Lifestyle



Apa cita-cita Anda saat masih kecil? Apakah kini Anda bekerja sesuai cita-cita tersebut? Sebagian orang mungkin tidak, termasuk Anda barangkali.

Memiliki impian pekerjaan di masa kecil adalah hal lumrah. Namun, berapa banyak orang yang berhasil bekerja sesuai dengan cita-cita? Jawabannya cukup mencengangkan, karena memang tidak banyak.

Berdasarkan survei yang dirilis bulan Juli 2017 oleh LinkedIn, salah satu jaringan profesional terbesar dunia, hanya 13 persen profesional muda yang memiliki pekerjaan sesuai yang diimpikan di masa kecil.

Selain itu 29 persen mengaku pekerjaan saat ini masih ada kaitan dengan cita-cita masa kecil sementara 60 persen mengatakan pekerjaan sekarang sama sekali berbeda dengan impian masa kecil.

Adapun cita-cita masa kecil dari para profesional muda ini kebanyakan menjadi dokter/perawat, pengusaha, guru/dosen, tentara/polisi/berkarir di bidang militer dan ilmuwan.

Survei ini dilakukan pada 1.000 responden, dengan kategori pelajar 16-23 tahun dan profesional muda berusia 25-36 tahun yang memiliki pengalaman kerja dua tahun. Masing-masing kategori berjumlah 500 responden.
Dari survei yang diterima Kompas Lifestyle pada Sabtu (22/7/2017), juga disebutkan bahwa alasan pertama mereka bekerja di tempat sekarang karena tidak memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi sebab latar belakang pendidikan dan kemampuan.

Alasan kedua adalah minat dan ketertarikan yang telah berubah. Dan alasan ketiga adalah memiliki komitmen keluarga dan alasan lainnya sehingga tidak dapat meraih pekerjaan impian.

Selain itu, mereka berpendapat memilih pekerjaan saat ini karena sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang dimiliki. Ditambah, pendapatan dan keuntungan yang baik.

Alasan terakhir adalah, "Saya memiliki minat yang tinggi terhadap pekerjaan saya saat ini dan pekerjaan tersebut juga memiliki makna khusus bagi diri saya," tulis survei. (kompas.com)

Semakin berat badan Anda, semakin besar kemungkinan Anda memiliki risiko mengidap masalah kesehatan.

Menurut sebuah studi yang dirilis pada Selasa (18/7/2017) oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health, peningkatan berat badan pada awal dan pertengahan usia dewasa akan meningkatkan resiko kesehatan di kemudian hari.

Orang yang mengalami kenaikan berat badan dalam jumlah sedang (2,22 - 10 kilogram) sebelum usia 55 tahun meningkatkan resiko kematian dini, penyakit kronis dan menurunkan kesempatan untuk mendapatkan hari tua yang sehat. Semakin tinggi kenaikan berat badan, semakin besar pula risikonya.

"Penelitian ini secara sistematis memeriksa hubungan penambahan berat badan dari awal hingga pertengahan masa dewasa dengan resiko kesehatan utama di kemudian hari," kata peneliti senior Frank Hu, yang juga profesor di bidang nutrisi serta epidemiologi dan Ketua Departemen Nutrisi Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Adapun studi tersebut menganalisis data dari 93.000 peserta di mana berat badan mereka ditimbang pada usia 18 hingga 21 tahun, dan dilihat kembali 37 tahun kemudian. Hasilnya didapati bahwa rata-rata wanita mengalami kenaikan berat badan 10 kilogram, sementara pria naik rata-rata 8,6 kilogram. Dan mereka yang yang memperoleh tambahan berat lebih banyak juga menderita lebih banyak penyakit.

"Temuan menunjukkan bahwa bahkan jumlah kenaikan berat badan yang sedikit bisa memiliki akibat pada kesehatan,” kata Frank.

Parahnya, awal dan pertengahan masa dewasa adalah saat kebanyakan orang justru bertambah berat badannya. Ini karena metabolisme mereka melambat, lebih rentan cedera, dan menjadi kurang aktif pada usia 30 dan 40-an karena harus bekerja lebih lama dan memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding saat berusia 20-an.

Studi lain dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan University of Cambridge di Inggris pada tahun lalu menyebutkan kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan risiko kematian dini.

Selain itu pada tahun 2013, 500 periset dari lebih 300 institusi global yang tergabung dalam Global Mortality Collaboration BMI (Body Mass Index), menyatakan bahwa untuk setiap kenaikan lima unit dalam BMI (dari, katakanlah, dari 30 sampai 35), maka meningkat pula risiko kematian karena penyakit jantung sebesar 49 persen, 38 persen untuk kematian akibat penyakit pernafasan dan 19 persen untuk kematian akibat kanker.

BMI menghitung berat badan, otot, lemak dan tulang dalam kaitannya dengan tinggi dan jenis kelamin. BMI 25 sampai 29,9 dianggap kelebihan berat badan, dan mereka yang memiliki BMI 30 atau lebih dianggap obesitas; sementara orang gemuk yang tidak sehat memiliki BMI 44,9 atau lebih.

Perlu juga diketahui bahwa bahaya kelebihan berat badan lebih besar pada orang muda dibanding pada orang tua, dan pada pria daripada pada wanita.

Intinya, ada risiko kesehatan yang signifikan terkait dengan kelebihan berat badan. "Dokter perlu memberi nasihat kepada pasien tentang bahaya kelebihan berat badan yang mencakup risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi, penyakit kardiovaskular, kanker dan kematian dini," kata Shilpa Bhupathiraju, ilmuwan penelitian di departemen nutrisi di Harvard Chan School of Public Health. (kompas.com)

Menjadi bangsawan kerajaan Inggris berarti harus patuh pada berbagai aturan yang sudah turun temurun dijalankan dan tak bisa diubah seenaknya, bahkan oleh Ratu sendiri. Termasuk diantaranya adalah aturan berbusana.

Banyak aturan tentang apa yang harus dikenakan bangsawan saat melakukan tugas publik. Mereka harus berpenampilan rapi, sopan, dan tentunya elegan. Dari celana pendek Pangeran George sampai busana krem Pangerang William, tersimpan pesan yang ingin disampaikan.

Pangeran George dan Pangeran William
Pangeran George dan Pangeran William(WOMANS DAY.COM)

Mengapa George selalu mengenakan celana pendek?
Dengan senyumnya yang lucu, menggemaskan dan gaya busana stylish, George berhasil memenangkan hati ribuan penggemar di seluruh dunia. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dia selalu mengenakan celana pendek? Putra sulung pasangan Pangeran William dan Kate Middleton ini jarang terlihat memakai celana panjang atau celana jengki (dungarees).

Menurut ahli etiket William Hanson, ada alasan yang sangat sombong di balik busana pangeran kecil tersebut. Hanson mengklaim bahwa celana pendek pada anak laki-laki adalah penanda kelas atas Inggris. Celana panjang dianggap busana masyarakat “pinggiran kota”—sesuatu yang tidak perlu dihargai oleh kerajaan.

Dia mengatakan kepada The Sun Online, “Duchess of Cambridge (Catherine Middleton atau Kate) bukan saja perlu memperhatikan busana yang dipakainya sendiri tapi busana anak-anak mereka juga harus sesuai.”

Hanson menambahkan, Kate harus menemukan keseimbangan antara tradisi kerajaan, warisan dan kebiasaan proletariat lainnya, seperti kebiasaan masyarakat ’pinggiran kota' yang mengenakan celana panjang untu anak laki-laki.

Selain itu, dress code tersebut juga berkaitan dengan sejarah, di mana celana pendek dulu hanya untuk anak laki-laki dan celana panjang untuk pria dewasa. Oleh karena itu, kemungkinan George akan mulai mengenakan celana panjang sekitar usia tujuh atau delapan tahun.

Kenapa Ratu Inggris selalu mengenakan sarung tangan

Ratu Elizabeth II dari Inggris sangat jarang terlihat tanpa mengenakan sarung tangan. Dia biasa menggunakan sarung tangan putih atau berwarna senada dengan tas tangannya.

Ratu Inggris perlu mengenakan sarung tangan karena ia berjabat tangan dengan ratusan orang setiap hari. Sarung tangan pun dianggap salah satu cara untuk mencegah penyebaran kuman saat bersalaman dengan banyak orang.

Mengapa Pangeran William suka memakai chinos?

Duke dan Duchess of Cambridge harus mematuhi dress code saat mereka berada di luar untuk acara formal, bahkan informal. Untuk perempuan, gaun sederhana atau trousers teamed dengan blazer sudah cukup pas, sementara untuk pria memilih kemeja berkerah dengan celana chino berbahan katun.

William sendiri sering terlihat dengan celana kasual, namun tak jarang juga mengenakan jeans. Ahli etiket Grant Harrold, yang dikenal sebagai The Royal Butler, mengatakan kepada BBC, “Banyak tempat tidak mengizinkan jeans karena mereka masih terlihat sangat santai, jadi lebih baik bermain aman untuk memilih yang bisa memadukan keduanya (chinos).”

Kate Middleton dalam sebuah jamuan resmi.
Kate Middleton dalam sebuah jamuan resmi.(The Sun)

Mengapa Kate mengenakan perhiasaan kerajaan
Sebelum pernikahannya, Duchess of Cambridge tidak terlihat di depan umum mengenakan mahkota atau tiara. Hiasan kepala yang cukup glamor ini biasanya diperuntukkan bagi wanita yang sudah menikah.

Mahkota secara tradisional dipakai pada acara formal, dan digunakan sebagai “penanda status”.

“Aturan lama adalah bahwa topi tidak pernah dipakai di dalam rumah setelah jam 6 sore, maka saat itulah para wanita mengganti gaun dan mengenakan mahkota atau perhiasaan keluarga saat keluar,” kata Harold.

Dia menambahkan, bagi wanita yang sudah menikah itu adalah tanda status dan menunjukkan bahwa Anda sudah memiliki suami dan tidak sedang mencari suami. Para pria juga tidak akan mendekati wanita yang memakai tiara.

Mengapa Ratu Inggris selalu mengenakan busana dengan warna cerah?

Ratu Inggris jarang mengenakan busana berwarna gelap. Padanan busana berwarna cerah sang Ratu adalah topi berwarna senada dan perhiasan. Dia sering memakai satu warna cerah, dari pink dan kuning hingga hijau dan biru, dari kepala sampai kaki.

Hal ini disebut untuk memastikan dia menjadi daya tarik tersendiri di setiap kesempatan dan dapat dengan mudah dilihat oleh penggemar. Dia juga pernah mengatakan: "Jika saya memakai krem, tidak ada yang tahu siapa saya." (kompas.com)

Istilah sehat dan bugar memang kerap terdengar di telinga kita, seolah dua kata tersebut memiliki satu arti yang sama. Namun, tahukah Anda bahwa sehat dan bugar sebenarnya berbeda?

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK mengatakan, orang yang sehat belum tentu bugar. Namun, orang bugar sudah bisa dipastikan bahwa dia sehat. Hal tersebut dikatakan konsultan gizi MRCCC Siloam Hospital Semanggi ini dalam acara yang digelar oleh Herbilogy di Jakarta, Selasa (18/7/2017).

"Sehat dan bugar itu dua hal yang berbeda," kata Samuel Oetoro.

Menurutnya, orang yang sekedar sehat saja, dalam artian tidak mudah sakit, mungkin akan terlihat kelelahan setelah beraktivitas seharian. Orang sehat yang tidak bugar juga bisa ditandai ketika seseorang tersebut makan.

Orang bugar, ketika habis makan akan tetap fit seperti biasanya. Namun orang sehat yang tidak bugar umumnya akan mengantuk setelah makan.

"Habis makan siang kalau lemes dan ngantuk berarti Anda tidak bugar. Kalau bugar itu memiliki tubuh yang fresh sampai malam hari," terangnya.

Lalu bagaimana caranya agar Anda tetap sehat dan bugar? Menurut Samuel Oetoro, kuncinya adalah pola hidup atau gaya hidup yang sehat.

"Bugar itu sampai malam masih tetap on, tidak loyo. Bagaimana mendapatkannya? Kuncinya, pola makan yang benar, kendalikan makan, kurangi stres, hindari rokok. Punya niat kuat untuk mengubah pola hidup," ucapnya.

Selain itu, untuk mendapatkan tubuh yang bugar, Anda juga harus berpikir sehat atau mampu mengendalikan stres, istirahat sehat yakni tidur harus cukup sehari minimal 6 jam maksimal 8 jam. Melakukan aktivitas sehat seperti banyak bergerak dan olahraga teratur. Olahraga penting untuk mendapat tubuh yang bugar.

"Waktu yang dimiliki semua orang sama, yakni 24 jam. Maka luangkan lah waktu untuk olah raga. Sehat dan bugar adalah investasi masa depan, karena ketika memasuki masa tua dan ingin menikmati hidup anda harus memiliki energi," ujarnya. (kompas.com)

Page 1 of 116

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net