Lifestyle



Mungkin Anda merasa jam kerja yang panjang dan setiap hari duduk di belakang meja berarti tak ada pilihan untuk membuat hidup lebih sehat. Padahal, walau Anda "terjebak" di belakang meja setiap hari, selalu ada cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebugaran.

Berikut adalah beberapa kiat untuk menjaga kesehatan, bahkan jika Anda termasuk orang yang gila kerja.

- Gunakan sepatu nyaman
Apakah Anda menghindari naik dua lantai dengan tangga atau pun jalan kaki menuju kantin di gedung sebelah hanya karena sepatu yang dipakai membuat sakit?

Jika iya, ganti sepatu Anda dengan yang lebih nyaman. Lagi pula, saat ini sneaker menjadi andalan baru untuk tampil lebih trendi ke kantor. Dengan demikian Anda pun terbebas dari rasa pegal dan nyeri kaki, serta bisa lebih semangat untuk bergerak aktif.

- Bawa bekal makanan
Membawa makan siang atau menu sarapan sendiri berarti Anda tidak harus terus-menerus mengandalkan menu di warung sekitar kantor yang kurang terjamin kebersihannya. Anda juga bisa berkreasi dengan menu-menu sehat dan biasanya lebih mudah cara pengolahannya. Ketimbang meminta "OB" membelikan gorengan untuk camilan sore, mengapa Anda tak mengisi wadah makanan dari rumah dengan buah-buahan atau kacang-kacangan. (kompas.com)

Selain karena migrain, ada beberapa alasan mengapa sakit kepala dapat terjadi pada pagi hari. Memahami apa yang menjadi pemicu sakit kepala, akan membantu Anda dalam memilih perawatan yang tepat, termasuk terbangun dengan rasa yang lebih sehat.

Menurut Juline Bryson, MD, asisten profesor neurologi di Wake Forest Baptist Medical Center, ada beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan sakit kepala di pagi hari, dan bagaimana menemukan solusi. Berikut beberapa di antaranya:

Jadwal tidur tidak tetap

Perubahan dalam siklus tidur, apakah Anda terlalu banyak tidur atau terlalu sedikit, dapat meningkatkan risiko sakit kepala, kata Dr. Bryson. Jika Anda tidur atau bangun lebih awal dari biasanya, hal itu bisa mengganggu hipotalamus, yaitu struktur di otak yang bertanggung jawab untuk tidur dan bangun, yang dapat mempengaruhi besar kecilnya risiko migrain.

Jadi, bila Anda kerap pusing di pagi hari, coba jadwalkan jam tidur yang tetap setiap harinya, atau usahakan jumlah jam tidur mencapai tujuh atau delapan jam semalam, selama beberapa malam ke depan. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen melatonin sebelum tidur, yang telah terbukti mencegah sakit kepala karena migrain.

Konsumsi makanan pemicu

Penting untuk menghindari makanan atau minuman pemicu migrain secara umum. Bila Anda meminum segelas anggur merah atau makanan olahan dengan jumlah banyak pada malam sebelumnya, ada kemungkinan Anda bisa terkena migrain di pagi hari, Dr. Bryson mengatakan. "Pada malam hari, tubuh berisiko lebih tinggi alami peradangan. Beberapa makanan, khususnya yang tidak sehat, dapat menjadi pemicunya," katanya.

Kurang cairan

Sakit kepala adalah gejala umum dehidrasi, Dr. Bryson mengatakan. Pastikan Anda minum cukup air, karena untuk beberapa orang, dehidrasi juga bisa memicu migrain. Dan jika Anda minum alkohol pada malam sebelumnya, maka risiko dehidrasi dan pusing semakin meningkat, jadi minumlah air putih lebih banyak.

Terlewat minum kopi

Ketika tubuh Anda terbiasa mengkonsumsi kafein pada waktu tertentu, seperti di pagi hari, dan tiba-tiba tubuh melewatkan kafein, Anda bisa mengalami sakit kepala, kata Dr. Bryson. "Begitulah cara tubuh Anda mengatakan, di mana kafein saya?"

Bagi beberapa orang, hanya menunda asupan kafein bisa memicu migrain. Jika Anda mencoba berhenti minum kafein sama sekali, cobalah untuk melepaskan diri secara perlahan, seperti mengurangi porsi, untuk mencegah gejala “candu” berupa sakit kepala.

Mendengkur

Jika Anda adalah seseorang yang tidak terkena migrain, tetapi Anda memiliki sakit kepala tipe tegang di pagi hari, itu bisa menjadi tanda apnea tidur, Dr. Bryson mengatakan. Atau jika Anda mendengkur secara teratur, itu bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, berinvestasi dengan memiliki bantal yang baik, dapat menjadi cara mengurangi risiko mendengkur.

Apnea yang parah, seperti henti napas yang berlangsung rutin saat tidur, baiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sehingga tak mengganggu kesehatan Anda lebih lama. (kompas.com)

Beberapa orang mengaku sering melewatkan makan pagi atau sarapan. Alasannya antara lain memang sudah biasa tidak sarapan, atau memang tidak ingin makan sepagi itu dengan alasan perut masih belum ingin makan, dan ada juga yang karena malas makan pagi.

Sarapan secara harfiah dimaksudkan untuk “buka puasa” (diambil dari kata bahasa inggrisnya, “break-fast”) dari semua jam yang Anda habiskan setelah tidur semalaman. Kebiasaan melewatkan waktu makan di pagi hari bisa memicu berbagai proses fisiologis — yang baik maupun yang buruk.

Inilah yang terjadi dalam tubuh jika Anda tidak sarapan:

1. Berat badan turun

Ya, gagasan ini tampaknya logis, karena Anda secara efektif menghilangkan satu waktu makan dari pola makan Anda setiap hari. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan hingga 400 kcal per hari.

Namun, hubungan antara membolos sarapan dan penurunan berat badan tidaklah sesederhana yang Anda bayangkan. Dilansir dari Prevention, sebuah penelitian dari Ohio State University menunjukkan Anda memang akan menurunkan berat badan saat melewatkan sarapan dalam jangka pendek. Ironisnya, beberapa kilo yang hilang ini bukan berasal dari timbunan lemak bandel, melainkan dari otot — yang merupakan metode penurunan berat badan yang tidak ideal.

Ketika perut Anda tidak mengolah makanan dalam waktu lama, sistem tubuh akan beralih pada mode proteksi dan mulai menyimpan kalori sebanyak mungkin. Ketika metabolisme Anda melambat, sistem tubuh akan mengutamakan pembakaran glukosa yang disimpan dalam otot sebagai energi cadangan, secara efektif justru melemahkan otot-otot Anda.

Pembakaran energi dari jaringan otot — bukannya lemak — ini adalah faktor yang dapat menyebabkan Anda lebih mudah merasa lelah dan lesu sepanjang aktivitas pagi Anda, juga mengacaukan pikiran Anda.

2. Meredakan peradangan kronis

Dari arthritis, kanker, hingga penyakit jantung, banyak kondisi kesehatan berat berasal dari kerusakan yang disebabkan peradangan kronis. Periode berpuasa yang mungkin Anda sengaja (atau tidak) dengan melewatkan sarapan, dipercaya oleh banyak ahli untuk memicu kerja sel beradaptasi untuk memperbaiki kerusakan tersebut, menurut artikel dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Tidak peduli panjang pendeknya jarak waktu Anda melewatkan makan, beberapa manfaat penurunan peradangan dapat ditingkatkan dengan hanya memboikot satu kali makan, Jelas Valter Longo, PhD, salah satu penulis dari studi di atas sekaligus juga peneliti di University of Carolina. Temuan Longo juga menunjukkan bahwa melewatkan makan —entah itu sarapan, makan siang, atau malam — dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi.

Puasa selang seling (tidak sarapan, kemudian makan siang, atau makan siang lalu tidak makan malam, misalnya) telah terbukti efektif mengurangi asupan kalori, mendorong penurunan berat badan, dan meningkatkan kesehatan metabolik.

Tapi, penting untuk dipahami bahwa puasa seperti ini, atau melewatkan sarapan, bukanlah pola makan yang sesuai untuk setiap orang. Efeknya bisa bervariasi. Beberapa orang mungkin mengalami efek positif seperti contoh di atas, sementara yang lain dapat mengalami pusing dan sakit kepala, gula darah menurun, pingsan, dan kurangnya konsentrasi.

3. Tubuh akan semakin lapar

Seperti yang telah dijelaskan pada poin 1, saat Anda memilih untuk tidak sarapan, tubuh akan beralih pada pembakaran energi yang tersimpan di otot (yang selama ini Anda kira justru membakar timbunan kalori lemak tubuh). Akibatnya, Anda merasa letih lesu. Pada saat yang sama, perut Anda mengirimkan sinyal ke otak untuk menandakan bahwa perut butuh diisi, dan dimulailah ‘nyanyian’ perut keroncongan.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa kadar kortisol (stres hormon) akan mencapai puncak tertingginya di pukul 7 pagi, makanya makan pagi adalah waktu yang tepat untuk kembali menurunkan hormon stress ini ke batas normalnya. Jika kadar kortisol Anda tidak terkontrol, Anda akan lebih mungkin merasa cemas dan gelisah.
Semakin lama Anda menunda untuk mengisi perut, semakin kelaparan dan stres pula Anda. Kortisol bertugas membantu tubuh mengolah gula (glukosa) dan lemak untuk dijadikan energi, juga untuk mengendalikan stres.

Jika Anda tidak sarapan, dikombinasikan dengan kadar stres tinggi di pagi hari, Anda akan lebih mungkin untuk mencomot pilihan camilan yang tidak sehat, tinggi gula dan lemak untuk ‘mengejar’ ketertinggalan energi yang terbuang dari otot, secara fisik dan mental.

Seiring waktu, jika dibiarkan kebiasaan ini justru dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

4. Anda akan membakar kalori lebih banyak saat berolahraga

Sebuah studi dari British Journal of Nutrition 2013 menemukan bahwa olahraga pagi bisa membakar 20% lemak lebih banyak ketika dilakukan pada waktu perut kosong. Penting untuk dicatat: Bagaimana tubuh Anda bereaksi akan tergantung pada apa pola makan keseharian Anda dan seberapa keras Anda akan mendorong diri sendiri selama Anda berolahraga.

Tapi, jika Anda adalah penggiat olahraga di pagi buta, Anda mungkin mendapat manfaat dari berolahraga sebelum makan pertama Anda. Hanya saja, pastikan untuk mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi dan mengenyangkan di malam sebelumnya.

Namun demikian, olahraga pagi tanpa sarapan juga dapat “mengancam” program gaya hidup sehat Anda. Kadar gula darah yang rendah akibat (hampir) nihilnya glikogen dan insulin dalam tubuh dari membolos sarapan, yang dikombinasikan dengan stres fisik dan mental (menyiapkan baju dan perlengkapan kerja, menyiapkan anak bersekolah, dan kewajiban harian Anda lainnya), kecil kemungkinannya Anda mampu memfokuskan diri untuk berolahraga setelah melewatkan sarapan.

5. Anda jadi cepat pikun

Nutrisi yang tidak memadai mempengaruhi perkembangan intelektual bayi dan anak-anak. Sebuah studi kecil tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Behavior, dilansir dari Business Insider menemukan bahwa anak-anak sekolah dasar yang rutin sarapan memiliki memori jangka pendek yang lebih baik daripada siswa yang tidak sarapan.

Dilansir dari Live Strong, The University of Maryland Medical Center menunjukkan bahwa seorang anak yang tidak sarapan akan lebih cepat lelah saat di sekolah, tidak mampu berkonsentrasi, dan kehilangan banyak kesempatan untuk mendapatkan stimulasi kognitif.

Kekurangan zat besi, yodium, dan protein dalam diet anak mengacu pada IQ yang lebih rendah, menurut laporan dari Iowa State University. Selain itu, gizi buruk mengarah pada penurunan rentang perhatian, gangguan memori, kecenderungan untuk terdistraksi, dan memperlambat kecepatan belajar.

Jadi, perlu sarapan atau tidak?

Pada akhirnya, pilihan untuk sarapan atau tidak sarapan kembali lagi pada preferensi pribadi. Jika Anda merasa lapar di pagi hari dan Anda menyukai ide sarapan, lanjutkan saja rutinitas Anda (dan mungkin, pilihlah menu yang lebih sehat daripada makanan cepat saji). Sarapan yang kaya protein adalah yang terbaik.

Namun, jika Anda tidak merasa lapar di pagi hari dan tidak merasa bahwa Anda membutuhkan makan berat di pagi buta, Josh Axe, DNM, dokter spesialis gizi bersertifikat, dilansir dari Men’s Fitness, menyarankan untuk coba memulai dari sesuatu yang kecil, seperti protein shake atau smoothie buah segar, kecilkan porsi makan malam Anda, dan kurangi konsumsi alkohol dan snack “kalori kosong” di malam sebelumnya. (kompas.com)

Rasanya tak ada orang yang tidak ingin atau tak butuh uang. Entah itu untuk membeli mobil baru, beli tiket liburan, atau hanya membayar tagihan kartu kredit, setiap orang akan senang jika ada uang lebih dari gaji mereka.

Meski begitu, apakah memiliki gaji besar namun menyita banyak waktu adalah kunci untuk kebahagiaan jangka panjang?

Itu adalah pertanyaan lama dan jawabannya bisa berbeda pada setiap orang. Istilah "kebahagiaan" pun punya arti yang juga berbeda-beda.

Bagi sebagian orang, memiliki tempat tinggal dan makanan di meja adalah bentuk kebahagiaan. Bagi yang lain, dan kebanyakan orang, bahagia itu jika bisa membeli barang-barang bagus seperti baju, mobil, atau pun gadget terbaru.

Untuk bisa memenuhinya tentu kita berharap punya gaji besar. Namun, apakah bergaji besar adalah jaminan memiliki kepuasan kerja? Mungkinkah kedua faktor itu bisa kita miliki agar benar-benar bahagia?

Banyak orang memberi nasihat agar kita mencari pekerjaan yang disukai lalu bekerja keras untuk dapat penghasilan besar. Tapi, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, pada tahap hidup apa sekarang ini Anda berada? Jika Anda belum punya tanggungan, misalnya keluarga dan anak, sah-sah saja jika Anda sering lembur untuk dapat gaji besar.

Faktor lain adalah kota tempat kita tinggal. Bila Anda berada di kota besar, standar gaji mungkin besar tapi pengeluaran juga tidak sedikit. Belum tentu nominal di rekening akan tersisa banyak di akhir bulan.

Kita menghabiskan sepertiga hidup kita dengan bekerja. Tentu masuk akal jika kita ingin merasa bahagia saat sedang bekerja. Jika setiap pagi Anda selalu dilanda rasa malas untuk bangun dan berangkat ke kantor, mungkin Anda memang tidak puas dengan tempat kerja sekarang.

Usia juga menjadi faktor lain dari kepuasan kerja. Jika Anda masih muda, mungkin Anda masih bisa menoleransi jam kerja yang panjang untuk mendapat sedikit tambahan uang. Bila pekerjaan Anda memiliki tanggung jawab yang cukup besar, wajar jika gaji Anda pun besar.

Kepuasan kerja sendiri memiliki banyak turunan, misalnya pengembangan karier, kemajuan, kesempatan training, rekan kerja yang bisa bekerja sama, dan juga keamanan. Gaji saja tidak cukup untuk memberi kepuasan.

Hal lain yang perlu dievaluasi adalah tujuan utama Anda memilih pekerjaan ini. Apakah karena tawaran gaji dan bonusnya, atau karena tanggung jawabnya? Jika karena keduanya, apakah hal itu tak akan berubah setelah beberapa lama?

Tercapai atau tidaknya kebahagiaan sangat tergantung pada perilaku orang yang mencarinya. Jika Anda bisa berangkat kerja dan tertawa, merasa senang dan menemukan kegembiraan pada pekerjaan Anda, maka kebahagiaan dalam karier sudah Anda genggam.

Jika Anda merasa menderita secara emosional setiap hari saat bekerja, maka tak ada nominal uang yang bisa mengubah perasaan itu. (kompas.com)

Page 1 of 127

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM