Lifestyle



Jakarta, 25 April 2018 – Grab, layanan transportasi on-demand dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara bersama dengan Rexona, merek deodoran yang percaya ketika semakin Anda bergerak, semakin banyak yang Anda bisa dapatkan dalam kehidupan, meluncurkan GrabGerak, sebuah solusi unik yang pertama kali disediakan untuk mendukung para penyandang disabilitas untuk bergerak dan mendapatkan lebih banyak akses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, Grab juga bermitra dengan Kitabisa.com untuk mendukung Difa Bike, layanan transportasi khusus penyandang disabilitas.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Program Perlindungan dan Layanan Sosial (PPLS) pada tahun 2012, terdapat 3.838.985 penyandang disabilitas yang tinggal di Indonesia[1]. Mereka menghadapi beragam isu mobilitas sehari-hari, seperti trotoar yang dipenuhi pedagang kaki lima, jembatan bagi pejalan kaki tanpa fasilitas elevator, bahkan area khusus penyandang disabilitas yang disalahgunakan oleh para pengemudi transportasi umum. Tak hanya itu, jika dibandingkan antara penyandang disabilitas dengan pemerintah, masyarakat termasuk organisasi sosial yang berfokus pada penyandang disabilitas dan keluarga mereka, kemampuan mereka untuk menangani dan memberikan perawatan memadai bagi penyandang disabilitas berada pada rasio yang mengkhawatirkan, yakni 101:1[2]. Dengan besarnya kesenjangan ini, sektor swasta diharapkan dapat berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan transportasi yang inklusif.

Rexona mengembangkan Gerak, sebuah aplikasi asisten mobilitas suara pertama bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Melalui aplikasi mobile ini, hanya cukup dengan berbicara atau chatting, penyandang disabilitas dapat menemukan tempat-tempat ramah disabilitas terdekat dan dapat di antar ke tempat tersebut dengan memesan kendaraan GrabGerak khusus. Rexona percaya bahwa setiap orang harus dapat bergerak dengan bebas, termasuk saudara kita penyandang disabilitas. Sebagai bagian dari kampanye Movement for Movement, Rexona juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi lebih banyak dengan berbagi informasi mengenai tempat-tempat ramah disabilitas melalui aplikasi Gerak.

“Mobilitas dan aksesibilitas bukanlah sebuah keistimewaan, namun hak dasar setiap manusia. Kepercayaan inilah yang mendasari konsep dari inisiatif kami. Sebagai platform transportasi terkemuka di Asia Tenggara, inisiatif ini merupakan langkah alamiah bagi kami untuk menjangkau lebih jauh dari apa yang pasar lakukan. GrabGerak adalah proyek kerja sama kami dengan Rexona untuk mendukung para penyandang disabilitas dalam meraih aspirasi dan tujuan hidup mereka. Inisiatif ini merupakan proyek pertama kami untuk menggali lebih dalam semua demografi pelanggan kami dan melayani keragaman ini dengan lebih baik lagi.” ungkap Mediko Azwar, Marketing Director of Grab Indonesia.

Grab bekerja sama dengan Rexona melalui kampanye ‘Movement for Movement’ untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas melalui inisiatif berikut ini:

  • Layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas: Grab juga memperkenalkan GrabGerak, layanan terbaru yang dirancang secara khusus bagi penyandang disabilitas dengan mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan.
  • Armada yang didedikasikan: Grab menyediakan 118 armada GrabCar dengan stiker khusus GrabGerak di Jabodetabek selama dalam tahap uji coba.
  • Mitra pengemudi yang telah mendapatkan sertifikasi: 118 mitra pengemudi GrabGerak telah melalui proses pelatihan khusus seputar kesetaraan dan layanan bagi penyandang disabilitas, serta pengetahuan mengenai keamanan mendasar yang dilakukan oleh Audisi. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam melayani penyandang disabilitas dengan bantuan khusus.
  • Kampanye bersama dengan Rexona: Kampanye dilakukan dalam aplikasi Gerak milik Rexona,aplikasi Grab dan media sosial kedua belah pihak untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kampanye ‘Movement for Movement’.

Inisiatif untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas bukanlah sebuah komitmen sesaat bagi Grab. Pada awalnya, Grab memang hanya merupakan platform pemesanan kendaraan sederhana. Namun kini aplikasi Grab telah jauh berkembang dan menjadi semakin ramah bagi penyandang disabilitas. Saran dan masukan dari para penumpang telah menginspirasi Grab untuk mengembangkan aplikasinya agar dapat melayani semakin banyak pengguna. Para engineer dan designer perangkat lunak Grab telah bekerja tanpa lelah dalam mengembangkan beragam fitur baru bagi para penumpang – terutama bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Lebih jauh lagi, Grab juga bermitra dengan Kitabisa.com untuk menggalang donasi bagi Difa Bike, layanan transportasi khusus disabilitas di Yogyakarta. Pengguna layanan Grab dapat berpartisipasi untuk mewujudkan 10 buah sepeda motor 3 roda Difa Bike dengan cara:

  • Donasi langsung melalui Kitabisa.com melalui https://kitabisa.com/GrabGerakDifabike
  • Melakukan posting terkait dengan semangat gerakan Movement for Movement dan GrabGerak sebanyak-banyaknya dengan tag akun Instagram @grabid serta menggunakan tagar #GrabGerak. Grab akan mendonasikan sejumlah dana untuk sejumlah posting yang terkumpul selama periode penggalangan dana.
  • Menukarkan poin GrabRewards menjadi donasi mulai 250 poin dengan mengunjungi katalog GrabRewards pada aplikasi Grab (250 poin setara dengan donasi sebesar Rp5.000,-).

GrabGerak akan menjadi layanan baru yang tengah diuji coba di Jabodetabek, melengkapi layanan Grab yang telah tersedia saat ini, seperti GrabCar, GrabBike, GrabHitch (Nebeng), GrabTaxi, GrabFood, dan GrabExpress. Ke depannya, Grab akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk meningkatkan layanannya dan memberikan sertifikasi ke lebih banyak mitra pengemudi. “Ini adalah awal bagi perusahaan kami untuk melayani seluruh demografi pelanggan di Asia Tenggara dengan sepenuhnya. Kami akan terus mencari peluang dan meningkatkan layanan kami sehingga semua orang, terlepas dari latar belakang dan kondisi fisiknya, dapat menikmati layanan transportasi terbaik dan meraih aspirasi hidupnya,” tutup Mediko.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Grab dan menjadi agen perubahan, khususnya bagi penyandang disabilitas. Di Unilever, kami percaya bahwa setiap brand sebaiknya memiliki tujuan yang baik (brand with purpose) sehingga mampu memberikan dampak yang baik bagi konsumen. Khususnya bagi Rexona, kami membantu masyarakat untuk semakin bergerak sehingga mampu mendapatkan lebih dalam kehidupan. Kampanye dan kemitraan inovatif dengan Grab memungkinkan kami untuk membantu kelompok masyarakat yang kurang mampu untuk bergerak, yaitu komunitas penyandang disabilitas. Kolaborasi yang diwujudkan lewat aplikasi GrabGerak ini membantu penyandang disabilitas tidak hanya dapat menemukan tempat-tempat yang ramah bagi penyandang disabilitas tetapi mereka juga dapat tiba di sana dengan mudah. Untuk itu, kami berharap hal ini dapat menginspirasi lebih banyak penyandang disabilitas untuk bergerak serta masyarakat luas untuk berkontribusi dalam gerakan ini. Kedepannya, kami memiliki lebih banyak inisiatif seperti Mapathons dan Hackathon di mana semua orang dapat berpartisipasi. Harapan kami adalah inisiatif ini menjadi gerakan sosial yang nyata,” tuturIra Noviarti, VP Personal Care Unilever Indonesia.

Tinggal di negara yang intensitas sinar mataharinya tinggi sepanjang tahun dan kelembaban tinggi, wanita di negara beriklim tropis seperti Indonesia punya masalah kulit berbeda. Menurut penjelasan dr.Anesia Tania Sp.KK, secara umum kulit orang Indonesia mudah timbul pigmentasi (bintik hitam), kusam, dan cenderung kering. "Karena kadar melanin dalam kulit orang Indonesia tinggi, kulit lebih terproteksi dari sinar matahari. Hanya saja reaksinya lebih cepat sampai terbentuk pigmentasi. Bahkan flek atau deposit melanin sudah muncul di usia 20-an," kata Anesia dalam acara yang diadakan Ristra Cosmetodermatology di Jakarta (24/4). Karena permasalahan kulit tersebut timbul akibat paparan sinar matahari yang tinggi, menurut Anesia, perlindungan kulit dari sinar ultraviolet adalah hal yang wajib. “Penuaan dini kulit lebih cepat dialami orang yang sering terpapar sinar matahari. Untuk melindungi kulit dapat dilakukan dengan proteksi fisik dan kimia. Proteksi fisik misalnya menggunakan topi, payung, atau kacamata hitam. Sedangkan proteksi kimia dilakukan dengan penggunaan sunscreen,” paparnya. Kebutuhan sunscreen atau SPF berbeda tergantung pada aktivitasnya. Untuk kulit kecokelatan seperti orang Indonesia, SPF 15 sudah cukup melindungi. "SPF 15 artinya bisa bertahan 2-3 jam. Jadi harus diulang lagi pemakaiannya. Kalau untuk yang beraktivitas di luar lama, misalnya olahraga atau main di pantai, pakai yang kadar SPF-nya tinggi," paparnya. Ia mengingatkan, suncreen biasanya baru aktif setelah 30 menit diaplikasikan. "Jangan pakai sunscreen ketika akan beraktivitas atau sudah di luar rumah," katanya. Selain pemakaian tabir surya, kita juga wajib membersihkan kulit dengan produk yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit. Kemudian selalu gunakan pelembab kulit dan seminggu sekali lakukan pengangkatan sel kulit mati (eksfoliasi). (kompas.com)

Saat ini Lady Gaga sedang disibukkan dengan proyek album keenamnya, yang merupakan susulan “Joanne” yang dirilisnya di tahun 2016 lalu. Sejauh ini kita ketahui jika sang Mother Monster telah mengajak kolaborator lamanya, DJ White Shadow (‘Born This Way’, ‘Applause’, ‘The Cure’) untuk membantunya di studio. Ia juga bekerjasama dengan produser asal Jerman, Boys Noize.

Kini yang terbaru, tampaknya Gaga juga mengundang kembali salah satu produser yang telah membantunya, yaitu BloodPop®. Setidaknya jika menilik sebuah postingan video yang diposting BloodPop® di akun Twitternya. Dalam klip terlihat Gaga sedang berada dalam studio, dikelilingi komputer dan monitor.

Tentu saja BloodPop® turut memproduseri setiap lagu dalam album “Joanne”. Sang produser dikenal dengan sound elektronik-nya. Meski begitu, kreasinya untuk “Joanne” umumnya adalah lagu bercorak pop-rock. Semoga saja di kolaborasi kali ini BloodPop® kembali ke akar elektroniknya dan Gaga dengan musik dance-nya, sehingga hasilnya akan terdengar eksplosif.

Tapi, menilik siapa saja yang sejauh ini diajak Gaga untuk album barunya, sepertinya ia memang akan kembali mengusung dance, sehingga probalitas jika kolaborasinya bersama BloodPop® dalam musik dance menjadi besar. Kita tunggu saja. (creativedisc.com)

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 39 pelari marathon Indonesia berpartisipasi pada ajang marathon bergengsi dunia, London Marathon 2018 yang berlangsung pada Minggu, 22 April 2018.

Lebih dari 40.000 pelari dari berbagai belahan dunia mengikuti lomba lari jarak jauh yang menempuh jarak 42 km melalui berbagai bagian kota London.

"Tampak diantara mereka, Chicco Jericho, salah seorang pemain film Indonesia yang tengah naik daun, begitu bersemangat saat melalui garis finish bersama para pelari lainnya," kata Thomas Siregar, Minister Counsellor Media dan Sosial-Budaya, Kedutaan Besar RI di London lewat rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (23/4). Suhu kota London saat itu tercatat 24.1 derajat Celcius, terpanas sepanjang sejarah penyelenggaraan London Marathon yang telah berlangsung sejak tahun 1981.

Komunitas masyarakat Indonesia yang tinggal di London menyambut para pelari marathon asal Indonesia di area meet and greet A-B yang terletak di halaman Istana Buckingham, dimana biasa dilaksanakan proses pergantian pasukan berkuda Istana (horse guards parade).

Sebuah buket bunga atas nama KBRI London diserahkan Thomas Siregar kepada Chicco Jericho sebagai perwakilan dari seluruh pelari Indonesia.

Menurut rilis KBRI, London Marathon 2018 kali ini dirasakan sangat istimewa karena diikuti juga oleh Sir Mo Farah, salah seorang atlet marathon Inggris yang telah empat kali menjuarai lomba marathon olimpiade.

Perasaan istimewa juga dirasakan oleh Yuli Rianastasia, pelari wanita Indonesia berusia 57 tahun yang berhasil menyelesaikan lomba lari tersebut dalam waktu 6 jam 20 menit.

Yuli yang pernah mengikuti 20 lomba lari tingkat dunia mengaku bangga dapat mengikuti London Marathon 2018 yang banyak diikuti oleh para pelari yang usianya jauh lebih muda dari dirinya.

Untuk dapat mengikuti lomba lari tersebut, Yuli berlatih dengan berlari sejauh 15 km setiap hari menyusuri berbagai kawasan Jakarta, tanpa mengenal panas ataupun hujan.

KBRI London mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para pelari Indonesia yang telah secara nyata mempromosikan Indonesia melalui jalur olahraga tingkat dunia London Marathon 2018. (cnnindonesia.com)

Page 1 of 607

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM