Lifestyle



Hasil penelitian berikut ini membantah klaim sebelumnya yang menyebut kegiatan bersepeda dapat mengganggu kesehatan seksual pria.

Sebuah hasil riset terbaru yang dilansir laman NDTV, mengungkap, bersepeda baik untuk tujuan olahraga maupun transportasi tidak memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan pria.

Selama ini, sepeda dikenal sebagai moda transportasi dan alat olahraga terpopuler di seluruh belahan dunia.

Nah, hasil studi ini menyimpulkan bahwa bersepeda sesungguhnya memberi manfaat yang jauh lebih besar bagi pelakunya, termasuk manfaat kardiovaskular.

Bahkan disebutkan pula, jika dibandingkan dengan perenang atau pelari, pesepeda dengan intensitas tinggi justru memiliki kualitas ereksi yang lebih baik.

Dalam penelitian ini juga disebut bahwa, karakter sepeda dan kondisi jalan yang dilintasi ternyata tak memberikan pengaruh negatif bagi "kejantanan".

Dalam penelitian ini, ada tiga kelompok atlet yang terdiri dari 2.774 pesepeda, 539 perenang, dan 789 pelari yang dijadikan responden.

Mereka juga mendapat pertanyaan seputar sejarah infeksi saluran kemih (ISK), struktur uretra, nyeri pada penis, maupun rasa sakit akibat duduk di sadel.

Penelitian yang dilansir dalam Journal of Urology ini menyebutkan, upaya menyesuaikan tinggi stang sepeda dan sadel, berpengaruh pada kondisi mati rasa pada kelamin, maupun nyeri pada bagian bokong.

"Kami percaya hasil penelitian ini akan memberi semangat bagi para pesepeda. Apalagi, bersepeda memberikan manfaat kardiovaskular yang luar biasa dengan dampak rendah pada sendi."

"Kami percaya bahwa manfaat kesehatan yang dinikmati oleh pesepeda jauh melampaui risiko yang mungkin terjadi," kata Benjamin Breyer, Profesor di Universitas California di San Francisco.

Selain mengendalikan berat badan, bersepeda juga bisa mengurangi depresi, stres, dan kecemasan.

Dalam penelitian ini para pesepeda disatukan dalam kelompok latihan dengan intensitas tinggi.

Sementara pelari dan perenang disertakan dalam kelompok dengan intensitas rendah, bersama para pesepeda tak reguler.

"Ini adalah studi komparatif terbesar sampai saat ini, melibatkan asosiasi pesepeda, jenis sepeda dan karakteristik jalan dikaitkan dengan fungsi seksual dan urine pada pria, menggunakan kuesioner yang divalidasi," kata Breyer.

Banyak hal telah diulas terkait kesehatan seksual pria. Dengan penelitian ini, kata Breyer, dapat diambil kesempulan tentang mana yang mitos dan fakta. (kompas.com)

Ada banyak hal unik dan menarik dalam kehidupan keluarga bangsawan Inggris. Setiap hal unik tersebut juga seringkali mengandung makna tersembunyi.

Salah satunya adalah topi yang selalu dikenakan oleh kaum perempuan di lingkaran keluarga bangsawan tersebut.

Nyaris, kita tak pernah melihat Ratu Elizabeth tanpa topi di kepalanya. Yah, menurut protokol kerajaan, wanita harus mengenakan topi, untuk semua acara resmi.

Topi bukan sekadar aksesoris, tetapi bagian dari "keragaman demografi" -yang terpengaruh komposisi etnik, kekayaan, tingkat pendidikan, tingkat lapangan kerja, dan nilai-nilai regional.

Hingga tahun 1950an, jarang sekali ada wanita Inggris yang menunjukkan rambut mereka di depan umum.

Sementara itu, keluarga kerajaan selalu berusaha mempertahankan tradisi lama. Bagi wanita dalam anggota keluarga Kerajaan Inggris, penampilan formal harus selalu dilengkapi dengan topi.

Ini adalah ketentuan yang juga dimulai sejak tahun 1950-an.

Aturan ini telah berubah seiring berjalannya waktu. Setidaknya, hal itu terlihat bagaimana Kate Middleton sering tampil dengan menunjukkan rambutnya yang begitu indah.

Namun, keluarga kerajaan Inggris memiliki tanggung jawab untuk melestarikan tradisi lama yang telah pudar.

Sebagai gantinya, dalam setiap acara formal tradisi mengenakan topi tersebut masih dilaksanakan. Tentunya, hal ini juga digunakan untuk membedakan anggota keluarga kerajaan dengan masyarakat biasa.

"Harus ada sedikit perbedaan antara keluarga kerajaan dan rakyat biasa. Tidak dengan cara sombong, tapi apa gunanya keluarga kerajaan jika mereka sama seperti kita?" ucap ahli kerajaan Victoria Arbiter.

Sementara itu, mengenakan topi saat acara nonformal bukanlah suatu kewajiban bagi perempuan bangsawan Inggris.

Menurut Hilary Alexander, Direktur fashion the Daily Telegraph, topi juga merupakan bagian budaya yang lahir sebagai bagian dari kekayaan demografi dalam masyarakat Inggris.

"Ketika menghadiri acara khusus di masyarakat Inggris, acara khusus tidak lengkap tanpa topi," kata Alexander.

Nah, salah satu acara khusus bagi masyarakat Inggris ini juga akan terjadi pada tanggal 19 Mei. Tanggal tersebut adalah hari pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. (kompas.com)

Satu hal yang semakin populer dari tahun ke tahun di antara pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan adalah sesi pemotretan pre wedding.

Selain itu, sesi foto ini juga menjadi kesempatan untuk menguji sebagus apa juru foto yang akan dipakai di hari pernikahan.

Persiapan sesi foto pre wedding pun bisa menawarkan pengalaman baru dan seru bagi Kamu dan pasanganmu.

Berikut ini adalah rangkaian tips yang mungkin bisa membantu Kamu dalam mempersiapkan dan melaksanakan sesi foto pre wedding hingga mendapatkan hasil yang sempurna.

Lakukan riset

Ini mungkin merupakan langkah awal bagi Kamu untuk mempersiapkan foto pre wedding.

Melakukan riset dengan memanfaatkan jaringan internet, maka Kamu dapat menemukan konsep, ide, lokasi, hingga fotografer yang mampu mengeksekusinya.

Khusus untuk memilih fotografer, Kamu bisa melihat portofolio mereka dalam menangani permintaan layanan serupa.

Selanjutnya, soal lokasi, inspirasi, konsep, dan ide, selain teman dan kerabat, Google adalah teman terbaik Kamu juga.

Nyaman

Kunci merasa nyaman selama sesi pemotretan adalah menemukan konsep yang paling pas dengan kepribadian kalian berdua.

Foto semacam ini tak memiliki pakem khusus, atau pun aturan soal mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya sungguh adalah soal selera dan kenyamanan si calon pengantin.

Oh ya, hal lain yang juga penting adalah, tak semua orang nyaman untuk berpose di muka kamera.

Jadi, jika Kamu merasa hal serupa maka carilah aktivitas atau konsep yang membuat kalian berdua bahagia.

Ingat, ini adalah pemotretan kamu dan pasangan. Tak beda dengan hari pernikahan, sesi foto pre wedding adalah milik kalian.

Jangan ragu, hasil dari pemotretan tersebut harus memuaskan bagi kalian dan menyenangkan untuk dijalankan. Tak perlu jadi orang lain.

Pilih lokasi yang berkesan

Masih terkait dengan satu tips di atas, pemilihan lokasi untuk pemotretan pun mungkin dapat membantu Kamu "attach" dengan seluruh proses yang harus dijalani.

Harapannya, dengan begitu maka tak sulit bagi kalian berdua melakukan pemotretan dengan natural dan menghasilkan gambar yang berkesan pula.

Mendapatkan lokasi yang tepat untuk pemotretan ini secara mental akan membantu untuk mendapatkan kesan yang membahagiakan.

Lokasi yang familiar juga bisa membantu calon pengantin merasa nyaman.

Entah siapa di antara kalian berdua yang mengusulkan, tapi lokasi yang dikenal dan berkesan, pasti akan membantu proses hingga hasilnya pun menjadi lebih baik.

Jangan lupa berdandan

Tentu, dalam hal ini, saran tersebut akan sangat bergantung dengan konsep yang kalian pilih.

Maksudnya adalah agar Kamu dan pasangan menyiapkan seluruh penampilan untuk sesi pemotretan itu.

Perlakukan pemotretan ini sebagai acara khusus, dan lakukan yang terbaik untuk menghindari munculnya gambar yang kurang pas di bingkai foto pre wedding kalian.

Seperti yang sudah disinggung, berdandan di sini bukan berarti menutupi kepribadian kalian yang sesungguhnya. Tampil apa adanya, dan mencerminkan siapa kalian adalah keharusan.

Penampilan yang natural dan sesuai kepribadian pun akan membantu membuat proses foto lebih nyaman, dan hasil yang lebih alami.

Ingat bahwa pemotretan pre wedding memberi kesempatan kepada kalian untuk mendapatkan beberapa foto yang indah, tanpa stres. Manfaatkan kesempatan itu.

Santai dan nikmati

Pemotretan ini adalah uji coba untuk hari besar kalian nanti. Percayalah, di hari pernikahan nanti akan lebih banyak kilatan lampu kamera yang menerpa wajah kalian.

Jadi, pastikan Kamu bersantai dan menikmati momen itu senyaman yang kalian bisa.

Lepaskanlah tawa ketika kalian mencoba mempraktikkan keterampilan berpose yang berbeda, biarlah itu menjadi sebuah pengalaman yang mengesankan. Jangan ragu dan takut.

Sebab, mungkin bagi mereka yang tak terbiasa difoto secara profesional akan muncul perasaan cemas dan canggung.

Jangan juga stres, karena dengan itu Kamu akan dengan mudah menguasai "medan" dan kondisi pemotretan.

Fokus saja satu sama lain, dan lupakan kamera. Nikmati diri kalian sendiri, percayalah kepada fotografermu, dan bersenang-senanglah! (kompas.com)

dreamiest of doorsteps ☁️

A post shared by Nat (@nhtching) on

#Toynbee #toynbeetiles #51st5thAve #manhattan #nyc

A post shared by gregwoodleg (@gregwoodleg) on

#chinatown #newyork #doyersstreet #doyers #shootingday

A post shared by Marco Aurélio Bezerra (@marcobezerra) on

"Not all those who wander are lost." — J.R.R. Tolkien ?

A post shared by Central Park ? (@centralparknyc) on

Private residence or subway vent hidden in plain sight? ? #58joralemonstreet

A post shared by Emily Schmitz (@eschmitz94) on

New York Earth Room. #diafoundation #earthroom #walterdemaria

A post shared by Peter Park (@therealpeterpark) on

Sudah banyak buku dan film yang menggambarkan betapa menariknya New York. Jika punya kesempatan ke sana, jangan hanya datang ke objek wisatanya yang populer, karena kota ini memiliki banyak "objek wisata rahasia" yang bahkan tidak banyak diketahui oleh penduduk lokalnya.

1. Greenwich Village

Manhattan ialah kawasan yang selalu sibuk, begitu juga dengan area Greenwich Village.

Di area ini, ada pemukiman yang selalu dijadikan latar belakang berfoto oleh turis. Pemukiman ini memang tak dibuka untuk publik, karena dikelola oleh New York University. Namun, turis masih bisa berkeliling di dalamnya yang dihiasi nuansa bata merah.

2. Toynbee Tiles

Saat berkeliling di jalanan New York, jangan lupa untuk menatap ke bawah, karena ada ubin unik yang disusun acak oleh seseorang.

Disebut Toynbee Tiles, ubin-ubin itu telah ada di aspal jalanan New York sejak tahun 1980-an. Sebagian besar ubin tersebut bertuliskan pesan politis, namun tidak ada yang tahu siapa yang menyusunnya.

3. Stasiun kereta bawah tanah tua

Ada stasiun kereta bawah tanah tertua di Manhattan, yang bernama City Hall.

Stasiun ini berhenti beroperasi pada tahun 1904, namun bisa dikunjungi melalui jalur belakang Museum Transit.

4. Taman atap Rockefeller Center

Ribuan orang datang mengunjungi Gedung Rockefeller Center setiap harinya, tapi tak semua orang bisa masuk ke taman atapnya.

Bergaya art deco, taman ini hanya bisa dikunjungi oleh tamu dari acara yang diselenggarakan di sana.

5. Lorong Doyers

Dalam film aksi yang berlokasi di New York, pasti ada adegan kejar-kejaran di lorong Doyers yang berlokasi di Chinatown.

Lorong itu bukan buatan di studio, tapi benar berlokasi di area Doyers.

6. Sudut hijau Central Park

Central Park memiliki sudut rahasia yang lebih hijau dari sudut lainnya. Bernama Hallett Nature Sanctuary, sudut ini dipenuhi pepohonan rindang di sepanjang jalannya.

Seluas 4 are, saat ini sudut itu menjadi persinggahan burung-burung di New York.

7. Rumah ventilasi stasiun Brooklyn

Saat berjalan di 58 Joralemon Street, pasti akan menemukan rumah berwarna merah besar yang tak pernah berpenghuni. Rumah tersebut bukan kediaman seseorang, melainkan ventilasi dari jalur kereta bawah tanah di area Brooklyn.

Tidak ada ruangan di dalamnya, melainkan hanya ada tangga darurat yang bisa digunakan penumpang kereta jika sekiranya terjebak.

8. Ruang bumi New York

Di 141 Wooster Street ada Earth Room yang dikelola oleh Dia Art Foundation. Ruangan ini tak memajang benda seni, melainkan hanya memberikan pemandangan tanah di lantainya.

Diciptakan oleh seniman Walter De Maria pada tahun 1977, ruangan ini memiliki konsep tanah sebagai unsur kehidupan manusia di bumi. Tanah yang disebar tidak pernah diganti sejak pertama kali disebar. Banyak pengunjung yang melakukan meditasi di sini.

9. Gudang Perpustakaan New York

Gedung Perpustakaan New York memang berukuran besar dan megah, tapi nyatanya ruangan itu tak pernah cukup untuk menyimpan seluruh arsip dan buku yang dikoleksi.

Di gudangnya, tersimpan ratusan arsip dan buku kuno yang hanya ditampilkan saat pameran tahunan, seperti milik Shakespeare, Walt Whitman, sampai Jack Kerouac.

Berada di kedalaman 30 meter di bawah jalanan Bryant Park, atap gudang ini sudah pasti dijejaki oleh masyarakat dan turis di New York setiap harinya.

10. Jalur 61 Grand Central

Stasisun kereta bawah tanah Grand Central juga menyimpan rahasia, yakni di Jalur 61.

Jika ada situasi genting, pejabat pemerintah atau penumpang VIP yang sedang berada di hotel mewah Waldorf Astoria bisa menyelamatkan diri ke Jalur 61 melalui pintu rahasia yang terhubung dengan lift.

Lift-nya cukup besar, bahkan bisa memuat mobil di dalamnya. (cnnindonesia.com)

Page 1 of 141

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM