelayan, sehingga menyebabkan kebencian dan ketidakpuasan," paparnya.

Pada tahun 2006, sebesar 30 persen pasangan melaporkan bahwa mereka berbagi tugas belanja dan 29 persen mengatakan mereka berbagi tanggung jawab mencuci piring.

Menurut penelitian, meskipun sekarang banyak pasangan yang telah berbagi tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan rumah tangga, tugas cuci piring tetap memiliki efek merusak pada hubungan ketika dipikul semata-mata oleh satu atau yang lain.

Hal ini, menurut periset, mungkin karena individu dan pasangan membanding-bandingkan pengaturan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dengan orang-orang di sekitar mereka, dan menghitung untung rugi tentang pengaturan dan hubungan mereka secara keseluruhan. (kompas.com)

Kamu pastinya ingin selalu bangun dalam keadaan segar di pagi hari sehingga bisa bersemangat untuk kembali beraktivitas, kan? Untuk itu, kamu memerlukan waktu istirahat yang bukan hanya cukup, tapi juga berkualitas. Dekorasi kamar tidur adalah salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kualitas waktu istirahatmu. Kalau dekorasi kamar tidur terlalu meriah dan mengabaikan hal-hal yang fungsional, yang ada kamu jadi nggak betah untuk beristirahat di kamar, tidurmu pun jadi kurang nyenyak. Dua hal yang terpenting dalam dekorasi kamar tidur sebenarnya adalah faktor kenyamanan dan faktor kesehatan. Kali ini Kania, Stylist & Interior Designer, akan memberikan kamu tips soal menata dekorasi kamar tidur agar menjadi ruangan yang sehat dan nyaman.

1. Dekorasi kamar tidur serba putih

Kenapa harus serba putih? Karena warna putih pada dekorasi kamar tidur bisa memberikan efek yang menenangkan dan mengurangi perasaan cemas. Warna putih yang ada pada sprei, gorden, dan furnitur efeknya akan semakin teduh saat mendapatkan cahaya yang cukup dan sirkulasi udara yang lancar dari jendela kamar. Dengan mengaplikasikan dekorasi kamar tidur serba putih ini, dijamin kamu akan cepat terlelap dan tidur dengan pulas.

2. Segarkan dengan tanaman hias

Kesan putih yang clean pada dekorasi kamar tidur bisa kamu segarkan dengan menempatkan pot-pot tanaman hias di sudut-sudut kamar tidur. Untuk tanaman hias pada dekorasi kamar tidur yang sehat, pilihlah tanaman indoor yang mudah perawatanya dan bisa membantu membersihkan udara disekeliling kamar, seperti Aloe Vera, Sanseviera, Anggrek, dan bunga Lily.

3. Perhatikan keseimbangan ruang

Faktor kenyamanan dan kesehatan sebuah dekorasi kamar tidur juga bergantung pada keseimbangan ruang kamar tidur tersebut. Keseimbangan dekorasi kamar tidur bisa kamu wujudkan dengan menggunakan cermin lebar untuk memberikan ilusi ruangan yang lebih luas. Agar dekorasi tidak membuat kamar menjadi sumpek, pilihlah furnitur yang berukuran rendah. Tempatkan juga ranjang di posisi tengah supaya lebih mudah diakses dari setiap sisi. Headboard ranjang yang kuat dan stabil juga bisa membuat kamu merasa lebih aman saat tidur. Ingat, untuk dekorasi kamar tidur yang nyaman dan sehat, baiknya ranjang tidak berhadapan langsung dengan jendela atau pintu, agar kamu tidak langsung terkena udara luar.

4. Pencahayaan dan wewangian yang menentramkan

Ternyata intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap kesehatan matamu, lho. Biasanya kamu sudah lelah saat sampai di kamar, hal ini menyebabkan matamu akan sulit beradaptasi dengan cahaya ruangan yang terlalu terang. Untuk dekorasi kamar tidur, gunakanlah lampu tidur dengan pencahayaan yang redup.

Selain bisa digunakan sebagai dekorasi kamar tidur lilin aromaterapi bisa menjaga hawa ruangan agar tetap harum dan menyegarkan. Apalagi buat kamu yang sensitif terhadap pengharum ruangan kimiawi, lilin aromaterapi menyerbakan aroma relaksasi yang alami.

5. Ciptakan sudut santai yang nyaman

Untuk menambah faktor kenyamanan pada dekorasi kamar tidur, kamu bisa menyulap area kecil yang tersisa di kamar tidurmu menjadi sebuah sudut santai untuk refreshing. Apalagi kalau area tersebut bebatasan langsung dengan jendela, kamu bisa semakin rileks membaca sambil melihat pemandangan di luar! Itulah kelima tips dekorasi kamar tidur yang akan membuatmu semakin nyaman beristirahat di kamar. Tentunya, juga jadi semakin sehat. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM